BadkoSerut Membangun Kader :

"Rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan Rijalul 'amal (orang yang pandai bekerja) dan Rijalul 'amal tidak sama dengan Rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Kemudian Rijalul jihad pun tidaklah sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yakni orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil"

Kader dakwah menyeru masyarakat dengan seruan pujangga Ar Rofi'i:

"Jangan kacau--------> di sini ketertiban" "Jangan menyimpang--------> di sini jalan yang lurus" "Jangan mundur-----> di sini saya menyeru" Tak ada sesuatupun yang dapat memperbudak kalian selama teriakanmu: Allahu Akbar...!!!

Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi Iman

Konsisten di atas al-Haq sampai mati adalah sesuatu yang sangat berat, sehingga Rasul sering berdo'a dengan do'a ini: "Ya Allah yang memutar balikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di jalan agamaMu."

Tanda Cinta Kepada Allah :

"Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka selalu bertawakkal (berserah diri) kepada Rabb mereka." (QS. 8:2).

QS. At Taubah ayat 11,

"Sesungguhnya Allah telal membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar."

Tuesday, March 27, 2012

Serunya BADKO CERIA 2012

Alhamdulillahirobbil'alamin ... Segala puja dan puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan limpahan kenikmatannya kepada semua makhluk didunia ini, sehingga masih bisa merasakan hangatnya sinar matahari pagi hehe, Salam dan sholat semoga selalu tercurahkan kepada idola terberat kita yakni Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada ummatnya yang setia hingga akhir zaman ini, Sahabat Badko dimanapun anda berada, Alhamdulillah telah terlaksana agenda dahsyat Badko dibulan ini yakni Badko Ceria 2012, dimana dalam acara ini diisi dengan berbagai kegiatan lomba diantaranya lomba menghias sepeda dan sepeda santai, lomba menggambar dan lomba mewarnai, Acara berlangsung pada hari Ahad,25 Maret 2012 bertempat di MTs Sunan Kalijaga Serut, dimulai pukul 08.00 pagi. Semua acara berlangsung sukses dan meriah sekali, Dimulai dari acara menghias sepeda, Banyak peserta yang mengikutinya,dan tak lupa dengan berbagai kreasi mereka,ada yang pakai pita warna warni ada bendera merah putih dan masih banyak lagi propertinya,pokokke seru abissss Setelah sepeda hias maka sepeda diteruskan darak keliling sekaligus sepeda santai bersama,dengan rute layaknya lomba paris dakkar,menempuh puluhan centimeter haha, alhamdulillah tidak ada kasus yang berarti,yaaa walaupun ada kasus kecil dengan jatuhnya sang penunjuk jalan yakni mas rusmadi dari Ngalang alang ombo dan pak Juli dari karangdowo tapi alhamdulillah tidak terjadi hal yang tidak diinginkan yang lainnya,.... Lomba selanjutnya menggambar dan mewarnai yaa Ramai seru pokoknya untuk lomba 2 itu, Pertama,karena pesertanya membludak dari perkiraaan hanya sekitar 20 peserta yang terdaftar,tapi pada hari h mencapai 70 orang bahkan lebih, sehingga panitia harus menambah lagi untuk kertas mewarnainya jee, Kedua, persiapan tempatnya juga terganggu, rencana awal hanya disiapkan satu ruang kelas tapi harus memakai ruang tk nurul huda juga akhirnya,bahkan ada yang hanya memakai tikar untuk alas mewarnai dan menggambar tapi tetep semangat juga santri santrinya kie, luar biasaaaa .... Terakhir pembagian hadiah dan penutupan acara lomba pada kesempatan lomba ini hadiah lomba hanya sederhana tapi bukan itu yang kita nilai tapi makna dibalik sebuah kesederhanaan itu yang terpenting, Dan masih banyak lagi cerita seputar kegiatan ini,yang bisa dituliskan maka akan pegel jari jari ini memainkan diatas teks keyboard komputer ini, Mudah mudahan ini bisa menjadi inspirasi buat teman teman yang lain sehingga dimasa yang akan datang bisa lebih memberi warna untuk dakwah di Serut ini, Salam dakwah tanpa batas,... ALLAHU AKBAR!!! Sedikit gambar dokumentasi dari BADKO CERIA 2012
Part1
Part2
Part3
Part4
Part5
Part6
Part7
Part8

Monday, March 26, 2012

Dosa(mu) Adalah Alasan Mengapa Harus Berdakwah

dakwatuna.com – Begitu banyak generasi muda Islam yang -seharusnya menjadi penggerak dakwah menuju kejayaan Islam- menjadikan dosa-dosa yang mereka lakukan sebagai alasan untuk meninggalkan lapangan dakwah. Padahal kemunduran mereka sama sekali tidak membuat keadaan dakwah ini menjadi lebih baik, tapi justru secara tidak langsung mereka telah menjadi “musuh” yang menghambat pergerakan dakwah dengan sikap apatis mereka. Fenomena ini adalah sebuah kesalahan yang sangat diwaspadai. Jangan sampai semangat untuk beramar ma’ruf nahi munkar menjadi pudar hanya karena dosa dan kesalahan di masa lalu. Bukankah Allah SWT telah berfirman, “Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS. An-Nur: 21) Maka, jangan sampai kita berhenti beramar ma’ruf nahi munkar dengan alasan kita adalah seorang pendosa. Abul Faraj Ibnul Juazi mengatakan, “Sungguh, Iblis telah berhasil membujuk rayu sebagian ahli ibadah. Dia melihat kemungkaran, tetapi tidak mengingkarinya dan tidak mencegahnya. Lalu orang tadi berkata, ‘Yang mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan adalah orang yang sudah bagus dan baik. Sementara saya belum baik betul, bagaimana mungkin saya menyuruh orang lain?’ Hal ini adalah sebuah kesalahan, karena dia seharusnya (tetap) mencegah kemungkaran dan menyuruh kepada yang ma’ruf.” Seorang lelaki pernah berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, “Apakah seseorang itu tetap bertahan terus sampai dia sempurna, kemudian baru mendakwahi manusia?” Imam Ahmad menjawab, “Siapakah orang yang sempurna? Tetaplah berdakwah kepada manusia.” Begitu pun dengan yang diwasiatkan Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyyah kepada Abul Qasim Al-Maghribi, “Bahwa seorang hamba pasti melakukan kesalahan dan dosa adalah sebuah kemestian yang ada pada seorang hamba. Namun dia harus meminta ampun kepada Allah, sehingga seseorang tidak beralasan (untuk tidak melakukan kebaikan), hanya karena ia telah berdosa”. DR. A’idh al-Qarni, seorang ulama yang sangat besar perhatiannya terhadap dakwah dan generasi muda Islam saja pernah menemui seorang pelaku dosa dan memintanya agar aktif dalam lapangan dakwah pada Allah, agar dia ikut andil berceramah, ikut serta dalam beramar ma’ruf nahi munkar atau pengajian. Agar ia juga aktif memberikan kata-kata yang sejuk dan baik serta ikut dalam menasihati saudara-saudaranya. Beliau melakukan hal ini dengan sebuah alasan yang sangat baik, “karena setiap orang -walaupun pendosa sekalipun-, pantas dan berhak untuk berdakwah dan berceramah kepada manusia”. Tentunya sesuai dengan kapasitasnya. Pertanyaannya, bukankah itu sama halnya dengan munafik? Jawabannya, TIDAK! Mereka yang tetap beramar ma’ruf nahi munkar -walaupun mereka memiliki “kekurangan”- adalah mereka yang -Insya Allah- akan dibersihkan dan disucikan dari dosa yang telah mereka kerjakan. Bukankah Rasulullah saw. Telah bersabda -hadits ke-18 dalam Hadits Arba’in- : “Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlaq yang baik” Bukankah dakwah -menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan- merupakan sebuah kebaikan yang dapat menghapus dosa? Bukankah orang yang istiqamah dalam berdakwah akan lebih malu bermaksiat kepada Allah sehingga hidupnya senantiasa terarah pada jalan yang diridhai-Nya? Ya, setiap kita pernah berbuat kesalahan… Tapi sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat. Dan dakwah tentunya dapat menjadi sarana taubat terhadap dosa dan keburukan yang telah dikerjakan. Terakhir, sebelum mengakhiri catatan singkat ini marilah sama-sama kita renungkan sabda Rasulullah SAW dalam Shahih Muslim “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalau sekiranya kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kamu. Kemudian Allah akan mendatangkan kaum selain kamu. Mereka berbuat dosa, dan mereka meminta ampun kepada Allah, lalu Allah mengampuni mereka.” (H.R. Muslim) Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/03/19375/dosamu-adalah-alasan-mengapa-harus-berdakwah/#ixzz1qHsrJ6Ug