BadkoSerut Membangun Kader :

"Rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan Rijalul 'amal (orang yang pandai bekerja) dan Rijalul 'amal tidak sama dengan Rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Kemudian Rijalul jihad pun tidaklah sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yakni orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil"

Kader dakwah menyeru masyarakat dengan seruan pujangga Ar Rofi'i:

"Jangan kacau--------> di sini ketertiban" "Jangan menyimpang--------> di sini jalan yang lurus" "Jangan mundur-----> di sini saya menyeru" Tak ada sesuatupun yang dapat memperbudak kalian selama teriakanmu: Allahu Akbar...!!!

Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi Iman

Konsisten di atas al-Haq sampai mati adalah sesuatu yang sangat berat, sehingga Rasul sering berdo'a dengan do'a ini: "Ya Allah yang memutar balikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di jalan agamaMu."

Tanda Cinta Kepada Allah :

"Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka selalu bertawakkal (berserah diri) kepada Rabb mereka." (QS. 8:2).

QS. At Taubah ayat 11,

"Sesungguhnya Allah telal membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar."

Showing posts with label Pesan Antum. Show all posts
Showing posts with label Pesan Antum. Show all posts

Thursday, December 7, 2017

*PERNYATAAN SIKAP* *KOMITE NASIONAL UNTUK RAKYAT PALESTINA (KNRP) TENTANG PENISTAAN AL-QUDS (YERUSALEM)*

*PERNYATAAN SIKAP*
*KOMITE NASIONAL UNTUK RAKYAT PALESTINA (KNRP) TENTANG PENISTAAN AL-QUDS (YERUSALEM)*

Al Quds (Yerusalem) merupakan kota suci milik umat Islam, baik berdasarkan kitab suci Al-Quran maupun bukti-bukti sejarah. Hal ini dipertegas oleh Komisi Warisan Dunia UNESCO PBB dalam konfrensi ke-41 di kota Krakow Polandia, Rabu (5/7/2017) yang menyebut Al-Quds sebagai kota milik bangsa Palestina. Kepemilikan mutlak ini tidak akan bisa diserahkan kepada siapapun, apalagi terhadap penjajah Israel dan sekutunya Amerika Serikat.

Namun Presiden Amerika, Donald Trump pada hari Rabu, (6/12/2017) telah mengeluarkan pernyataan kontroversial, dengan menjadikan kota Al-Quds sebagai ibukota Israel. Tindakannya ini jelas telah mengabaikan tiga resolusi tingkat tinggi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.

_Pertama_, resolusi nomor 242 tahun 1967, yang meminta Israel menarik diri dari tanah yang diduduki tahun 1967, termasuk di dalamnya Yerusalem. _Kedua_, resolusi nomor 478 tahun 1980, terkait penolakan keputusan pemerintah penjajah Israel yang mencaplok Yerusalem dan menjadikannya sebagai ibukota abadi bagi negara penjajah Israel. _Ketiga_, nomor 2334 tahun 2016 yang isinya, Dewan Keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun yang dilakukan Israel di wilayah perbatasan tahun 1967 termasuk di Yerusalem tanpa melalui jalan perundingan.

Sehubungan dengan keputusan Presiden Donald Trump tersebut, yang telah  mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke sana, maka Komite Nasional untuk rakyat Palestina (KNRP) mengeluarkan pernyataan:

1.Mengutuk keputusan sepihak Presiden AS, Donald Trump karena hal itu merupakan bentuk kezaliman terhadap bangsa Palestina dan umat Islam

2.Menolak keputusan tersebut yang merupakan bentuk agresi, provokasi, dan perbuatan terorisme yang sebenarnya.

3.Menolak standard ganda Amerika Serikat yang tidak ada kesungguhan dalam menyelesaikan permasalahan Palestina-Israel yang sudah bertahun tahun.

4.Membuka kedok hipokrit Amerika Serikat yang disembunyikan berupa ketidakadilan global yang di dengung-dengungkan selama ini.

5.Mendesak Presiden Donald Trump untuk mencabut keputusannya yang kontroversial tersebut.

6.Mendesak OKI untuk melakukan langkah politik dan diplomatik yang tegas dan nyata agar mengabaikan keputusan tersebut.

7.Mengajak umat Islam Indonesia untuk lebih peduli kepada kota Al-Quds di semua forum atau tempat yang mungkin dilakukan.

8.Mendesak pemerintah Indonesia agar segera memberi tekanan kepada pemerintah Amerika supaya mencabut keputusan tersebut.

9.Menyerukan kepada para Khotib Jum’at untuk mengangkat tema penistaan Al Quds (kota dimana masjid Al-Aqsha berada), serta tema kepedulian terhadap nasib bangsa Palestina

*Suripto, SH*
_Ketua Umum Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP)_

No rek Knrp Yogya Bank Syariah Mandiri no 7040672987 an Komite nasional untuk rakyat Palestina

Wednesday, May 7, 2014

Kesatria Suepeeeer BadkoSerut

# Djakarta - di masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal Jakarta
Telah terjadi fenomenal yang luar biasa. Yaitu Pekik Takbir menggema seantero penjuru masjid Istiqlal pada saat acara Grand Launching ODOJ digelar 4 Rajab 1435 H Betepatan 4 Mei 2014 M.
Foto Dakwatuna.com
      Lebih dari 30.000 orang menghadiri Grand Launching One Day One Juz (ODOJ) di Masjid Istiqlal Jakarta, hari Ahad (4/5/2014).(fb.co/KomunitasOneDayOneJuz)
Bersamaan dengan kegiatan yang Mengemparkan Dunia itu. Muncul Pula kegiatan yang Insya Allah tidak kalah dengan kegiatan komunitas ODOJers di Jakarta tersebut. kegiatan itu terjadi di Masjid Nurul Iman di padukuhan Ndawung Desa Serut Kecamatan Gedangsari di Kabupaten Gunungkidul telah muncul 5 Kesatria Sueper yang akan membangunkan Dakwah Islam Indonesia terutama dimulai dari desa Serut kemudian Mereka Bekerja untuk Indonesia. Lima Kesatria Super itu adalah para Pengurus Baru Badan Koordinasi TKA/TPA desa Serut. Pada Hari itu telah diresmikan Pengurus Baru Yaitu
1. Ketua I   : Edi Purbianto
    Ketua II : Amat Isnaini
2. Sekretasi I : Romi Yulianto
    Sekretaris II : Sri Rahayu
3. Bendahara : Arief Budiman

Merekalah yang akan menjadi harapan Umat untuk membangun Generasi Kreatif masa depan yang akan membawa kemuliaan Umat ini.
semoga apa yang diamahkan kepada mereka bisa dilaksanakan dengan baik.
dengan dasar QS. Muhammad : 7
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ
Hai orang-orang yang Beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. 

Selamat Bekerja saudaraku Mari Kita Kobarkan Semangat BadkoSerut.
Kata Kuncinya adalah Kita menyediakan waktu untuk Berdakwah Tidak menunggu waktu tersedia untuk berdakwah. Mari kita mulai dari diri kita yang kecil ini kemudian kita rumah dunia..
Mari kita mulai bekerja dari Desa Serut yang Kecil ini menuju Indonesia yang Mulia..
Allahu Akbar ---- Allahu Akbar --- Allahu Akbar---



Monday, June 17, 2013

Amalan Khusus dan Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban


Bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit. Hal tersebut didasarkan kepada hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam: Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban?” Rasul Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah) Di samping itu Bulan Sya’ban yang letaknya persis sebelum Ramadhan seolah menjadi starting point untuk menyambut Ramadhan. Sehingga isyaratnya adalah kita perlu menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan Ramadhan. Dalam hal mempersiapkan hati atau ruhiyah, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anh: “Saya tidak melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR Muslim). Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al Quran di malam yang berkah, dan sesungguhnya Kami yang memberi peringatan. Di malam itu diturunkan setiap takdir dari Yang Maha Bijaksana.” (QS. Ad Dukkhan: 3-4). Diriwayatkan dari Ikrimah bahwa yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah Malam Nishfu Sya’ban. Ikrimah mengatakan: “Sesungguhnya malam tersebut adalah malam Nishfu Sya’ban. Di malam ini Allah menetapkan takdir setahun.” (Tafsir Al Qurtubi, 16/126). Sementara itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang disebutkan pada ayat di atas adalah Lailatul Qadar dan bukan Nishfu Sya’ban. Sebagaimana keterangan Ibnu Katsir, setelah menyebutkan ayat di atas, beliau mengatakan: “Allah berfirman menceritakan tentang Al-Quran bahwa Dia menurunkan kitab itu pada malam yang berkah, yaitu Lailatul Qadar. Sebagaimana yang Allah tegaskan di ayat yang lain, (yang artinya);“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran di lailatul qadar.” Dan itu terjadi di Bulan Ramadhan, sebagaimana yang Allah tegaskan, (yang artinya); “Bulan ramadhan, yang mana di bulan ini diturunkan Al Quran.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/245). Selanjutnya Ibnu Katsir menegaskan lebih jauh: “Karena itu, siapa yang mengatakan, yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah malam Nishfu Syaban – sebagaimana riwayat dari Ikrimah – maka itu pendapat yang terlalu jauh, karena nash Al Quran dengan tegas bahwa malam itu terjadi di Bulan Ramadhan.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/246). Dengan demikian, pendapat yang kuat tentang malam yang berkah, yang disebutkan pada surat Ad Dukhan di atas adalah Lailatul Qadar di bulan Ramadhan dan bukan malam Nishfu Syaban. Karena itu, ayat dalam surat Ad Dukhan di atas, tidak bisa dijadikan dalil untuk menunjukkan keutamaan malam Nishfu Syaban. Hadits-hadits tentang Malam Nishfu Sya’ban Pertama “Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?’ (Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378) Hadits dengan redaksi di atas adalah hadits maudhu’ (palsu), karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah statusnya muttaham bil kadzib (tertuduh berdusta), sebagaimana keterangan Ibnu Hajar dalam At Taqrib. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkomentar tentang Ibnu Abi Sabrah, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.” (Lihat Silsilah Dha’ifah, no. 2132) Kedua Riwayat dari A’isyah, bahwa beliau menuturkan: “Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya; “Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?” (maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: “Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka Anda mendatangi istri yang lain.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nishfu Syaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba Bani Kalb.” Hadits ini diriwayatkan At Turmudzi, Ibn Majah dari jalur Hajjaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah bin Zubair dari Aisyah. At Turmudzi menegaskan: “Saya pernah mendengar Imam Bukhari mendhaifkan hadits ini.” Lebih lanjut, imam Bukhari menerangkan: “Yahya tidak mendengar dari Urwah, sementara Hajaj tidak mendengar dari Yahya.” (Asna Al Mathalib, 1/84). Ibnul Jauzi mengutip perkataan Ad Daruquthni tentang hadits ini: “Diriwayatkan dari berbagai jalur, dan sanadnya goncang, tidak kuat.” (Al Ilal Al Mutanahiyah, 3/556). Akan tetapi hadits ini dishahihkan Al Albani, karena kelemahan dalam hadits ini bukanlah kelemahan yang parah, sementara hadits ini memiliki banyak jalur, sehingga bisa terangkat menjadi shahih dan diterima. (lihat Silsilah Ahadits Dhaifah, 3/138). Ketiga Hadits dari Abu Musa Al Asy’ari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” Hadits ini memiliki banyak jalur, diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya Abu Musa, Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al Khusyani, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhum. Hadits dishahihkan oleh Imam Al Albani dan dimasukkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah, no. 1144. Beliau menilai hadits ini sebagai hadits shahih, karena memiliki banyak jalur dan satu sama saling menguatkan. Meskipun ada juga ulama yang menilai hadits ini sebagai hadits lemah, dan bahkan mereka menyimpulkan semua hadits yang menyebutkan tentang keutamaan Nishfu Syaban sebagai hadits dhaif. Sikap Ulama Mengenai Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban Pendapat pertama Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah. Al-Hafizh Abu Syamah mengatakan, “Al-Hafizh Abul Khithab bin Dihyah, dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban, mengatakan, ‘Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satu pun hadits shahih yang menyebutkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban.’” (Al Ba’its ‘ala Inkaril Bida’, hlm. 33) Pendapat kedua Para ulama yang menilai shahih beberapa dalil tentang keutamaan Nishfu Sya’ban, mereka mengimaninya dan menegaskan adanya keutamaan malam tersebut. Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syekhul Islam mengatakan, “… Pendapat yang dipegang mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Mazhab Hanbali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para shahabat dan tabi’in ….” (Majmu’ Fatawa, 23/123) Ibnu Rajab mengatakan, “Terkait malam nishfu Sya’ban, dahulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu ….” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 247) Diantara jajaran ulama yang memegang pendapat ini adalah Syaikh Muhammad Nasiruddin Al Albani. Bahkan beliau menganggap sikap sebagian orang yang menolak semua hadits tentang malam Nishfu Sya’ban termasuk tindakan yang gegabah. Syaikh ‘Athiyah Saqr (Mufti Mesir), pernah ditanya apakah ada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengadakan acara khusus pada malam Nishfu Sya’ban? Beliau menjawab (dikutip secara ringkas): “Telah pasti dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau melakukan kegiatan pada bulan Sya’ban yakni berpuasa. Sedangkan qiyamul lail-nya banyak beliau lakukan pada setiap bulan, dan qiyamul lail-nya pada malam Nisfhu Sya’ban sama halnya dengan qiyamul lail pada malam lain. Hal ini didukung oleh hadits-hadits yang telah saya sampaikan sebelumnya, jika hadits tersebut dhaif maka berdalil dengannya boleh untuk tema fadhailul ‘amal (keutamaan amal shalih), dan qiyamul lail-nya beliau sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah yang telah saya sebutkan. Aktifitas yang dilakukannya adalah aktifitas perorangan, bukan berjamaah. Sedangkan aktifitas yang dilakukan manusia saat ini, tidak pernah ada pada masa Rasulullah, tidak pernah ada pada masa sahabat, tetapi terjadi pada masa tabi’in. Al Qasthalani menceritakan dalam kitabnya Al Mawahib Al Laduniyah (Juz 2, Hal. 259), bahwa tabi’in dari negeri Syam seperti Khalid bin Mi’dan, dan Mak-hul, mereka berijtihad untuk beribadah pada malam Nishfu Sya’ban. Dari merekalah manusia beralasan untuk memuliakan malam Nishfu Sya’ban. Diceritakan bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (baca: kisah berasal dari Bani Israel) tentang hal ini. Ketika hal tersebut tersiarkan, maka manusia pun berselisih pendapat, maka di antara mereka ada yang mengikutinya. Namun perbuatan ini diingkari oleh mayoritas ulama di Hijaz seperti Atha’, Ibnu Abi Malikah, dan dikutip dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam bahwa fuqaha Madinah juga menolaknya, yakni para sahabat Imam Malik dan selain mereka, lalu mereka mengatakan: “Semua itu bid’ah!” Kemudian Al Qasthalani berkata: “Ulama penduduk Syam berbeda pendapat tentang hukum menghidupkan malam Nishfu Sya’ban menjadi dua pendapat: Pertama, dianjurkan menghidupkan malam tersebut dengan berjamaah di masjid. Khalid bin Mi’dan dan Luqman bin ‘Amir, dan selainnya, mereka mengenakan pakain bagus, memakai wewangian, bercelak, dan mereka menghidupkan malamnya dengan shalat. Hal ini disepakati oleh Ishaq bin Rahawaih, dia berkata tentang shalat berjamaah pada malam tersebut: “Itu bukan bid’ah!” Hal ini dikutip oleh Harb Al Karmani ketika dia bertanya kepadanya tentang ini. Kedua, bahwa dibenci (makruh) berjamaah di masjid untuk shalat, berkisah, dan berdoa pada malam itu, namun tidak mengapa jika seseorang shalatnya sendiri saja. Inilah pendapat Al Auza’i, imam penduduk Syam dan faqih (ahli fiqih)-nya mereka dan ulamanya mereka.” Syaikh Yusuf Al Qardhawi berpendapat tentang ritual di malam Nishfu Sya’ban bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Nabi dan para sahabat bahwa mereka berkumpul di masjid untuk menghidupkan malam Nishfu Sya’ban, membaca doa tertentu dan shalat tertentu seperti yang kita lihat pada sebagian negeri orang Islam. Juga tidak ada riwayat untuk membaca surah Yasin, shalat dua rakaat dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi`in dan tabi’ tabi`in). Keyakinan Masyarakat Awam dan Ibadah di Malam Harinya Syaikh Hasan Al Banna dalam risalahnya mengenai hadits-hadits malam Nishfu Sya’ban menyebutkan beberapa keyakinan masyarakat awam mengenai ibadah dan keyakinan seputar Nishfu Sya’ban: Ada yang berkayakinan bahwa malam ini adalah malam diangkatnya amalan. Sebelumnya sudah kita bahas, bahwa malam tersebut bukan malam Nishfu Sya’ban, tapi malam Lailatul Qadar sebagaimana pendapat yang rajih Keyakinan bahwa barangsiapa yang hadir pada saat berdoa di masjid selepas shalat magrib dan melaksanakan shalat sebagaimana yang disebutkan, maka ia tidak akan mati pada tahun tersebut. Padahal sudah jelas, bahwa Allah lah yang menentukan ajal. Mereka akan merasa menyesal apabila tidak bisa berkumpul malam ini. Hal-hal yang seperti ini adalah keyakinan yang batil dan tidak ada landasannya Membaca Surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban. Mereka berkumpul dan membaca doa dengan cara tertentu. Mengenai hal ini saya belum pernah menemukan dalilnya. Karena sesungguhnya membaca Al Quran sangat disukai pada setiap waktu. Namun bila mengkhususkan hanya pada malam tersebut untuk membaca surat yang khusus, maka hal itu tidak pernah disebutkan dalam dalil apapun. Saya belum mendapatkan dalilnya tentang bolehnya hal tersebut, bila Anda memilikinya, silahkan sampaikan ke saya. Mereka mengatakan bahwa ada shalat khusus pada malam tersebut, yaitu 100 rakaat. Setiap rakaat setelah Al Fatihah membaca “Qul huwallahu ahad” sebanyak 11 kali. Jika tidak sanggup, maka shalat 10 rakaat, setiap rakaat membaca 100 kali “Qul huwallahu ahad” setelah Al Fatihah. Hal tersebut disebutkan oleh Imam Al Ghazali dalam kita Ihya’ Ulumuddin. Al Ghazali berkata, “Dahulu para salaf melaksanakan shalat ini dan mereka menyebutnya dengan sebutan Shalat Khair. Mereka melaksanakannya secara berjamaah. Diriwayatkan dari Al Hasan bahwasanya ia berkata, “Telah mengabari kepadaku 30 sahabat Nabi, bahwasanya barangsiapa yang melaksanakan shalat ini di malam ini, maka Allah akan memandang dengan 70 kali pandangan. Dan setiap pandangan akan dikabulkan 70 permintaan. Yang paling sedikit adalah mendapatkan ampunan.”” Demikian Imam Al Gazali di kitab Ihya’ Ulumuddin. Al Hafiz Al Iraqi telah membantah itu semua dengan mengatakan bahwa hadits tentang shalat pada malam Nishfu Sya’ban adalah hadits yang bathil. Pendapat tersebut adalah pendapat mayoritas ulama. Dalilnya adalah, hadits-hadits yang disebutkan tidak tercantum dalam kitab para huffaz yang terpercaya. Kalaupun ada, tidak ada periwayat dari kalangan sahabat yang dikenal, sanadnya tidak ada yang sampai kepada rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa pengkhususan suatu ibadah butuh kepada dalil syar’i yang kuat. Sedangkan pada persoalan terkait tidak ada dalil yang menjelaskan tentang shalat tersebut. Berkeyakinan dengan doa yang susunan tertentu, untuk hal ini pembahasan khusus, karena banyak perbedaan di kalangan masyarakat. Misalnya doa yang terjemahannya, “Ya Allah, jika engkau mencatat aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang celaka (sengsara), terhalang, terusir, atau sempit rizkiku, maka hapuskanlah Ya Allah dengan dengan karunia-Mu atas kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku dan kesempitan rizkiku. Dan tetapkanlah aku di sisimu di dalam Ummil Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rizki, dan diberi pertolongan kepada kebaikan seluruhnya. Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar, di dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan nabi-Mu yang Engkau utus : Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan , dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauhil Mahfuz).” Kesimpulan Jika disimpulkan, maka: Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang memiliki fadhilah (keutamaan), berdasarkan hadits dari Abu Musa Al Asy’ari yang dishahihkan Syaikh Al Albani di atas. Ulama berselisih pendapat tentang apakah dianjurkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan banyak beribadah? Sebagian ulama menganjurkan, seperti sikap beberapa ulama tabi’in yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Sebagian yang lain menganggap bahwa mengkhususkan malam nishfu Sya’ban untuk beribadah adalah bid’ah. Kami berpendapat bahwa beribadah secara mutlak adalah disukai. Mengkhususkan dengan ibadah tertentu seperti membaca Yasin, Shalat Khair, dan doa-doa khusus adalah sesuatu yang tidak ada dalilnya dan tidak memiliki tuntutan dari syariat. Redaktur: Shabra Syatila

Monday, April 8, 2013

PELATIHAN KADER MUDA


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Puji dan Syukur senantiasa kita haturkan kehadirat Allah SWT atas berkah rahmat hidayah dan inayah kepada kita semua, semoga iman dan islam kita benar benar dijadikan Allah sebagai penambah amal kita di hadapan NYA. Salam dan Sholawat tentunya senantiasa tercurahkan kepada Nabi Akhirul Zaman Muhammad SAW, yang telah memberikan teladan kita untuk hidup bahagia di dunia dan bahagia di akherat. Badko kegiatannya apa lagi yaa? Kuk jarang update e sekarang? Pada kemana teman teman yang dulu aktif di badko? Begitu beberapa SMS dari teman teman yang rindu dengan dakwah jamaah Badko Serut, begitu ku baca” wah ternyata teman teman masih pada semangat untuk berdakwah bareng bareng ini” Trus Gimana yaaa??? Akhirnya rapat Badko memutuskan di adakan Agenda PELATIHAN KADER MUDA 2013 Wah kedengarannya keren tuh, sooo pastiiii, Tujuan dari PKM ini adalah untuk mempersiapkan generasi muda Serut untuk meneruskan estafet kepemimpinan Badko Serut kedepan. Karena tanpa regenerasi yang baik, maka organisasi apapun tidak akan bertahan lama. PKM ini dilaksanakan pada Sabtu Ahad 29/30 Desember 2012 bertempat di SD Serut Baru. Alhamdulillah untuk peserta luar biasa, walaupun sedikit tapi mereka tetap merupakan asset asset berharga bagi Serut. Acara dimulai sore hari dengan seremonial seperti biasa pembukaan tilawah dan sambutan sambutan inti dsb. Materi yang diangkat dalam PKM kali ini cukup beragam, mualai dari manajemen diri,Ke TPA an dan seputar remaja bgtu. Pematei dari orang orang yang berpengalaman di bidangnya tentunya yakni dari Pecinta Anak Sholeh (PAS) Jogonalan,Mbak Ari Purwanti dari MBC Klaten. Biar tidak bosen peserta diberikan ice breaking disetiap sesi nya, dan juga doorprize untuk meningkatkan semangat peserta. Yang special tentu makan malam nya dari wedi gantiwarnoo lhoo, jauh tow jawa tengah ke gunung kidul hanya untuk beli makanan. Tidur peserta walau terbatas, tapi nyenyak juga eee,pada ndak bangun bangun, sholat subuhnya tentu tidak ketinggalan. Kita berjamaah subuh di Masjid Nurul Huda Serut, dingin, ngantuk bercampur tapi keagungan Allah benar benar luar biasa, Semua rasa itu hilang sudah. Selesai sholat subuh,tibalah sarapan pagi yaknii dengan surfifal. Wah apa itu yaa? Yakni metode bertahan diri dengan seminim mungkin alat dan bahan makanan yang ada. Para peserta hanya dibekali dengan korek api,kaleng susu,lilin dan kapur, untuk bahan makanan yakni 2 buah bungkus sarimi. Dokumentasi PKM 2012 Walau Cuma itu tapiii subhanallah para peserta cukup antusias luar biasa lhooo. Bisa dicek untuk foto fotonya hehe. Acara selanjutnya Out Bond, acara ini juga seru karena permainannya benar benar baru dan luar biasa keren. Setelah ber out bond ria, tinggal nih acara di indoor yakni penutupan PKM dlanjut goo home, sayonara Harapannya suatu saat yang ikut PKM ini bisa menjadi kader kader militan Badko yang menggerakan dakwah Islam di bumi Serut dan Sekitarnya.

SERUT MENDONGENG


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Gimana kabar sahabat Badko Serut semuanya, semoga tetap sehat semangat dan ceria tentunnya. Sebelum kesana kemari, tidak akan lupa kita selalu memanjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT atas berkah karunia hidayah dan inayahnya sehingga kita bisa senantiasa beristiqomah di dunia dakwah ini. Salam dan sholawat semoga tetap tercurahkan kepada uswatun khasanah kita Nabi Muhammad SAW atas bimbingan beliau kita semua masih bisa menikmati indahnya Islam. Sahabat ku,begitu lama yaa kita tidak jumpa di blog ini, kangen tentunya dengan acara acara Badko hehe, ^_^ Untuk mengobati kangen kalian dengan agenda dakwah Badko Serut, ini dia salah satu report agenda Badko yang sudah terlaksana. Acara ituuu adalahhhhhh ……………. …………… …………….. ………………………. SERUT MENDONGENG Acara yang dari awal kita konsep untuk lomba mewarnai dan menggambar bagi santri TPA se Desa Serut plus anak PAUD TK dan SD, tapi untuk memeriahkan acara tersebut maka diadakan acara dongeng santri. Serut Mendongeng terlaksana pada AHAD 24 Februari 2013, bertempat di Balai Desa Serut dan dimulai pada pukul 09.00- selesai. Lomba mewarnai untuk adik adik PAUD dan TK, sedangkan Lomba Menggambar untuk adik adik SD. Lomba ini memperebutkan Piala dan Uang Pembinaan. Setelah selesai untuk mewarnai dan menggambarnya, adik adik istirahat dan dibagikan snack dari panitia. Walaupun hanya sebungkus roti dan seteguk air minum ternyata adik adik sangat antusias sekali. Sampai panitia mencari tambahan snack dan minum untuk itu karena peserta diluar target yang direncanakan. Habis makan dan minum maka tibalah sang Ustad Badman beraksiiiii, dengan gaya yang luar biasa, bisa menarik adik adik untuk ikut cerita yang dibawakan. Dengan tema menyangkut kehidupan sehari hari, maka adik adik bisa ketawa ketiwi sendiri. Sebenarnya mau saya ceritakan disini, tapiii ntar dikira Ustad Badman beneran jadi susah nanti aku,diundang kemana mana haha ^_^ Acara terakhir tentunya pembagian hadiah bagi juara 1 – 3 untuk lomba mewarnai dan menggambar tersebut. Untuk siapa siapa yang juara, kash tau ndak yaaa???? Ndak usah ajalah,karena udah lupa eee,tapi pokoknya serut sangat luar biasa, banyak potensi yang belum tergali dari sumber daya manusia di Serut ini Subhanallah acara benar benar terlaksana dengan sukses luar biasa, Berikut sedikit Dokumentasinya :

Wednesday, March 27, 2013

7 Info Kuliah Kedinasan Gratis + Langsung Kerja


Ada 7 Info Perguruan Tinggi Kedinasan yang mungkin bermanfaat buat Keluarga, sahabat & kenalan anda yang ingin kuliah tapi tidak ingin membebani biaya kuliah kepada Orang Tua.
Selain itu, begitu tamat kuliah, langsung ditempatkan di Kementerian/Lembaga RI yang terkait..

1. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online (4 april s.d. 20 Mei 2013 di www.stis.ac.id). Lokasi kuliah Jakarta

2. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Energi dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

3. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo).
Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id. Lokasi kuliah di Yogyakarta

4. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di
www.stsn-nci.ac.id
Lokasi kuliah di Bogor

5. STKS – Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di bawah Kementerian Sosial RI. Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Palu.
Info diwww.stks.ac.id

6. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI.
Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

7. IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI.
Pendaftaran offline di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Bisa disebarkan ke Anak atau Saudara Kita yg baru lulus SLTA
Semoga Bermanfaat.. dHeek Abdullah

Thursday, November 22, 2012

Cinta-Ku Abadi Karena Allah

    ::.. Indahnya Cinta Karena Allah ....::

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    “Cintailah Allah karena nikmat yang dianugerahkan kepada kalian, cintailah aku karena cinta kalian kepada-Nya”. (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)

    Alkisah pemuda sufi jatuh cinta pada seorang gadis. Cintanya pun berbalas. Namun malang, gadis itu dijodohkan orang tuanya dengan laki-laki lain. Kare...na dorongan cinta, gadis itu mencari siasat,”Aku datang padamu, atau kuatur cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku”, begitu penjelasannya. “Tidak! Aku menolak kedua pilhan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak pernah padam!” itu jawaban sang pemuda sekaligus membuat sang gadis terhenyak.

    Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta. “Jadi dia masih takut pada Allah?”, gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan tiba-tiba dunia terasa kerdil di hadapannya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan diri untuk beribadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah menjadi rindu yang berkelana dalam jiwa dan do’a-do’anya. Tubuhnya luluh latak didera rindu, dan akhirnya ia meninggal.

    Sang pemuda terhentak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kuburan sang gadislah tempat ia mencurahkan rindu dan do’a-do’anya. Sampai suatu saat ia tertidur di atas pusara sang gadis. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya, cantik, sangat cantik. “Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku”, tanya sang gadis. “Baik-baik saja. Kamu sendiri di sana bagaimana,”jawabnya sembari balik bertanya. “Aku di sini, di surga abadi, dalam nikmat hidup tanpa akhir.” Jawab sang gadis. “Do’akan aku, jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu. Kapan aku bisa bertemu denganmu”, tanya pemuda lagi. “Aku tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdo’a agar Allah menyatukan kita di surga, teruslah ibadah. Sebentar lagi engkau akan menyusulku,” jawab sang gadis.

    Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya. Atas nama cinta, ia memenangkan Allah atas dirinya sendiri, atas nama cinta pula Allah akan mempertemukan mereka. Cinta karena Allah, untuk Allah, bertemu dan berpisah karena Allah, mengantarkan pemiliknya pada kebahagiaan yang mendalam.

    Tidak ada cinta yang mati disini. Semuanya bermuara pada Zat yang Maha Hidup dan Menghidupkan. Cinta di atas cinta, dan adakah yang lebih mulia cintanya dari suatu Zat yang begitu mencintai kita, yang tak pernah meninggalkan kita di saat kita galau dan bimbang. Cinta, semuanya atas nama cinta, cinta mampu mengangkat manusia menduduki posisi paling agung, ketika sang manusia mampu menempatkannya pada posisi terhormat di relung hatinya.

    Cinta pada Yang Maha Mulia akan membuat seseorang jadi mulia, karena jiwanya terisi nuansa kemuliaan cinta yang ujungnya adalah menjayakan Allah dalam segala hal. Jiwanya tidak akan resah kalo-kalo cintanya ditolak. Cinta yang berlandaskan keyakinan pada Allah yang Maha Sempurna akan membuat dirinya tidak takut akan kenyataan. Apalah arti kehilangan harta, sanak famili, bahkan orang yang “dicintai”, jika cinta dan rindunya selalu terpaut pada perjumpaan dengan Sang Maha Kekasih.

    Sudah semestinya cinta kepada Allah diletakkan di atas segala-galanya. Karena Dialah yang menciptakan cinta dan hati tempat cinta itu bersemayam. Cinta kepada Allah akan mewariskan kecintaan para hamba-Nya. Sebaliknya, cinta yang bukan karena-Nya hanya akan mengundang murka-Nya dan murka makhluk-Nya. Beruntunglah orang yang hanya mencintai Allah saja dalam hatinya, dan mencintai makhluk hanya sekedar mencintai karena-Nya.

    Semestinya kita mencintai seseorang karena imannya, dan membenci seseorang karena maksiatnya. Tak selayaknya kepentingan duniawi mengubah arah cinta kita.

    Semoga Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang hakiki dan abadi hingga ke akhirat. Aamiin

    Source: Senandung Kasih
    Post: Honesty
By: Ummu Syifa Ariyanti

Tuesday, October 9, 2012

Short Message Service (SMS)

Selasa,  9 Oktober 2012 ; 17:08:33
Guest: Agenda malam ini tadarus ditempat Saudara Widodo Sumber. Temen2 diajak ya.
Best Respont : haduwh kok adoh e mas,.
Guest : Nek pengen dkeeet? Ikhlaskan hati Silaturahmi.. Tadarus bersama kuatkan jati diri! Luruskan niat cz Allah? sgalanya akan tersa lbih dekat?: Cntoh: P.nardi g'ada kluhan jauh/dekt, cuapek/males... kmnapun nikmatnya ibadah traza indah?? Barakallahufikum.
New Respont : wkwk stju mz.
Guest : Yg trpnting adlh amalan.. Kyakinan tnpa dikerjakan adalh munafik, tpi pkerjaan tnpa ada keyakinan g'ad arTinya?! Kyakinan Qt kpd Allah tnpa mlakukan amal Ibadah yg diperintahkan Allah adlh munafik.. dan Amal Ibdah dkerjakn tanpa ada keimanan sia-sia!!

Sunday, August 26, 2012

SYAWALAN BADKO SERUT 1433H/2012M "ALLAHU DULU,ALLAH LAGI,ALLAH TERUS"

Subhanallah,...
Wal hamdulillah,...
Wala illa ha illa allah,ALLAHU AKBAR !!!

ASSLAMUALAIKUM WR WB..
Sebelum dilanjutkan Keluarga Besar Badko Serut mengucapkan :
Jika HATI sejernih AIR,
Jangan biarkan IA keruh,
Jika HATI seputih AWAN,
Jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN,
Hiasi IA dengan IMAN.Selamat Idul Fitri 1433 H
Mohon Maaf lahir Dan Batin

Syukur selalu terucap kepada Allah SWT, yang memberikan anugrah hidup kepada kita, sehingga setiap gerak kita sudah seharusnya merupakan ibadah kepada NYA.
Sholawat dan Salam semoga tetap tercurah kepada IDOLA kita Nabi Muhammad SAW, semoga syafaat kita dapatkan di akherat kelak,dimana tiada yg bisa memberikan pertolongan selain Beliau, Aamiiin.

Sahabat Badko dimanapun kalian berada, lama tak jumpa kalian semua kangen rasanya hehe,... Tidak terasa Ramadhan 1433 H sudah meninggalkan kita semua, ada sedih, ada senang, ada campur aduk rasanya meninggalkan bulan mulia ini. Ramadhan 1433 H kemarin belum sempat update blog yaaa,hehe saking sibuknya dengan kegiatan masing masing admin ini (bukan membela diri lhoo ^_^)

Alhamdulillah Ramadhan ini BAdko Serut mengagendakan kegiatan yang alhamdulillah udah terlaksana dengan baik,mau tau ndak apa aajaa ituu???
mau tauuu???
jamaahhhh ...
wah dah kayak ustad Maulani e Maulana nich!!! hohoho

Diawali dari kisah Ramadhan ini,Badko Serut mengadakan Pawai MenyambuT Ramadhan 1433 H. Pawai ini diikuti oleh TPA Se Desa Serut, dengan rute dari Masjid Taubatan Nasukha Dungmanglu menuju ke Masjid Nurul Huda Serut. Meriah mesti karana jalan kaki, jarang lhoo teman teman mau jalan kaki, karena kebanyakan maunya enak pakai motor haha,... Sampai di Nurul Huda kita istirahat sambil menyaksikan Pentas Seni dari masing2 TPA, Duhhhh keren2 pokoknya aksi teman teman kie, ada yang nyanyi,ada puisi,rebana dan drama juga ada lhoo. Pokoknya acara Pawai Sambut Ramadhan T O P B G T lahhh

Acara selanjutnya adalah Kajian Ahad Pagi Badko Serut, kajian ini rutin tiap ahad pagi dan tempatnya berpindah pindah dari satu TPA ke TPA lain gtuuu. Biar silaturahmi kita tetap terjaga. Untuk Ahad Pagi perdana kita adakan di Masjid Taubatan Nasikha Dungmanglu dengan menghadirkan Ustad Muda Muktar Sholikhin dari ICSA Sampang. Tausiah beliau menyampaikan betapa pentingnya ukhuwah itu,ada banyak ukhuwah, dbagi 3 kayaknya kalai ndak salah lhooo hehee. Kajian ini juga diikuti remaja se desa Serut lhoo,walaupun hanya perwakilan tapi udah keren lah mau ngaji bareng teman teman Badko Serut.

Setelah itu acara yang sangat ditunggu tunggu pasti yakni BUKA BERSAMA DAN TAKBIR KELILING BADKO SERUT. Diawali di Masjid Al Furqon Sumber, buka bersama diisi dengan kajian dlu oleh Ustadzah Umi Salamah dari Dungmanglu, isi kajiannya terkait remaja kayaknya tapi belum tau pasti karena admin nya telat datangnya jew haha. Selanjutnya tiba buka bersamanya kita bareng bareng makannya, sepiring bertiga haha, indahnya kebersamaan emmm ada yang tambah nasi 3 kali lhooo,hayooo sapa kah ituu???. Tapi tetap semangat teman2, agenda dilanjut takbir keliling ke masjid masing masing hehe.

Selanjutnya aholat idul fitri dimasing masing tempat, monggo sami sholat id...

Agenda selanjutnya yakni
Syawalan Keluarga Besar Badko Serut
bertempat dimushola AL MUIZ Wangon, agenda berjalan sukses dan lancar, dengan Ustad Nahrun dari Gantiwarno Klaten lhoo...Asyik ngajinya pokoknya, ada nyanyiiii jga, yang gak datang NYESEL POKOKNYA
Intinya nya ALLAH DULU ALLAH LAGI DAN ALLLAH TERUS

Subhanallah, luar biasa demikian repot agenda dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan Badko serut 1433 H
Semoga di Ramadhan yang akan datang kita bisa bersama sama lagi dan membuat agenda agenda DAHSYAT tentunya...

Wassalamualaikum wr wb
BADKO SERUT 2012 "SELALU DIHATI"

Monday, June 18, 2012

Surat dari Mr. X : "Bom Zionis Sudah Ada Di Sini"




Sahabat sekalian, panggil saya Mr X. Anda tidak perlu tahu siapa saya yang sebenarnya. Yang anda perlu tahu adalah simaklah yang saya sampaikan, dan rasakan dalam realitasnya. Jika anda mengerti, anda akan tahu bahwa bom – bom menakutkan dari Zionisme Israel itu sudah ada di sini, di negeri ini. Ia telah berubah bentuk dalam ragam agenda. Rudal rudal Zionis, kini telah hadir mulai dari ruang tamu rumah anda, ke dalam cara berpikir anda bahkan ke dalam sistem gaya hidup dan sudut pandang kita sehari – hari.

Jika anda terus mencari tahu siapa saya, maka anda tidak akan pernah tahu dan anda akan lelah dengan pencarian anda mengenai saya. Jika apa yang saya sampaikan benar, maka refleksikanlah kebenaran ini dalam resistensi pergerakan dakwah kita yang jelas, cerdas, terarah dan produktif, karena saat anda melihat bahwa pendapat kita adalah berseberangan, sesungguhnya kita adalah lawan.

Ini info X Files pertama dari saya. Ada agenda besar untuk mengadu domba antara Islam dengan pihak nasionalis. Indikasi ini tercium sejak disebarnya bom buku ke kalangan nasionalis.

Jika anda pernah mendengar kasus, bertebarannya anjing – anjing liar di tengah kota, yang notabene kota – kota tersebut adalah kota – kota dengan penduduk yang memiliki kultur Islam yang sangat kuat. Percayalah, bahwa anjing – anjing itu tidak hadir karena arus alamiah dari tradisi alam, semua adalah bagian dari sebuah konspirasi dan serangan psikologis.

Pihak Islamphobia (baca :Mereka) sangat mengetahui apa-apa yang dilarang oleh agama kita, melalui pintu inilah mereka hendak menyingkirkan posisi kita dari peranan sosial. Kita sengaja dibuat tidak nyaman dan risih tinggal di kota tersebut. Ini serangan dalam bentuk psikologis. Jangan takut kepada anjing, takutlah kepada Allah Swt saja. Bentuk lainnya seperti gay, waria dan lesbian. Saya menyebut ini seperti teknik mengusir tikus dari lobang dengan cara menyemprotkan asap.

Menarik, ketika seorang ingin mengidentifikasi siapa saya, ini adalah komunitas hobby kami. Setiap hari kami kami selalu mengekspresikan hobby kami yang sama di komunitas ini. Namun sayangnya di komunitas ini ada ‘mereka’. Ya, jika anda sudah siap dengan informasi ini, tentunya saya tidak perlu menjelaskan maksud dari kata ‘mereka’ ini siapa?. Mereka coba membangun ketidaknyamanan atas kehadiran saya. Alkohol, kondom, freesex dan pancingan – pancingan debat kusir diarahkan untuk memancing argumentasi saya.

Intinya bukan untuk melatih ilmu saya, tapi justru membangun persepsi dan ketidaknyamanan baik untuk diri saya, ataupun untuk lingkungan kepada saya. “Mereka” berharap saya tidak lagi eksis di komunitas itu, mereka ingin saya pergi. Permainan mereka sangat rapi, bahkan cenderung seperti tidak terasa namun tetap bisa mengarahkan. Sayangnya, seberapa banyak alkohol dan budaya kondomisasi ditempat tersebut, saya justru tidak terpengaruh, dan saya tidak pergi dari tempat itu. Saya justru lebih sering datang ke lingkungan tersebut, sering, sering dan semakin sering.

Dalam prinsip saya, kalau para da’inya sudah menyingkir dari peranan sosial, pihak Islamphobia akan dengan mudah menghasut saudara kita yang lain (yang belum sempat ngaji dan yang tidak mengerti hakikat agama Islam).

Perhatikanlah baik – baik hampir di setiap masjid besar di sebuah kota, selalu dibangun tempat hiburan di sekitarnya. Masalah ini pernah diangkat di majalah Sabili. Tujuan mereka jelas, ingin menyerang kita secara mental terlebih dahulu.

Intinya, mereka bermaksud mengebiri fungsi sosial kita dengan cara melemparkan hal-hal yang dibenci oleh Islam ke masyarakat umum. Saran saya, jangan mundur dari peranan sosial. Saudara kita yang belum memahami Islam di luar sana masih banyak dan mereka membutuhkan posisi kita untuk menjaga mereka (sekalipun mereka tidak tahu dan tidak menyadari)

“Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.”

“Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.”

“Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan
bertahannya akan melemah.”

*JANGAN TERLIHAT DAN JANGAN TERDENGAR*

Sunday, January 8, 2012

Agar Futur Tidak Menghantui

dakwatuna.com - “Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146) Saudaraku… Pengikut yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena bencana, ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar. Ada fenomena kelesuan atau futur dalam dimensi aqidah dan umumnya terjadi karena pergeseran orientasi hidup, lebih berorientasi pada materi duniawi an sich. Dan ada juga dalam dimensi ibadah dengan lemahnya disiplin -indhibath- terhadap amaliyah ubudiyah yaumiyah (harian). Adapun dalam dimensi fikriyah terlihat dengan lemahnya semangat meningkatkan ilmu. Di sisi lain pergeseran adab islami menyelimuti akhlaq mereka, belum lagi rasa jenuh dalam mengikuti aktivitas tarbawiyah atau pembinaan keislaman dan hubungan yang terlalu longgar antar lawan jenis. Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun, kadang pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para muharrik (orang yang bergerak) menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Suatu saat ia memiliki kondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. Tabiat manusia memang menggariskan demikian. Dalam kondisi iman yang turun ini, para muharrik kadang terkena satu penyakit yang membahayakan kelangsungan gerang langkah dakwah. Yaitu penyakit futur atau kelesuan. Saudaraku… Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak atau diam setelah bergerak, atau malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh. Terjadinya futur bagi muharrik, sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asal saja tidak mengakibatkan terlepasnya muharrik dari roda dakwah. Hanya malaikat yang mampu kontinyu mengabdi kepada Allah dengan kualitas terbaik. Firman Allah, “dan kepunyaan-Nyalah segala apa yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hentinya.” (Al-Anbiya: 19-20) Karena itu Rasulallah sering berdoa: Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku akhirnya. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalku keridhaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik hariku saat bertemu dengan-Mu.” Penyebab Futur Walaupun futur merupakan hal yang mungkin terjadi bagi muharrik, ada beberapa penyebab yang dapat menyegerakan timbulnya: Pertama, berlebihan dalam din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama) Berlebihan pada suatu jenis amal akan berdampak kepada terabaikannya kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sikap yang dituntut pada kita dalam beramal adalah washathiyyah atau sedang dan tengah-tengah agar tidak terperangkap dalam ifrath dan tafrith (mengabaikan kewajiban yang lain). Dalam hadits yang lain Rasul bersabda: “Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R. Muslim) Karena itu, amal yang paling di sukai Allah swt. adalah yang sedikit dan kontinyu. Kedua, berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan) Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sangat menjaganya. Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. Karena itu secara keseluruhan hal ini bisa menghalangi dalam amal dakwah. Ketiga, memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah (Mengedepankan hidup menyendiri dan berlepas dari organisasi atau berjamaah) Jauhnya seseorang dari berjamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul bersabda: “Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad) Jika setan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan zhan (prasangka) yang tidak pada tempatnya kepada organisasi atau jamaah. Jika berlanjut, hal ini menyebabkan hilangnya sikap tsiqah (kepercayaan) kepada organisasi atau jamaah. Dengan berjamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatan yang selalu baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing memiliki gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata: “Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.” Keempat, sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan kehidupan akhirat) Saudaraku… Banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.” Kelima, melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik dalam mengamalkan aktivitas ’ubudiyah harian) Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Selalu terjaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan Allah swt. Ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah atau spiritual yang baik sebagai dasar untuk bergerak dakwah. Namun sebaliknya, kelalaian untuk melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib maupun sunnah, dapat membuat seseorang terjerumus untuk sedikit demi sedikit merenggangkan hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berbicara kepada hati. Dakwah yang benar, selalu memulainya dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah membuatnya sedikit memiliki cahaya. Allah berfirman: “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40) Keenam, masuknya barang haram ke dalam perut (Mengkonsumsi sesuatu yang syubhat, apalagi haram) Ketujuh, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan. (Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dakwah) Setiap perjuangan selalu menghadapi tantangan. Haq dan bathil selalu berusaha untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang Pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”. Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk menggambarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu “fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para pelaku dakwah. Dengan “fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara ia tidak siap menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam perjuangannya. Dan itu membuat futur. Allah Berfirman: “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Al-Ahqaf: 14) Kedelapan, bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan orang-orang yang buruk dan bersemangat rendah) Kondisi lingkungan (biah) dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun atau tolong-menolong dan saling menasihatkan. Sementara teman yang buruk dapat melunturkan hamasah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu Rasulullah bersabda: “Seseorang atas diri sahabatnya, hendaklah melihat salah seorang di antara kalian siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud) Kesembilan, spontanitas dalam beramal (Tidak ada perencanaan yang baik dalam beramal, baik dalam skala individu atau fardi maupun komunitas atau jama’i) Amal yang tidak terencana, yang tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang jelas, tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan. Hanya akan timbul kepenatan dalam berdakwah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal (sistematika kerja). Hal ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal. Kesepuluh, jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat) Perbuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini terjadi, sulit diharapkan seorang juru dakwah mampu beramal untuk jamaahnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri pun sulit. Cara Mengobati Kelesuan Saudaraku… Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep. Pertama, jauhi kemaksiatan Kemaksiatan akan mendatangkan kemungkaran Allah. Dan pada akhirnya membawa kepada kesesatan. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa musibah oleh kemurkaan-Ku, maka binasalah ia.” (Thaha: 81) Jauh dari kemaksiatan akan mendatangkan hidup yang akan lebih berkah. Dengan keberkahan ini orang dapat terhindar dari penyakit futur. Allah berfirman: “Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi.” (Al-A’raf: 96) Kedua, tekun mengamalkan amalan siang dan malam Amalan siang dan malam dapat melindungi dan menjaga pelaku dakwah untuk selalu berhubungan dengan Allah swt. Hal ini dapat menjauhkannya dari perbuatan yang tidak mendapat restu dari Allah. Allah berfirman: “Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, ialah orang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Al-Furqan: 63-64) Ketiga, mengintai waktu-waktu yang baik Dalam banyak hadits Rasulullah saw. banyak menginformasikan adanya waktu-waktu tertentu dimana Allah swt. lebih memperhatikan doa hamba-Nya. Sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, antara dua khutbah, ba’da Ashar hari Jum’at, bulan Ramadhan, bulan Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, rajab dll. Waktu-waktu itu memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah. Keempat, menjauhi hal-hal yang berlebihan. Berlebihan dalam kebaikan bukan merupakan tindakan bijaksana. Apalagi berlebihan dalam keburukan. Allah memerintah manusia sesuai dengan kemampuannya. Firman Allah: “Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu!” (At-Taghabun: 6) Islam adalah Din tawazun (keseimbangan). Disuruhnya pemeluknya memperhatikan akhirat, namun jangan melupakan kehidupan dunia. Seluruh anggota tubuh dan jiwa mempunyai haknya masing-masing yang harus ditunaikan. Dalam ayat lain Allah berfirman: “Demikianlah kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (adil) dan pilihan. (Al-Baqarah: 143) Kelima, melazimi Jamaah “Berjamaah itu rahmat, Firqah (perpecahan) itu azab.” demikian sabda Rasulullah. Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Barangsiapa yang menghendaki tengahnya surga, hendaklah ia melazimi jamaah.” Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majelis dzikir dan pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan rutinitas. Keenam, mengenal kendala yang akan menghadang Saudaraku… Pengetahuan pelaku dakwah dan pejuang akan tabiat jalan yang hendak dilalui serta rambu-rambu yang ada, akan membuatnya siap, minimal tidak gentar, untuk menjalani rintangan yang akan datang. Allah berfirman: “Dan beberapa banyak Nabi yang berperang bersama mereka sebagian besar karena bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146) Ketujuh, teliti dan sistemik dalam kerja. Dengan perencanaan yang baik, Pembagian tugas yang jelas, serta kesadaran akan tanggung jawab yang diemban, dapat membuat harakah menjadi harakatul muntijah (harakah yang berhasil). Perencanaan akan menyadarkan pejuang, bahwa jalan yang ditempuh amat panjang. Tujuan yang akan dicapai amat besar. Karena itu juga dibutuhkan waktu, amal dan percobaan yang besar. Jika ini semua telah dimengerti, insya Allah akan tercapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan. Kedelapan, memilih teman yang shalih Rasulullah bersabda: “Seseorang tergantung pada sahabatnya, maka hendaklah ia melihat dengan siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud) Kesembilan, menghibur diri dengan hal yang mubah Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif serta memberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan. Kesepuluh, mengingat mati, surga dan neraka Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.” Saudaraku… Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan Allah) dan daya intilaq (lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena borosnya biaya dan rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita, Amin. Wallahu a’lam bis shawab Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/04/2378/agar-futur-tidak-menghantui/#ixzz1iwF0y0Ob

Sunday, November 27, 2011

7 Prinsip Sukses Menjadi Pemimpin

Menjadi pemimpin memang tak mudah. Karena itu, hanya sedikit orang yang mencapai puncak dan bisa terus dikenang hingga kini. Sebenarnya, faktor apa saja yang dimiliki para pemimpin puncak hingga bisa jadi "legenda"? Kita semua sebenarnya tercipta sebagai pemimpin. Minimal, memimpin diri kita masing-masing. Namun sayangnya, memimpin diri sendiri pun, masih sering mengalami kendala. Mulai dari membiarkan pikiran negatif muncul, memelihara sikap miskin mental, dan berbagai hal kurang baik lainnya. Padahal, dengan mengubah cara pandang saja, berpikiran selalu positif, mengembangkan kekayaan mental, akan mampu menjadikan kita sebagai pemimpin yang mumpuni. Jika memimpin diri sendiri berhasil kita lampaui, maka menjadi pemimpin dalam arti sebenarnya juga mengandung tantangan yang tak kalah hebatnya. Hanya mereka yang mampu, mau, dan bersedia terus maju, yang akan jadi pemimpin hebat di bidangnya. Dan, sebenarnya, kita pun bisa mencapainya. Bagaimana caranya? Berikut tujuh kriteria penting yang harus dimiliki seseorang agar jadi pemimpin unggulan, yang disarikan dari Paul B. Thornton yang menulis buku Leadership: Best Advice I Ever Got. 1. Pemimpin mampu menjadikan segalanya nyata. Seorang pemimpin haruslah memiliki semangat dan kemauan keras untuk mewujudkan keinginannya menjadi nyata. Untuk itu, pemimpin pasti memiliki sikap seorang do-ers alias mengutamakan action. John Baldoni, pendiri Baldoni Consulting LLC, mendapat nasihat agar menjadi orang yang tekun dari ayahnya. Sementara, sang ibu mengajarkan untuk tidak melupakan kasih sayang. Karena itu, pemimpin yang baik selain berusaha mewujudkan ambisi, juga tidak melupakan para pendukungnya. 2. Pemimpin mendengarkan dulu, baru memimpin. Steven Covey pernah menyebut, Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut. Ini berarti, kita sebenarnya diperintahkan untuk lebih banyak mendengar daripada berkata-kata. Cordia Harrington, Presiden dan CEO dari Tennessee Bun Company menyebutkan, sebagai pemimpin agar mengutamakan untuk memahami lebih dulu, dibanding keinginan untuk dipahami. 3. Pemimpin menjawab pertanyaan dengan jelas dan terarah. Ada tiga pertanyaan mendasar yang biasanya ditanyakan anak buah: Ke mana kita akan mengarah? Bagaimana kita mencapainya? Apa peran saya? Menurut Kevin Nolan, President & Chief Executive Officer dari Affinity Health Systems, Inc, kemampuan menjawab dengan jelas dan terarah dari ketiga pertanyaan tersebut akan jadi indikator sukses tidaknya seorang pemimpin. 4. Pemimpin menguasai visinya sehingga mampu bekerja di mana dan kapan saja di segala kondisi. Debbe Kennedy, President, CEO dan pendiri Global Dialogue Center and Leadership Solutions Companies, menyebutkan bahwa dunia terus berubah. Maka, seorang pemimpin harus menguasai perubahan dengan mengetahui secara pasti tujuannya. Untuk itu, seorang pemimpin harus membekali diri dengan beberapa hal, yakni: kemampuan mewujudkan ide-ide, membangun rencana yang terarah, pandai mengeksekusi, berorientasi hasil terbaik di setiap waktu. 5. Pemimpin selalu penuh keingintahuan. Hal ini akan mendorong dirinya menjadi orang yang selalu haus akan informasi terbaru dan terus melakukan pengembangan berkelanjutan. Menurut Mary Jean Thornton, mantan CIO (Chief Information Officer) dari The Travelers, semua perkembangan didasari oleh kemajuan berpikir. Karena itu, di perusahaannya, ia selalu membiasakan diri dan anak buahnya untuk selalu berpikir kreatif dan menantang untuk membangun masa depan. 6. Pemimpin selalu mendengar dari dua sisi. Seperti yang sudah disebutkan, kemampuan mendengar dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Namun, tak cukup hanya jadi pendengar. Informasi yang didapat harus meliputi semua sisi. Karena itu, seorang pemimpin andal tak lantas percaya begitu saja dengan penuturan satu sisi. Ia harus mampu menggali dan "mendengar" dari sisi lain sehingga bisa melakukan tindakan yang objektif. Brian P. Lees, senator dari negara bagian Massachusetts, AS menyebutkan pentingnya untuk bergaul dengan semua kalangan. Mulai dari profesor sampai anak-anak sekolah, dari pemimpin lain hingga rakyat biasa. 7. Pemimpin pasti selalu memiliki persiapan, persiapan, dan persiapan. Ada satu pepatah mengatakan, jika Anda gagal membuat rencana, maka Anda sedang merencanakan untuk gagal. Ini mengandung makna, bahwa persiapan menyeluruh, dimulai dari rencana yang matang dan tindakan yang terarah, akan jadi indikator pertama tentang sukses tidaknya kepemimpinan kita. Tak heran, jika ada idiom, persiapan adalah ilmu untuk meraih kemenangan. Untuk itu, mutlak kiranya seseorang pemimpin menyiapkan segala hal-termasuk dengan rencana cadangan-agar mampu mencapai sukses yang didambakannya.

Friday, November 25, 2011

KELUARGA BESAR BADKO TKATPA DESA SERUT

SELURUH KELUARGA BESAR BADKO TKATPA DESA SERUT MENGUCAPKAN

Tuesday, November 22, 2011

TPA ku SAYANG TPA ku TIDAK MALANG

Ustad-ustadzah yang dirahmati Allah, fenomena yang sering kita temui dalam kegiatan perTPA-an adalah semakin sedikitnya jumlah santri atau semakin sedikitnya SDM yang mengelola TPA atau bahkan dua duanya, sehingga membuat TPA seperti lampu yang kehabisan minyak. Jika kita mau sebentar menengok sebab apakah yang membuat hal ini terjadi maka kita akan kembali kepada kaidah kebaikan yang tidak tertata akan dikalahkan oleh keburukan yang tertata, ya fakta itulah yang sekarang ini terjadi pada TPA kita, mari sejenak kita coba analisis beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Dua sisi dakwah Ustad-ustadzah yang dimuliakan Allah, telah kita ketahui makna dari adda’wah adalah mengajak, menyeru atau secara istilah adalah menyeru kepada manusia sampai mereka terpengaruh dengan apa yang kita bawa. Jadi dalam makna adda’wah ternyata penjelasan berupa kalimat terbuka, yaitu pada kalimat apa yang kita bawa, kalimat itu menunjukkan bahwa menyeru kepada manusia tidak hanya kebaikan saja yang melakukan tetapi kemaksiatan juga menyeru kepada manusia agar mereka menjauhi Islam dan mengikuti kemaksiatan. Na’udzubillahi min dzaalika, ini yang sering kita terlena dan lupa bahwa musuh kita adalah orang-orang yang menghalangi manusia kepada Islam dengan berbagai cara. Ikhwah fillah… Seruan terhadap kemaksiatan yang dilancarkan oleh para da’inya ternyata lebih dahsyat dan tertata sangat rapi sehingga sampai detik ini kema’siatan masih saja lebih menarik dari pada kebajikan, club malam masih lebih menarik dari pada masjid dan konser musik lebih dahsyat dan menarik dari pada pengajian pengajian dan halaqoh. Bahkan seruan yang dilancarkan oleh kema’siatan mempengaruhi bukan hanya pada obyek (baca = anak anak dan remaja) tetapi juga orang disekitarnya (baca = orang tua), islamophobia mulai menyerang mereka, ketakutan jika anak anak mereka mulai menunjukan penampilan yang islami, bahkan sebagian institusi (baca = sekolah) belum juga mengijinkan pendampingan agama islam (PAI) yang diselenggarakan oleh Alumni untuk masuk ke sekolah, dengan alasan kekhawatiran terjebak dalam aliran sesat, tetapi sayangnya mereka (sekolah) tidak pernah mengkhawatirkan siswa mereka ikut dalam konser konser musik, foya foya, dan sebagainya. Sehingga islam seolah oilah menjadi musuh yang pantas dicurigai. Standar baik buruk yang tidak paten Ikhwah fillah… Yang kedua selain keterlambatan kita mengetahui serangan pemikiran seperti disebut di atas, ternyata dalam masyarakat kita mempunyai standar baik buruk yang tidak paten. Seorang pemudi akan dianggap bermasalah jika sudah cukup umur tetapi belum ada pemuda yang main ke rumah, anak dikatakan hebat jika bias juara 1 disekolah walaupun tidak sholat, seorang ustad dikatakan bagus dalam mengisi pengajian asalkan lucu walaupun isi pengajiannya tidak ada hujjahnya, seorang pemuda akan dianggap bagus jika pendidikan formalnya tinggi walaupun tidak bisa membaca Al Qur’an. Ustad-ustadzah pernah mencoba bersandar pada kursi kemudian tiba tiba kursi itu ditarik? Apa yang terjadi?... betul kita akan tersentak dan akhirnya terjatuh. Persis seperti itu jika kita menyandarkan sesuatu kepada yang tidak paten, standar yang paten hanyalah Al qur’an dan Assunnah yang sampai hari kiamat tidak akan pernah berubah. Harusnya standar baik buruk yang ada dalam masyarakat sesuai dengan Al Qur’an dan Assunnah sehingga tidak akan ada lagi ungkapan “sik penting anakku juara, arepo ra melu TPA” Mereka juga membelanjakan harta untuk menghalagi manusia dalam Islam Muhammad Ibnu Ishaq melalul AI Zuhri berkata: "Setelah orang-orang kafir quraish kalah dalam peperangan Badr, mereka pulang dan terus merancang untuk menyerang kembali orang-orang Islam. Mereka berjumpa dengan Abu Sufyan yang telah dapat melepaskan dirinya dan harta dagangannya dari serangan tentera-tentera Islam. Mereka lalu menceritakan pada Abu Sufyan bahawa banyak di antara mereka kehilangan anak, ayah dan saudara dalam peperangan Badr. Mereka berkata pada hartawan dan pedagang quraish itu: "Sesungguhnya Muhammad telah ganjilkan kita. Jadi bantulah kami dengan harta kamu, mungkin kali ini kita akan dapat menebus kekalahan (di Badr). Lalu merekapun menyerahkan harta mereka untuk tujuan mereka itu ... " Peristiwa di atas adalah asbabunuzul surat al anfal ayat 36 Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan, Sikap seperti ini adalah satu cara tradisi bagi setiap musuh-musuh Islam, semasa dahulu maupun sekarang ini, malah sampailah pada hari akhirat. Inilah satu sunnatullah yang mesti difahami oleh setiap orang yang beriman dan yang berusaha untuk melaksanakan Islam dalam masyarakatnya. Sebagaimana seperti yang berlaku dahulu, mereka orang-orang kafir ini, akan berusaha secara tolong menolong dengan harta dan tenaga mereka untuk menyekat kebenaran dakwah Islamiah, bahkan kebenaran Islam, Deen Allah SWT yang syumul dan lengkap. Sejak awal dakwah, orang-orang kafir selalu menghalang-halangi dakwah secara bergotong royong, bekerja sama satu sama lain, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq: "..dan merekapun berkata pada Rasulullah SAW, "Sekiranya kamu mau harta, maka kami akan kumpulkan harta-harta itu, dan menjadikan kamu orang yang paling kaya di antara kami, dan sekiranya kamu inginkan kemuliaan, maka karni akan melantik kamu menjadi ketua dan penguasa ke atas kami, dan kami tidak akan mengambil sebarang keputusan tanpa keizinanmu...... Solusi yang solutif Membuat TPA lebih menarik dari pada acara TV Menunjukan kepada masyarakat bahwa santri TPA bagus dalam prestasi akademik Jadilah da’I yang kaya Dengan menjadi da’I yang kaya maka kita tidak akan lagi merasa berat untuk menafkahkan harta kita dan lebih membawa kita untuk mudah dalam menjalanmkan amanah dakwah karena kita bias menyingkirkan 1 masalah dakwah yaitu alas an tidak terlibat dalam aktifitas dakwah kjarena pekerjaan atau mengejar maisyah. Bersungguh sungguh dalam menegakkan Islam Orang-orang yang beriman, yang melalui proses didikan di bawah Madrasah Rasulullah SAW mereka faham yang halangan-halangan in adalah satu sunnatullah, yang sudah semestinya mereka hadapi dengan penuh kesabaran. Orang-orang yang beriman, mereka faham yang mereka juga mesti berada bersama-sama dalam satu Jamaah, dan berjihad dengan segala apa yang ada pada diri mereka, sama ada dengan harta, tenaga dan jiwa raga mereka. Bagi mereka tidak ada hudnah dalam menyebarkan Fikrah Islamiyah, yaitu dalam erti kata tetap melaksanakan Islam dan beriman dengan Allah SWT dalam setiap suasana yang mereka hadapi. Sabda Rasulullah SAW yyang bermaksud; "Jihad tidak akan berhenti sehingga ke hari kiamat. " Orang-orang kafir, mereka tidak akan berhenti daripada usaha mereka itu, dan tidak akan membiarkan orang-orang beriman bersenang-senang. Oleh itu kita mestilah menyusun dan merancang kerja-kerja kita untuk menentang jahiliyah. Adalah satu sunnatullah, sekiranya kita ingin menentang jahiliyah maka mestilah dalam satu usaha yang tersusun rapi. Berada dalam satu Harakah Islam yang mempunyai satu sistem tarbiyah yang benar, dan berkembang dengan cara yang benar juga. Bukan berkembang dengan cara yang tidak masyruk. Orang-orang beriman sadar bahwa jahiliyah itu lemah, karena ia tidak ada kekuatan mutlak. la hanya bergantung pada ketua-ketua dan kekuatan kebendaan saja. Namun bagi orang-orang beriman senjata mereka adalah di tangan Allah SWT. Kata as-Syahid Syed Qutb: "Kamu adalah lebih tinggi, oleh itu jangan kamu merasa lemah dan rendah lantas meminta damai (dengan jahiliyah). Kamu adalah lebih tinggi dari segi aqidah dan konsepsi hidup. Kamu adalah lebih tinggi dari segi ikatan penghubung dengan Tuhan yang Maha Tinggi dan Agung... kamu adalah lebih tinggi dari segi kekuatan, keteguhan dan kemenangan kerana kekuatan Yang Teragung adalah bersama-sama kamu. Kamu tidak bersendirian, tetapi kamu adalah didampingi oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa.....".

Wednesday, December 29, 2010

sungguh jalan dakwah ini bukanlah jalan orang - orang yang suka mengeluh..

sungguh jalan dakwah ini bukanlah jalan orang - orang yang suka mengeluh..
bukan pula jalan orang - orang yang mudah putus asa,
dan bukan pula jalan orang - orang yang mudah tergiur oleh kenikmatan dunia,

tak selamanya jalan ini lurus...
...sering jalan ini terjal,
penuh duri dan kerikil - kerikil tajam....

siapkan hati kita dengan kokohnya akar aqidah yang menopang,
siapkan otak kita dengan al ilmu qablal amal
sipkan kaki dan tangan kita dengan jari - jari amalan wajib dan sunah
siapkan dan siapkan setiap anggota tubuh kita untuk berjuang, bersama...

hingga seluruh tubuh kita akan tersenyum kelak ketika kaki kita melangkah di SyurgaNya...

by: Ari Purwanti