BadkoSerut Membangun Kader :

"Rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan Rijalul 'amal (orang yang pandai bekerja) dan Rijalul 'amal tidak sama dengan Rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Kemudian Rijalul jihad pun tidaklah sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yakni orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil"

Kader dakwah menyeru masyarakat dengan seruan pujangga Ar Rofi'i:

"Jangan kacau--------> di sini ketertiban" "Jangan menyimpang--------> di sini jalan yang lurus" "Jangan mundur-----> di sini saya menyeru" Tak ada sesuatupun yang dapat memperbudak kalian selama teriakanmu: Allahu Akbar...!!!

Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi Iman

Konsisten di atas al-Haq sampai mati adalah sesuatu yang sangat berat, sehingga Rasul sering berdo'a dengan do'a ini: "Ya Allah yang memutar balikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di jalan agamaMu."

Tanda Cinta Kepada Allah :

"Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka selalu bertawakkal (berserah diri) kepada Rabb mereka." (QS. 8:2).

QS. At Taubah ayat 11,

"Sesungguhnya Allah telal membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar."

Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts
Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts

Monday, October 30, 2017

Kadang, berseminar itu melelahkan

Kadang, berseminar itu melelahkan. Kata siapa? Yah, kata saya. Namun demikian, tetap saya lakukan. Kenapa? Ternyata ada alasan tersendiri.

Ahad kemarin untuk kesekian kalinya saya seminar bareng Andrie Wongso dan Tung Desem Waringin, ikon-nya dunia seminar di tanah air. Boleh dibilang, mereka adalah gurunya guru. Right?

Seperti biasa, ticket for charity. Tepatnya untuk para pengungsi Rohingya melalui Dompet Dhuafa. Doakan ya, semoga beliau-beliau tetap sehat, panjang umur, dan lancar rezeki. Aamiin. Demikian pula para peserta seminar yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Selama 2 tahun terakhir, 60% seminar saya konsepnya sudah charity alias sosial. Peserta tetap bayar, tapi sayanya tidak dibayar. Kok nggak gratis saja? Kalau peserta digratiskan, kemungkinan besar mereka kurang serius.

Berdasarkan pengalaman saya, lebih baik peserta tetap bayar terus uang tiketnya saya donasikan. Kalau peserta nggak punya uang, gimana? Yah sudah, kerahkan tenaga. Bantu panitia mendapatkan 5 peserta berbayar. Bukan memelas, berharap dikasihani.

Meski lelah dan tidak ada uangnya, kenapa saya masih mengadakan seminar ini-itu, bahkan secara rutin? Saya ingin melihat perubahan, pada setiap peserta. Begitu mereka berubah, rasanya menyenangkan. Sangat menyenangkan.

Juga saya ingin kesibukan saya dalam seminar menjadi amal jariyah buat almarhum papa saya serta almarhum kakek-nenek saya. Meski tak seberapa, tentu rasanya melegakan saat kita tahu bahwa ada pahala yang mengalir buat orangtua manakala si anak berusaha berbuat baik dan mengajarkan ilmu.

Doakan saya, semoga niat saya tetap terjaga. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Thursday, October 26, 2017

Harta Gono-Gini* Oleh: Arsan Nurrokhman

*Harta Gono-Gini*

Oleh: Arsan Nurrokhman

Kalau tidak melakukan perjanjian pemisahan harta, maka harta yang didapat (oleh siapapun) sesudah menikah itu adalah milik bersama. Jika bercerai, maka jadi gono-gini. Jika salah satu pailit, maka harta keduanya pun ikut disita pula.

Banyak yang ternyata belum tahu hal ini..

Makanya ada yang ingin sertipikatnya atas nama istri (sebagai bukti cinta) atau atas nama suami (untuk menunjukan kepemilikan) atau bahkan ada yang ingin dua nama sekaligus  (sebagai lambang kesetiaan).. :D

Padahal  sertipikat (tanah) mau atas nama istri atau suami itu tidak penting. Kalau menjual ya harus sepersetujuan istri atau suami. Kalau salah satu pailit ya semua hartanya disita. Kecuali harta yang jelas dari hadiah atau warisan.

Sebetulnya itu (perjanjian pemisahan harta) sudah populer dan lazim bagi para pengusaha. Untuk antisipasi risiko. Tapi yg melakukan masih kebanyakan keturunan Tionghoa.

Masih ada persepsi negatif bagi orang pribumi yang berjanji sehidup semati dan siap hidup di bawah kolong jembatan kalau mengalami kerugian.

Nah, perjanjian pemisahan harta itu disebut juga perjanjian pra-nikah (prenuptial agreement), sehingga mestinya dilakukan sebelum menikah. Namun ternyata sudah ada pembaharuan aturan berdasar putusan MK tahun 2015; bahwa perjanjian itu bisa dilakukan sebelum atau sesudah pernikahan.

Aturan yang bisa dirujuk:
* Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
* Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 Tahun 2015

Diskusi di wall *Taufiq Dwi Tresnanto* yang dipindahkan ke sini. Semoga bermanfaat..

Ohya, perjanjian itu dibuat notaris ya.. Bukan di hadapan mertua.. :D

Tuesday, May 30, 2017

Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, MA; Beliau nyampein tadabbur QS Al Anfal ayat 60

_Bismillah..._
Notulis : jerry www.sekolahumroh.com

Mau sedikit sharing isi kajian bada isya/ sebelum tarawih di Maskam UGM tadi. Yg menu buka nya sate, ehh,  yg pembicaranya Bpk Prof.  Dr. Yunahar Ilyas,  Lc,  MA *monggo dikoreksi jika ada yg keliru...

Beliau nyampein tadabbur QS Al Anfal ayat 60. Insyaa Allah sdh familiar nggih dg bunyi ayatnya...

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
بِسْمِ اللّهِ الرَّالرَّحْمنِ الرَّحِيْم

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

_"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)."_

QS Al Anfal ini banyak bercerita ttg Perang Badar,  dimana saat itu kaum muslimin adl kaum minoritas dan kafirin musyrikin mayoritas. Pasukan kaum muslimin yg jmlhnya cuma 307 atau 309 melawan 1000 pasukan musuh yg lengkap persenjataannya. Tp Allah menangkan mrka.  Sgt jarang sekali trjdi kemenangan kaum minoritas sprti ini atas izin Allah.

Kita (umat islam) saat ini sdh mayoritas.  Dan ini adl kekuatan jika kita mau *"bersatu".*

Prof Yunahar td menyoroti kata _mastatho'tum minquwwati..._ Mempersiapkan kekuatan (dr apa saja yg km sanggupi). Dg sebaik2nya smpai batas kesanggupan.  Artinya sampai kemampuan maksimal (bkn batas minimal kyk kita2 kita?  Sy aja kali, hehe..) Misalnya infaq acara kajian semampunya dianggap seadanya atau lebih sdkit lagi 'seikhlasnya'. Begitulah fenomenanya...

*Kekuatan yg mesti kita miliki kata Prof Yun tadi ada 7:*

*1.) Quwwatul Aqidah:* kemenangan di masa Rasulullah dan sahabat dulu trjdi krn aqidah mrka kuat. Krn mrka tinggalkan itu yg namanya takhayul khurafat dan sejenisnya.

*2.) Quwwatul Ibadah:* pak JK prnah blg,  dari dftar 100 org miskin,  mesti 90 nya org Islam.  Tp dr dftar 100 org kaya,  90 nya non muslim. Para cendekiawan muslim melakukan penelitian knp mayoritas umat Islam miskin.  Hasilnya? Jreng jreng....  Kurang ibadah!  Liat aja masjid2 pd sepi,  kecuali pas ramadhan gini, banyak mahasiswa, hehe.. Bpk2 ada aja alasan ga sholat ke masjid. Apa hubungannya?  Ada... Jika ibadahnya kuat, insyaa Allah rezekinya jg kenceng, sekalian silaturrahmi dan banyak jaringan.

*3.) Quwwatul Akhlak:* degradasi moral dimana2.  Pergaulan bebas merajalela,  liat aja hasil survey dr pelajar SMP sampe yg kuliahan,  wanita karir dsb. Yg relatif aman dr pemerkosaan cuma nenek2 *maaf ya nek Kalo kuat aqidah dan ibadah,  insyaa Allah akhlaknya jg baik dan kita hidup lebih maju...

*4.) Quwwatul 'Ilmi:* perkuat ilmu. Dulu kmpulan ilmu2 (perpustakaan) dr para sahabat dan ulama terdahulu pernah terkubur di Alexandria (masa kejayaan Yunani),  kemudian digali dan dibawa kembali ke timur dan dipelajari lg, lalu dibawa pergi lg ke Andalusia (Spanyol) maka mulai dr situlah org barat mempelajari ilmu2 tsb dan yg mgkn smpe ke kita skrg.  Smga bisa kembali ke timur, aamiin. Pokoknya kuatin ilmu kita...

*5.) Quwwatul Maal:* harta tentunya menunjang kebutuhan ibadah kita.  Misal biar bisa brgkt haji atau umroh kan butuh harta.  Zakat infaq sodaqoh dst.  Maka bercita2lah jd muzakki.  Boleh jd pegawai tp kalo bisa banyakin saudagarnya.  Muhammadiyah mencanangkan program 1000 saudagar. Masyaa Allah...  Saudagar beneran loh

*6.) Quwwatul Jama'ah:* ukhuwah atau kebersamaan.  Ini jg modal besar bagi kita utk bangkit.  Ada cerita dua org yg ketemu dan berkenalan di masjidil haram pas umroh.  Stlh ngobrol2..  Ehh ternyata mereka sekampung dan rumahnya sebelahan.  Sekampung tp tetanggaannya di masjidil haram kan lucu... Setidaknya dg shalat berjamaah di masjid sehari2 mbuat kita saling mengenal,  ga hapal nama tp stdknya hapal wajah.  Makanya Rasulullah SAW ajarkan tiap abis ngimam sholat duduknya menghadap jamaah atau seenggaknya miring keliatan pipi kanannya.  Beliau jd hapal jamaahnya dan akan menanyakan jika tdk hadir sekali dua kali...

*7.) Quwwatul Persenjataan* (bahasa arabnya apa ya tadi ): dsni mksdnya bkn 'teroris' loh ya,  tp menyiapkan perlengkapan perang dlm rangka menggetarkan musuh2 Allah.  Prnh di suatu konferensi internasional,  istilah persenjataan dlm bhs arab td diartikan sbg teroris, lalu Prof Yun mengcounter,  itu istilah dr ayat suci Al Qur'an lho... Apakah ada yg namanya teroris syar'i?  Semua jawab ga ada! Nah itu dia..  Jgn samakan...

Demikian begitu saja yg bs sy sampaikan. Mohon maaf jika ada redaksi yg kurang tepat,  krn td ga nyatat seingatnya aja... Monggo jika ustadz/ah di sini ingin mengoreksi atau menambahkan...

Kesimpulannya mari penuhi kekuatan2 tadi agar umat Islam semakin bersatu dan bangkit menuju kejayaan dalam keridhoan Allah SWT... Allahuakbar☝

_Wallahu'alam bisshowab..._

Saturday, April 22, 2017

Woooow keren, HIDUP TAK PERLU PENSIUN

*"HIDUP TAK PERLU PENSIUN"*

_oleh : Prof. Dr. Shigeaki Hinohara_
(Selalu positif thingking utk BAHAGIA)

Dokter HINOHARA, adalah Professor medicine, pendiri paliatif pertama di Asia
Dr. Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Beliau adalah aset nasional Jepang! Lahir thn 1911, ia berusia 106 thn, pd thn ini, 2017. Beliau mungkin mrpk dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia.

Dr. Hinohara telah menerbitkan lbh dr 150 buku, salah satunya adalah best seller _"Living Long, Living Good"_ yg terjual lbh dr 1,2 juta copy.

Ini adalah protokol menyegarkan dr Dr. Hinohara mengenai hidup dgn umur panjang dan bahagia, yg berbeda dr panduan gaya hidup sehat pd umumnya.

*1. “Energi Berasal Terutama dr Perasaan yg Baik"*
_Anak2 sering ber-senang2 sampai lupa makan atau tidur. *Kita harus meniru anak2,* mengurangi aturan spt wkt makan dan wkt tidur. Have more fun!_

*2. “Jangan Kelebihan Berat Badan”*
_Orang2 yg berumur panjang tdk overweight. Dr. Hinohara ber-hati2 dgn makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus utk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dgn bbrp kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi. Dan 2x seminggu, dia ‘menghadiahkan’ dirinya dengan 100g daging._

*3. “Selalu Membuat Rencana Kedepan”*(apa sj yg baik termasuk tujuan nya termasuk touring bagi2 ilmu yg bermanfaat...������������)
_Dr. Hinohara selalu membuat jadwal setahun, dgn ceramah, kerja di RS dan pertemuan2. Ia suka menghibur dirinya dan merencanakan menghadiri Olimpiade Tokyo thn 2020!_

*4. “Anda Tidak Harus Pensiun”*
_Jika anda ingin pensiun, lakukanlah pd usia yg lbh tua, bkn di umur 65._(saya setuju banget)

*5. “Berbagilah Apa yg Anda Ketahui”*(termasuk hari ini bagi pd teman2 Alpajuli)
_Dr. Hinohara memberikan 150 kuliah setahun, bbrp bahkan utk anak2 SD dan komunitas bisnis. Ia memberikan kuliah sambil berdiri sampai 90 menit. Dia percaya berdiri membuatnya kuat._*(saya suka berdiri berlama2 Bahkan dng satu kaki..ini sangat bermanfaat unt menjaga  kesehatan keseimbangan tubuh kita)*

*6. “Jangan Percaya Semua yg Dikatakan/Dianjurkan Dokter Anda”*������*kadang2 dokter juga tdk memperhatikan kesehatan...maaf pak dokter������*
_Dokter tdk dpt menyembuhkan semua org. Coba tanyakan apakah dokter anda akan menyarankan org yg dicintainya melalui prosedur yg disarankannya kpd anda. Mengapa hrs menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yg tdk perlu bagi pasien?_

*7. “Agar Tetap Sehat, Pilihlah Tangga drpd Lift dan Bawa Sendiri Barang2 Anda”*
_Ini adlh bentuk latihan kaki dan otot2 paha._

*8. “Carilah Inspirasi”*
_Dr. Hinohara terinspirasi oleh puisi Robert Browning "Abt Vogler" yg menyarankan utk merencanakan sesuatu yg besar bahkan yg anda tdk bisa menyelesaikannya saat msh hidup._

*9. “Rasa Sakit itu Misterius”*
_Cobalah mengatasi rasa sakit dgn melupakannya. Jika seorg anak kecil sakit gigi, dan anda mengajak dia bermain, ia akan segera melupakan sakitnya. Di rumah sakit Dr. Hinohara, ada terapi musik dan kelas seni._

*10. “Jangan Mabuk dengan Materi”*( kita semua Disindir neh...klo punya koleksi jgn cuma dipandang2...dinikmati boss������)
_Tidak ada yg tahu sampai kapan anda hidup, dan anda tdk dpt membawa apa2 ketika meninggal._

*11. “Ilmu Saja Tidak Dapat Menyembuhkan Orang”*
_Ilmu memperlakukan sama semua org, padahal penyakit bersifat individual. Untuk dpt menyembuhkan seseorg, dokter perlu lebih liberal dan visual._

*12. “Hidup Sukar Diduga dan Penuh dgn Insiden”*
_Ketika berusia 59 thn, Dr. Hinohara berada di pesawat yg dibajak. Ia diborgol 4 hari di tempat duduknya di bawah panas 40 derajat. Ia menganggap itu sbg eksperimen dan kagum bgm tubuhnya beradaptasi dgn situasi krisis._

*13. “Carilah Model Peran”*
_Salah satu model peran Dr. Hinohara adlh ayahnya yg pergi ke Amerika thn 1900 utk belajar di Duke University. Kita hrs punya tujuan utk mencapai lbh dr yg ‘bisa’ dicapai._

*14. “Hidup Lama Itu Sangat Menyenangkan”*
_Dalam usia lanjut, kita hrs berusaha melayani masyarakat. Sejak usia 65 thn, Dr. Hinohara telah bekerja sbg sukarelawan. Dia msh aktif 18 jam sehari, 7 hari seminggu, dan ia menikmati setiap menit dr hidupnya._

_*"Hidup adalah Anugerah. Mari jalani dgn Niat Baik dan Semangat Berkarya"*_

*Selamat pagi semoga terinspirasi untuk tetap bersemangat n bergairah selalu..pastikan kita bisa!!!...jgn pernah mikir susah...klo mau enak pikir yg enak2 saja...jgn lupa bersedekah...klo perlu koleksimu sedekahkan������*

Monday, April 3, 2017

Ngeri, 4 perntayaan misionaris untuk mendangkalkan Aqidah Umat Islam

Dr Zakir Naik mengungkapkan bahwa jumlah misionaris saat ini mencapai satu juta orang. Di antara mereka, ada yang tugasnya berkeliling untuk mendangkalkan aqidah umat Islam.
Salah satu caranya, memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.
Pertanyaan Pertama
“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”
Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”
“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”
Pertanyaan Kedua
“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”
Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”
“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”
Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu. Bahwa Isa disebutkan 25 kali.
“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.
Pertanyaan Ketiga
“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”
“Ya”
“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”
“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”
“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”
Pertanyaan Keempat
“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”
“Ya”“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”
“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)
“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”
“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)
“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”
Pertanyaan kelima
“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”
“Meninggal”
“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”
“Masih hidup” “Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat banyak muslim yang tidak memahami Al Quran menjadi bingung. Namun, sebenarnya semuanya hanya pertanyaan licik misionaris. Jawabannya sudah ada dalam Al Quran.
Jawaban atas Pertanyaan Misionaris (1)
Di antara cara untuk mendangkalkan aqidah, bahkan sampai memurtadkan, misionaris menggunakan sejumlah pertanyaan.
Dr Zakir Naik membeberkan lima pertanyaan utama yang biasa dipakai para misionaris. Berikut ini pertanyaan tersebut dan jawabannya:
Pertanyaan Pertama
“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”
Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”
“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”
Jawaban atas Pertanyaan Pertama
Al Quran memang mengatakan Injil adalah kitab Allah sebagaimana Taurat juga kitab Allah. Al Quran membenarkan keduanya, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 3.
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ
“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil” (QS. Ali Imran: 3)
Jadi Injil dibenarkan Al Quran sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Bukan berarti harus diikuti, sebagaimana Taurat juga dibenarkan sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya tetapi tidak untuk diikuti.Bahkan seharusnya, orang yang percaya pada Taurat dan Injil, mereka mengikuti Al Quran sebagaimana orang yang berpegang pada sesuatu akan mengikuti update terbaru dari sesuatu itu.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آَمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا
“Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu...” (QS. An Nisa’: 47)
Selain itu, Injil yang dibenarkan Al Quran adalah Injil yang otentik. Injil pada zaman Nabi Isa sebelum diubah oleh para pemalsu. Adapun Injil yang ada sekarang, telah beberapa kali mengalami perubahan, misalnya pada Persidangan Nicea pada tahun 325 M. Pada tahun 1881 dirilis Injil King James Version (KJV) yang merevisi beberapa hal yang dianggap bertentangan. Pada tahun 1952 dirilis Revised Standard Version (RSV) atas dasar ditemukannya beberapa cacat pada KJV.
Pertanyaan Kedua
“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”
Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”
“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”
Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu. Bahwa Isa disebutkan 25 kali.
“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.
Jawaban atas Pertanyaan Kedua
Nabi Isa ‘alaihis salam memang disebutkan dalam Al Quran lebih banyak daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, penyebutan yang lebih banyak itu tidak menunjukkan siapa yang lebih besar atau lebih agung.
Nabi Musa, bahkan disebutkan lebih banyak lagi. Nama Nabi Musa disebutkan sebanyak 124 kali dalam Al Quran. Di Surat Al Baqarah 13 kali, di Surat Ali Imran 1 kali, di Surat An Nisa’ 2 kali, di Surat Al Maidah 3 kali, di Surat Al An’am 2 kali, di Surat Al A’raf 18 kali, di Surat Yusuf 7 kali, di Surat Hud 3 kali, di Surat Ibrahim 3 kali, di Surat Al Isra’ 2 kali, di Surat Al Kahfi 2 kali, di Surat Maryam 1 kali, di Surat Thaha 16 kali, di Surat AL Anbiya’ 1 kali, di Surat Al Hajj 1 kali, di Surat Al MU’minun 2 kali, di Surat Asy Syu’ara’ 8 kali, di Surat An Naml 3 kali, di Surat Al Qashash 17 kali, di Surat AL Ankabut 1 kali, di Surat As Sajdah 1 kali, di Surat Al Ahzab 1 kali, di Surat Ash Shafat 2 kali, di Surat Ghafir 5 kali, di Surat Fushilat 1 kali, di Surat Az Zukhruf 1 kali, di Surat AL Ahqaf 2 kali, di Surat Adz Dzariyat 1 kali, di Surat An Najm 1 kali, di Surat Ash Shaf 1 kali, dan di Surat An Naziat 1 kali.Nah, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian otomatis lebih agung, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Nabi Musa lebih agung daripada Nabi Isa?
Bahkan, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian dianggap menjadi Tuhan, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Musa adalah Tuhan?
Satu hal lagi, Al Quran hampir selalu menyebut Nabi Isa lengkap dengan bin Maryam. Hanya 4 kali nama Nabi Isa disebut sendirian tanpa bin Maryam yaitu pada Surat Ali Imran ayat 52, Ali Imran ayat 55, Ali Imran ayat 59, dan Az Zukhruf ayat 63. Selebihnya selalu disebut Isa bin Maryam. Untuk menegaskan bahwa Isa adalah anak Maryam, bukan anak Tuhan sebagaimana klaim kaum Nasrani.
Pertanyaan Ketiga
“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”
“Ya”
“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”
“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”
“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”
Jawaban atas Pertanyaan Ketiga
Nabi Isa memang tidak memiliki ayah. Namun, bukan berarti lebih hebat daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Apalagi jika kemudian dijadikan tuhan, sama sekali keliru.
Sekarang saya tanya, mana yang lebih hebat, Isa yang lahir tanpa ayah atau Adam yang tanpa ayah dan tanpa ibu? Jika Isa lahir tanpa ayah kemudian dijadikan tuhan, seharusnya Adam lebih berhak untuk dijadikan tuhan karena tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.
Al Quran menjelaskan penciptaan Isa dan Adam sebagai berikut:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
“Sesungguhnya misal (penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seoang manusia), maka jadilah ia” (QS. Ali Imran: 59)
Karena lahir tanpa ayah, orang Kristen juga menyebut Yesus anak Tuhan. Dalam Yohanes 6:67-69, Yesus disebut anak tuhan oleh Petrus. Karena disebut anak tuhan, lantas dituhankan. Padahal ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Injil. Adam adalah anak Tuhan, Efraim adalah anak Tuhan, Ezra adalah anak Tuhan. Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan. Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Injil yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan.Jika orang Kristen masih ngotot menjadikan Yesus sebagai Tuhan, carilah di Injil pernyataan Yesus yang mengatakan “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku.” Niscaya tidak akan pernah ketemu.
Pertanyaan Keempat
“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”
“Ya”
“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”
“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)
“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”
“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)
“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”
Jawaban atas Pertanyaan Keempat
Salah satu mukjizat Nabi Isa ‘alaihis salam adalah menghidupkan orang mati. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (dia Isa berkata), "Aku datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritakan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran: 49)
Namun ingat, yang menghidupkan orang mati itu adalah Allah. Nabi Isa mengakuinya sendiri.Demikian pula dalam Injil, Yesus mengakui bahwa yang menghidupkan orang mati adalah Allah. Bukan dirinya.
Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “. Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”. Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku. Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku” (Yohanes 11: 41-42)
Lalu besar mana mukjizat Nabi Isa dengan mukjizat Nabi Muhammad? Jika dikatakan bahwa menghidupkan orang mati adalah mukjizat terbesar Nabi Isa, ternyata dalam Injil disebutkan ada lima orang yang bisa menghidupkan orang mati. Selain Nabi Isa (Yesus), mereka adalah Nabi Ilyas (Elia), Nabi Ilyasa (Elisa), Yehezkiel (seorang nabi di kalangan Nabi Israel menurut Injil), dan Petrus.
Apakah dengan begitu, mereka semua juga dianggap sebagai Tuhan karena menurut Injil bisa menghidupkan orang mati? Sungguh lucu.
Nah, berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya yang mukjizatnya kadang serupa dengan Nabi yang lain, Rasulullah Muhammad memiliki banyak mukjizat dan yang terbesar adalah Al Qur’an. Jika mukjizat yang lain sudah tidak bisa dilihat lagi bekasnya, Al Quran tetap ada hingga hari kiamat.
Dan Al Quran sendiri menantang siapapun di dunia ini untuk menandinginya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa menerima tantangan ini.
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 23-24)
Anda berani menerima tantangan ini, Pak Misionaris?
Pertanyaan Kelima
“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”
“Meninggal”
“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”
“Masih hidup”
“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”
Jawaban atas Pertanyaan Kelima
Pertanyaan ini justru akan meruntuhkan doktrin terbesar Kristen.
Dalam Al Quran memang dinyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib. Yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa.
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا
Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS. An Nisa’: 157)
Jika orang Kristen mengatakan Yesus masih hidup, berarti yang disalib bukan Yesus. Sama seperti firman Allah dalam Al Quran tersebut. Namun jika Yesus tidak mati disalib, tidak ada konsep penebusan dosa sebagaimana yang dijadikan pijakan gereja saat ini.Jadi Anda meyakini yang mana? Yesus masih hidup karena tidak disalib atau Yesus mati disalib? Anda pasti akan bingung sendiri.
Adapun pertanyaan siapa yang lebih hebat, orang yang meninggal atau orang yang masih hidup, bukanlah pertanyaan yang tepat. Anda masih hidup, Nabi Musa telah meninggal. Siapa yang lebih hebat?
Khusus untuk Nabi Isa yang diangkat Allah dan nanti akan diturunkan menjelang hari kiamat, itu bukanlah kehebatan Nabi Isa atas Nabi Muhammad namun semata-mata atas kehendak Allah dalam rangka menegaskan kesalahan orang-orang yang menganggapnya sebagai Tuhan.
لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ
“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan Isa. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning. Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah. Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah” (HR. Abu Daud; shahih)
Artikel: Tarbiyah

Friday, March 31, 2017

TEKNIK MARKETING LANGIT YANG BISA MENGAKIBATKAN SESEORANG BISA KEBANJIRAN ORDER DALAM WAKTU SINGKAT

TEKNIK MARKETING LANGIT YANG BISA MENGAKIBATKAN SESEORANG BISA KEBANJIRAN ORDER DALAM WAKTU SINGKAT

Saya beberapa kali bertemu dan belajar dengan para pengusaha-pengusaha yang omsetnya sudah milyaran per bulan bahkan perhari dan perusahaanya selalu mengalami kebanjiran order.

Ketika saya belajar dengan mereka, saya sangat terkejut sekali ketika sudah membahas soal Markeing Langit...

Ternyata para pengusaha tersebut yang omsetnya bisa milyaran per bulan, mereka bisa mendapatkan omset segitu karna mereka mempraktekan ilmu marketing langit terlebih dahulu sebelum mempraktekan ilmu marketing bumi

Apakah Anda sudah tau Marketing Langit itu apa?

Marketing Langit itu adalah usaha-usaha yang kita lakukan selain dengan ilmu-ilmu dunia (Ilmu Marketing, Ilmu Closing, Dll )

Lalu Contoh dari Marketing Langit itu apa saja?

1. Ketaatan para istri kepada suaminya
2. Melaksanakan Ibadah Solat wajib tepat waktu
3. Melaksanakan ibadah solat sunnah (Dhuha & Tahajud)
4. Sedekah Setiap Hari
5. Berbakti kepada orang tua
dan
6. Bersilaturahim

Nahh, kebanyakan dari anda mungkin ada yang lebih memikirkan urusan marketing dunia daripada marketing langit saat ini.

Sekarang coba anda renungkan "Sebenernya anda berbisnis saat ini hanya untuk mengejar urusan dunia saja atau anda berbisnis untuk mengejar urusan akhirat?"

Jika anda dalam berbisnis hanya mengejar urusan dunia pantaslah anda mengalami hal-hal seperti ini :

1. Closing sedikit anda marah-marah
2. Ketika anda berbisnis yang penting untung banyak, masalah produk bermanfaat atau tidak saya tidak mau tau
3. Marah-marah di sosial media ketika di php-
in customer
4. Maksa-maksa customer untuk cepat-cepat transfer dan beli produk yang kita jual
5. Jengkel pada upline yang ga bisa bimbing
6. Jengkel pada member jika mereka ga aktif
7. Anda terobsesi pengen cepat kaya dalam waktu singkat sehingga dalam berbisnis anda tidak ingin tau ini bisnis atau haram

Jika anda dalam berbisnis seperti itu naudzubilah, Sesungguhnya urusan dunia itu hanyalah tipuan belaka, dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang akan kekal.

Percayalah jika anda berbisnis hanya terobsesi dalam urusan uang/dunia saja saja maka :

1. sebanyak apapun anda mempunyai harta maka anda tidak akan pernah merasa cukup.
2. Walaupun Anda mempunyai harta ratusan juta maka hatimu akan mengalami kegelisahan yang terus menerus seolah-olah hidup ini tidak ada artinya
3. Anda akan semakin jauh dari pertolongan Allah Ta'ala
4. Anda akan semakin jauh dari apa yang yang diperintah Allah Ta'ala dan Rasulnya.

Apalagi jika anda dalam berbisnis sudah mengabaikan urusan halal dan haram.

Janganlah kamu berpikir bahwa "Cari uang yang haram aja susah apalagi yang halal"

Sungguh cara berpikir orang demikian adalah cara berpikir orang-orang bodoh.

Rejeki Allah Itu Luas dan Rejeki yang halal pun masih banyak di dunia ini tapi kenapa anda masih mencari nafkah/harta dari jalur yang haram.

Apakah Anda tidak kasihan dengan anak dan pasangan anda, mereka di kasih makan dari jalur yang haram.
Jika anak anda di beri makan dari jalur yang haram, maka mau jadi apa nantinya anak anda?

Jika anda dalam mencari rejeki dari jalur yang haram maka anda akan mengalami hal-hal seperti ini :

1. Keluarga berantakan
2. Anak kurang ajar dan tidak mau nurut sama orang tuanya
3. Suasana rumah terasa seperti neraka dan merasa sudah tidak ada lagi ketenangan di rumah
4. Anda mencari kesenangan kesenangan dunia agar hati anda tenang tetapi justru yang di dapat malah hati anda akan semakin gelisah

Jika anda berbisnis sudah mengalami hal hal seperti ini maka "Segeralah bertaubat" dan luruskan niat anda dalam berbisnis.

Bukankah anda sudah sering mendengar perkataan seperti ini "BISNIS ITU BUKAN MASALAH UNTUNG RUGI TETAPI MASALAH SURGA DAN NERAKA"

Memanglah demikian, Berbisnis itu bisa mengakibatkan seseorang masuk surga dan bisa mengakibatkan seseorang masuk neraka.

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya susah menjadi sangat kaya raya

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya kaya raya menjadi miskin sekali

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya rajin beribadah menjadi lalai dalam beribadah.

Dan juga...

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya lalai dalam beribadah setelah berbisnis justru malah semakin dekat dan rajin dalam beribadah.

Kembali Lagi ke teknik marketing langit.
Sebelum anda belajar marketing dunia sebaiknya anda perbaiki dulu marketing langitnya, agar apa?

Agar percepatan bisnis anda meningkatkan jauh lebih cepat.

Mulai sekarang coba :

1. Perbaiki Hubungan antara anda dan suami anda. Rejeki suami itu tergantung pada istrinya. Jika istrinya semakin solehah maka rejeki suami dan keluarganya akan di permudah.

Berikut 9 Ciri-Ciri Wanita Yang Akan Membawa Rezeki Buat Suaminya :
1. Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
2. Wanita yang taat pada suaminya.
3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.

2. Solat wajib dijalankan tepat waktu
Untuk perempuan lebih baik solat di rumah, jika ingin di masjid boleh asalkan dapat ijin dari suaminya.
Untuk Laki-laki di wajibkan untuk di masjid secara berjamaah

3. Melaksanakan ibadah solat sunnah ( Dhuha Dan Tahajud)
Kerjakan solat sunnah dhuha 6 -12 rakaat dan solat tahajud 11 rokaat jika rejeki anda ingin di lancarkan.
Jika anda ingin kaya dalam 40 hari lakukan solat sunnah ini dalam waktu 40 hari tanpa putus 1 hari pun. (Ilmu dari Mas Ippho dan gutunda ust.Yusuf Mansur)

4. Sedekah Setiap Hari
Sedekah itu lebih baik sedikit tapi tiap hari daripada banyak tapi cuman sekali.
Jauh lebih baik jika sedekahnya banyak dan tiap hari ��

Alhamdulilah saya pernah praktek ilmu sedekah ini hasilnya luar biasa.
Dulu saya praktek sedekah 20% dari penghasilan setiap hari saya  kehidupan saya jauh lebih baik.

Tapi jika anda masih pemula saya sarankan rutinkan asedekah 1000 setiap hari, dan jangan sampai putus dalam waktu 40 hari

5. Berbakti kepada orang tua
Jika anda sampai detik ini masih punya kedua orang tua muliakan mereka. Terutama ibu.
Ibumu itu keramat. Semakin kamu memuliakan ibumu, hidup anda akan jauh lebih baik daripada sekarang
Minta doa ke mereka agar urusan kehidupan anda selalu di permudah.

6. Silaturahim
Mulai sekarang anda seringkan silaturahim ke orang-orang entah itu di dunia online atau offline tujuannya adalah menjalin rasa kekeluargaan.
Jangan sampai anda silaturahim cuman pas ada butuhnya doang.

Ingat,

"SEBELUM ANDA MENJALANKAN STRATEGI MARKETING BUMI, ANDA JALANKAN DULU STRATEGI MARKETING LANGIT"

Karna sebaik apapun rencana anda tidak akan bakal terwujud jika Allah Ta'ala tidak meridhoi.

"DALAM HAL APAPUN BIASAKAN MENGGUNAKAN PRINSIP : ALLAH DULU, ALLAH LAGI, DAN ALLAH TERUS"

Karna semua yang ada di dunia ini sudah di atur sama Allah Ta'ala. Anda minta mobil mintanya ke Allah, Anda pengen umroh di bulan maret mintanya ke Allah, Anda pengen banjir order mintanya ke Allah Juga.

"BERSUYUKURLAH APA YANG SUDAH ANDA MILIKI"

Sebelum anda menerima rejeki yang lebih banyak lagi lebih baik anda bersykur terlebih dahulu. Perbesar wadahnya, Dan Pantaskan diri terlebih dahulu jika anda ingin minta rejeki yang lebih banyak.

Jangan sampai anda Lalai dari urusan akhirat karna urusan-urusan dunia.
Sungguh URUSAN DUNIA ITU MENIPU.

Ada banyak ayat yang bercerita bahwa urusan akhirat jauh lebih baik daripada urusan dunia :

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 6)

Semoga Bermanfaat.

-Bari Purnomo, Eco Racer-

Tuesday, March 28, 2017

HUKUM PUASA RAJAB MENURUT ULAMA MAZHAB

✅. HUKUM PUASA RAJAB MENURUT ULAMA MAZHAB.

��Afwan ustadz, apakah hukum puasa Rajab ? Karena ada yang mengatakan hukumnya sunnah namun ada yang mengatakan tidak ada kesunnahannya. Mohon pencerahannya bagaimana yang sebenarnya menurut para ulama .

��Jawaban :

��Tentang hukum mengkhususkan berpuasa dihari tertentu dari bulan Rajab para ulama berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa itu tidak disunnahkan sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa hal tersebut ada kesunnahannya. Berikut penjelasan masing-masing pendapat :

1⃣. Kalangan yang berpendapat disunnahkan.

��Sebagian ulama dari mazhab Syafi’iyyah, Malikiyyah dan sebagian qaul madzab hanafiyyah berpendapat bahwa puasa Rajab hukumnya sunnah.[1]

Kalangan ini berdalil bahwa meskipun hadits-hadits yang berbicara tentang fadhilah puasa Rajab lemah semuanya, namun ada dalil umum yang shahih yang menyebutkan Nabi shalallahu’alaihi wassalam memperbanyak puasa di bulan Rajab dan Sya’ban. Sehingga, hadits lemah yang berbicara tentang Rajab berfungsi sebagai fadhilah a’mal.

��Berikut fatwa dari beberapa ulama yang mendukung pendapat pertama ini :

✏Al imam al-Kharsyi berkata: “Disunnahkan berpuasa pada bulan Muharram dan Rajab. Kesunnahannyaberpuasa pada semua bulan-bulan haram yang empat, yang paling utama bulan Muharram, lalu Rajab, lalu Dzul Qa’dah, lalu Dzul Hijjah.”[2]

✏Imam Ash-Shawi dari kalangan ulama mazhab Maliki berkata : “Puasa Rajab yakni dikuatkan puasa Rajab juga walaupun hadits-haditsnya dhaif, karena hadits dhaif boleh diamalkan dalam hal fadhail a’mal.”[3]

✏Al Imam Al-'Izz ibnu Abdissalam berkata : “Orang yang melarang puasa Rajab itu jahil dari sumber-sumber hukum syariah.”[4]

✏ Imam Nawawi berkata, “Shahabat-shahabat kami berkata: “Di antara puasa yang disunnahkan adalah puasa bulan-bulan haram, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab, dan yang paling utama adalah Muharram.”[5]

✏Ibnu Shalah berkata : “Memang benar banyak ahli hadits yang mengatakan hadits-hadits Rajab memang tidak shahih. Dan ini tidak menjadikan puasa Rajab itu terlarang, karena adanya dalil-dalilnya anjuran puasa secara mutlak, dan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud juga ulama lain dalam anjuran puasa pada bulan Rajab, dan itu cukup untuk memotivasi umat ini untuk puasa Rajab.”[6]

✏Imam Ibnu Hajar Al-Haitami berkata : “Adapun tindakan sebagian ahli fiqih yang terus menerus melarang orang-orang untuk puasa Rajab, itu adalah sebuah kebodohan dan bentuk pengacak-acakan terhadap syariah yang suci ini.”[7]

2⃣. Kalangan  yang berpendapat tidak disunnahkan.

��Sedangkan para ulama dari Hanabilah, sebagian Hanafiyyah dan qaul sebagian Syafi’iyyah berpendapat bahwa puasa bulan Rajab tidak disunnahkan.

Hal ini karena mereka berpendapat bahwa hadits- hadits yang berbicara tentang puasa di bulan Rajab adalah sangat lemah dan sebagiannya palsu sehingga tidak bisa dijadikan hujjah.

��Dan bahkan kalangan Hanabilah membawakan riwayat yang menyebutkan adanya larangan untuk berpuasa di bulan Rajab, yakni riwayat dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah melarang berpuasa di bulan Rajab.[8]

��Berikut beberapa fatwa ulama dari kelompok yang mendukung pendapat kedua ini :

✏Ibnu Muflih berkata : “Dimakruhkan mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa. Hanbal mengutip: ‘Makruh, dan diriwayatkan dari Umar radhiyallahu ‘anhu ia Memukul seseorang karena berpuasa Rajab.”[9]

✏Imam Ibn Hajar al Asqalani berkata, “Tidak ada hadits shahih yang layak dijadikan hujjah puasa bulan Rajab, keutamaan puasanya dan amalan tertentu di dalamnya seperti shalat malam.”[10]

✏Imam Ibnu Qudamah berkata : “Dibenci mengkhususkan bulan Rajab untuk berpuasa. Imam Ahmad berkata bahwa kalau mau seseorang berpuasa sehari dan tidak puasa sehari tetapi jangan puasa sebulan. Dasarnya adalah hadits riwayat Ahmad dari Kharsayah bin Al-Hurri, dia berkata, "Aku melihat Umar memukul telapak tangan orang yang mutarajjibin (puasa di bulan Rajab) sambil berkata, "Makanlah". Karena bulan Rajab itu bulan yang diagungkan oleh orang Jahiliyah.”[11]

✏imam Al-Mardawi berkata: “Mengkhususkan puasa Rajab hukumnya adalah makruh. Inilah pendapat mazhab (Hanabilah) dan para pendukungnya.”[12]

⭐Penutup.

��Demikian bahasan tentang permasalahan ini, bagi yang mau mengikuti pendapat kelompok pertama dengan mengamalkan puasa Rajab silahkan saja, tanpa perlu banyak menshare hadits-hadits palsu seputar keutamaan puasa Rajab yang dikhawatirkan akan menjatuhkan kita dalam berbuat dusta atas nama Nabi shalallahu’alaihi wassalam. 

Demikian pula yang berpendapat tidak ada kesunnahannya untuk tidak mencela mereka yang mengamalkan puasa Rajab dengan sebutan bid’ah, sesat dan semisalnya.

��Untuk melengkapi pemahaman seputar bulan Rajab, lihat bahasan lainnya : Melacak sumber broadchast di sosmed keutamaan bulan Rajab.

��. Wallahu a’lam.©AST
_____________
[1] Asna al-Mathalib (1/433), Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah (2/53),  Mughni al-Muhtaj (2/187),Nihayah al-Muhtaj (3/211) Al Qawaninul Fiqhiyyah hal 114, al Hadramiyyah hal.118.
[2] Syarh al-Kharsyi ‘ala Mukhtashar Khalil(2/241)
[3] Bulghatussalik (1/692).
[4] Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra,(2/ 54).
[5] al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (6/439).
[6] Fatawa Ibnu Shalah, hal. 180.
[7] Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra (2/53)
[8] Hadits ini ada dalam sunan Ibnu majah (1/554), dan Ibnu Bushiri  mengatakan bahwa hadits ini lemah karena dalam rawinya ada Dawud bin Atha’. Beliau berkata dalam kitabnya Misbahul Az Zujajah (1/307) : “Dia disepakati kelemahannnya.”
[9] al-Furu’ (3/118).
[10] Tabayyun al Ujb fi Fadhail Rajab hal. 23.
[11] Al Mughni (3/53)
[12] Al Inshaf (3/346).

Thursday, March 23, 2017

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN, *menurut Alqur'an*

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN,
*menurut Alqur'an*

��1. QOLBUN SYAKIRUN
(hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

��2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula.
(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

��3. AL-AULADUL ABRAR
(anak yg sholeh/sholehah).
Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.
(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

��4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita).
Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)

��5. AL-MALUL HALAL
(harta yang halal).
Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup.
(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

��6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)

��7. UMUR YANG BAROKAH.
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

اَلْحَمْدُاللّهِ رَ ب العَا لَمِيّن....

DERITA PELAJAR OTODIDAK

DERITA PELAJAR OTODIDAK
----------------
Sebuah kisah permisalan, ada seorang awam penuntut ilmu, ia membaca kitab Shahih Bukhari. ketemulah ia dengan hadits
"Habatusauda (jintan hitam) adalah obat dari segala penyakit". namun karena Kitabnya sebelumnya kejatuhan serpihan tai cicak, maka huruf Ba titiknya nambah satu, jadi huruf ya. jadi dibacanya
"Hayatusauda (ular hitam) adalah obat dari segala penyakit".

Maka bergegaslah pemuda tadi ke hutan mencari Ular hitam. namun yang ditemukannya bukanlah obat dari segala penyakit melainkan kematian
-------------
-------
Mungkin sumber kita benar, shahih, tapi tanpa bimbingan seorang pembimbing, kita cenderung menyimpulkan sendiri. terlebih yang belum bisa bahasa Arab, sangat rawan kelirunya.

Generasi awal Islam (tabi'in & Tabiut tabi'in) menjuluki mereka yang belajar agama otodidak dengan sebutan Shahafi (Muridnya tulisan). kalau dulu ada youtube mungkin disebut Youtubi :D

Masya Allah, begitu banyak tempat ngaji bertebaran di negeri kita, masak gak ada satupun yang didatangi. orang yang tidak mau  mendatangi pengajian biasanya ada penyakit hati :
- Malas
- Suuzhan
- Mencintai dunia

Tinggal pilih yg mana? Hampir setiap hari ada, atau kalau hari biasa gak bisa, datangi yang hari ahad (minggu). atau kalau benar-benar gak bisa, bisa minta privat ustadz. atau benar-benar super sibuk, mentok, bisa minta nomor ustadznya buat konsultasi pribadi. yang penting ada pembimbing. banyak jalan jika ada niat :)

HADITS KEUTAMAAN MAJELIS
"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenangan turun atas mereka" (HR Muslim)

Wednesday, March 22, 2017

Terjemah Tafsir Ibnu Katsir Surat As Syam ayat 8

Terjemah Tafsir Ibnu Katsir
Surat As Syam ayat 8

{فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا}

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 8)

Yakni Allah menerangkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaan, kemudian memberinya petunjuk kepadanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah untuknya.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 8) Allah telah menjelaskan kepadanya kebaikan dan keburukan.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, Ad-Dahhak, dan As-Sauri. SaMd ibnu Jubair mengatakan bahwa Allah mengilhamkan (menginspirasikan) kepadanya jalan kebaikan dan keburukan. Ibnu Zaid mengatakan bahwa Allah Swt. menjadikan dalam jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Isa dan Abu Asim An-Nabil, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Azrah ibnu Sabit, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Aqil, dari Yahya ibnu Ya'mur, dari Abul Aswad Ad-Daili yang mengatakan bahwa Imran ibnu Husain mengatakan kepadanya, "Bagaimanakah pendapatmu tentang apa yang dikerjakan oleh manusia sehingga mereka bersusah payah melakukannya? Apakah hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka dan telah digariskan oleh takdir yang terdahulu atas mereka. Ataukah merupakan sesuatu yang bergantung kepada penerimaan mereka terhadap apa yang disampaikan oleh Nabi Saw. kepada mereka dan yang telah diperkuat oleh hujjah sebagai alasan terhadap mereka?" Maka Abul Aswad Ad-Daili menjawab, "Tidak demikian, sebenarnya hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas diri mereka oleh takdir Allah.'" Imran ibnu Husain bertanya, "Maka apakah hal itu bukan termasuk perbuatan aniaya?"

Abul Aswad Ad-Daili mengatakan bahwa ia merasa sangat terkejut terhadap pertanyaan itu. Maka ia menjawab, "Tiada sesuatu pun melainkan dia adalah makhluk-Nya dan menjadi milik-Nya, tiada seorang pun yang menanyakan apa yang diperbuat-Nya, sedangkan mereka akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang telah mereka kerjakan."

Imran ibnu Husain berkata, "Semoga Allah meluruskanmu, sesungguhnya aku bertanya kepadamu tiada lain untuk memberitahukan kepadamu bahwa pernah ada seorang lelaki dari Bani Muzayyanah atau Bani Juhainah datang kepada Rasulullah Saw., lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurutmu tentang apa yang dikerjakan oleh manusia yang mereka bersusah payah menanggulanginya. Apakah hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka dalam takdir yang terdahulu, ataukah hal itu merupakan sesuatu yang mereka terima dari apa yang disampaikan oleh Nabi mereka kepada mereka, lalu diperkuat dengan hujah atas diri mereka?"

Maka Rasulullah Saw. menjawab:

«بَلْ شَيْءٌ قَدْ قُضِيَ عَلَيْهِمْ»

Tidak demikian, sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang telah ditetapkan atas diri mereka.

Lelaki itu bertanya lagi, "Lalu apakah gunanya kita beramal?" Rasulullah Saw. menjawab, bahwa barang siapa yang diciptakan oleh Allah untuk mengerjakan salah satu di antara keduanya, maka Allah menyiapkannya untuk itu, dan hal yang membenarkan ini dalam Kitabullah adalah firman-Nya yang mengatakan:dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 7-8)

Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Azrah ibnu Sabit dengan sanad yang sama.

Thursday, February 6, 2014

Keutamaan Membaca Shalawat


Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ibadah yang sangat mudah. Ia bisa dibaca kapan saja dan di mana saja, baik dalam keadaan memiliki wudhu maupun tidak. Dan hebatnya, meski mudah dilakukan, membaca shalawat memiliki keutamaan yang luar biasa. 
Berikut ini 7 keutamaan membaca shalawat berdasarkan Al Qur’an dan hadits-hadits shahih : 
1. Shalawat adalah perintah Allah yang juga dilakukan-Nya dan dilakukan MalaikatNya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (QS. Al Ahzab : 56) 
2. Membaca shalawat satu kali akan diganjar dengan shalawat (rahmat) dari Allah 10 kali مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku sekali, maka Allah akan memberinya shalawat (rahmat) sepuluh kali” (HR. Muslim) 
3. Orang yang paling banyak bershalawat adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah, kelak di hari kiamat أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً “Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat nanti adalah dia yang paling banyak bershalawat kepadaku” (HR. Tirmidzi; hasan) 
4. Shalawat juga akan dibalas/dijawab oleh Rasulullah مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَىَّ إِلاَّ رَدَّ اللَّهُ عَلَىَّ رُوحِى حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ “Tidak seorangpun yang mengucapkan shalawat kepadaku melainkan Allah akan mengembalikan nyawaku sehingga aku bisa membalasnya.” (HR. Abu Dawud; shahih) 
5. Orang yang banyak bershalawat –terutama saat nama beliau disebut- akan dimuliakan Allah رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ “Hinalah orang yang disebut namaku di depannya, namun ia tidak bershalawat kepadaku” (HR. Tirmidzi; hasan) 
6. Orang yang banyak bershalawat –terutama saat nama beliau disebut- tidak dicatat sebagai orang yang pelit الْبَخِيلُ الَّذِى مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ “Orang yang pelit adalah orang yang tidak bershalawat kepadaku ketika namaku disebutkan di sisinya” (HR. Tirmidzi; hasan shahih) 
7. Membaca shalawat di awal doa merupakan adab dan salah satu faktor dikabulkannya doa سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلاً يَدْعُو فِى صَلاَتِهِ لَمْ يُمَجِّدِ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَجِلَ هَذَا . ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ Rasulullah mendengar seseorang berdoa tanpa membaca tahmid kepada Allah juga tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. 
Maka beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” Kemudian beliau memanggil orang tersebut lalu bersabda, “Jika kalian berdoa maka hendaklah ia membaca tahmid kepada Rabbnya dan memuji kepadaNya, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah itu berdoalah sesukanya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi; hasan shahih) 
 Demikian keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan Al Qur’an dan hadits-hadits shahih. Semoga kita termasuk umat Rasulullah yang banyak bershalawat kepada beliau dan memperoleh keutamaan-keutamaannya. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]