BadkoSerut Membangun Kader :

"Rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan Rijalul 'amal (orang yang pandai bekerja) dan Rijalul 'amal tidak sama dengan Rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Kemudian Rijalul jihad pun tidaklah sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yakni orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil"

Kader dakwah menyeru masyarakat dengan seruan pujangga Ar Rofi'i:

"Jangan kacau--------> di sini ketertiban" "Jangan menyimpang--------> di sini jalan yang lurus" "Jangan mundur-----> di sini saya menyeru" Tak ada sesuatupun yang dapat memperbudak kalian selama teriakanmu: Allahu Akbar...!!!

Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi Iman

Konsisten di atas al-Haq sampai mati adalah sesuatu yang sangat berat, sehingga Rasul sering berdo'a dengan do'a ini: "Ya Allah yang memutar balikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di jalan agamaMu."

Tanda Cinta Kepada Allah :

"Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka selalu bertawakkal (berserah diri) kepada Rabb mereka." (QS. 8:2).

QS. At Taubah ayat 11,

"Sesungguhnya Allah telal membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar."

Thursday, February 6, 2014

Keutamaan Membaca Shalawat


Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ibadah yang sangat mudah. Ia bisa dibaca kapan saja dan di mana saja, baik dalam keadaan memiliki wudhu maupun tidak. Dan hebatnya, meski mudah dilakukan, membaca shalawat memiliki keutamaan yang luar biasa. 
Berikut ini 7 keutamaan membaca shalawat berdasarkan Al Qur’an dan hadits-hadits shahih : 
1. Shalawat adalah perintah Allah yang juga dilakukan-Nya dan dilakukan MalaikatNya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (QS. Al Ahzab : 56) 
2. Membaca shalawat satu kali akan diganjar dengan shalawat (rahmat) dari Allah 10 kali مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku sekali, maka Allah akan memberinya shalawat (rahmat) sepuluh kali” (HR. Muslim) 
3. Orang yang paling banyak bershalawat adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah, kelak di hari kiamat أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً “Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat nanti adalah dia yang paling banyak bershalawat kepadaku” (HR. Tirmidzi; hasan) 
4. Shalawat juga akan dibalas/dijawab oleh Rasulullah مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَىَّ إِلاَّ رَدَّ اللَّهُ عَلَىَّ رُوحِى حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ “Tidak seorangpun yang mengucapkan shalawat kepadaku melainkan Allah akan mengembalikan nyawaku sehingga aku bisa membalasnya.” (HR. Abu Dawud; shahih) 
5. Orang yang banyak bershalawat –terutama saat nama beliau disebut- akan dimuliakan Allah رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ “Hinalah orang yang disebut namaku di depannya, namun ia tidak bershalawat kepadaku” (HR. Tirmidzi; hasan) 
6. Orang yang banyak bershalawat –terutama saat nama beliau disebut- tidak dicatat sebagai orang yang pelit الْبَخِيلُ الَّذِى مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ “Orang yang pelit adalah orang yang tidak bershalawat kepadaku ketika namaku disebutkan di sisinya” (HR. Tirmidzi; hasan shahih) 
7. Membaca shalawat di awal doa merupakan adab dan salah satu faktor dikabulkannya doa سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلاً يَدْعُو فِى صَلاَتِهِ لَمْ يُمَجِّدِ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَجِلَ هَذَا . ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ Rasulullah mendengar seseorang berdoa tanpa membaca tahmid kepada Allah juga tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. 
Maka beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” Kemudian beliau memanggil orang tersebut lalu bersabda, “Jika kalian berdoa maka hendaklah ia membaca tahmid kepada Rabbnya dan memuji kepadaNya, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah itu berdoalah sesukanya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi; hasan shahih) 
 Demikian keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan Al Qur’an dan hadits-hadits shahih. Semoga kita termasuk umat Rasulullah yang banyak bershalawat kepada beliau dan memperoleh keutamaan-keutamaannya. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

Rahasia Medis di Balik Sunnah Rasulullah "Jangan Tidur Terlalu Malam"


Diantara kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah menyegerakan tidur setelah shalat Isya', jika tidak ada keperluan penting. Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk tidak tidur terlalu malam. Ibnu Qayyim Al Jauziyah merekam kebiasaan Rasulullah itu dalam kitabnya, Zadul Ma'ad. "Termasuk kebiasaan beliau," tulis Ibnu Qayyim pada bab Tuntunan Rasulullah dalam Tidur dan Bangun, "tidur di awal malam dan bangun di bagian akhirnya. Terkadang beliau begadang di awal malam untuk mengurusi berbagai kepentingan orang-orang miskin." Situs resmi UGM Fakultas Kedokteran Bagian Radiologi melansir penemuan terbaru tentang penyebab kanker hati. Dalam artikel berjudul Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati! Jangan Tidur Terlalu Malam itu diungkapkan bahwa para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT, GPT), tetapi ternyata diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm. Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). GOT dan GPT adalah enzim yang paling banyak ditemui di dalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu dan sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka GOT dan GPT akan lari keluar. Hal ini menyebabkan kandungan GOT dan GPT di dalam darah meningkat. Tetapi tidak adanya peningkatan angka GOT dan GPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan pada hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati, meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi dalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati. Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati. Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka GOT dan GPT mungkin masih dalam batas normal, kalaupun naik tidak akan terjadi kenaikan yang tinggi. Nah, tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama kerusakan hati. Penyebab lain yang bisa memicu kerusakan hati adalah tidak buang air di pagi hari, pola makan yang terlalu berlebihan, terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan, dan terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan. Subhanallah, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk tidak tidur terlalu malam sejak 14 abad yang lalu. Saat itu belum ada ilmu kedokteran secanggih sekarang. Namun, medis modern menunjukkan hikmahnya, bahwa tidur terlalu malam adalah penyebab utama kanker hati. [IK/Ugm/bsb] SUMBER : http://www.bersamadakwah.com/2013/09/rahasia-medis-di-balik-sunnah.html

Hikmah Medis di Balik Hadits “Padamkan Lampu Jika Hendak Tidur”


"Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman" (HR.Muttafaq'alaih). Rasulullah mensabdakan itu lebih dari 14 abad yang lalu. Ternyata, di abad modern ini baru diketahui manfaat medis dari tuntunan Rasulullah untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur. Seperti ditulis Ustadz Yusuf Mansur, ahli biologi Joan Robert mengungkapkan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Orang yang tidur dalam kondisi gelap, maka tubuhnya bisa memproduksi hormon ini. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti.. Pentingnya tidur di malam hari dengan mematikan lampu juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris. Peneliti menemukan bahwa ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker. Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia yang diadakan di London juga menyatakan bahwa orang bisa menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur. Subhanallah... demikian luar biasa tuntunan Rasulullah. Setelah berabad-abad, hikmah medisnya baru terugkap. Wallahu a’lam bish shawab. [Sumber: Fan page ustad Yusuf Mansyur]

Fakta Ilmiah, Buang Hajat dengan Jongkok Seperti Nabi Lebih Sehat daripada Duduk ala Barat


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk jongkok saat buang air besar. Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan posisi ini dalam Zaadul Ma’ad pada bab Petunjuk Nabi dalam Hal Buang Hajat. Kebiasaan Rasulullah ini juga menjadi kebiasaan umat Islam hingga lebih dari seribu tahun. Namun, seiring dengan populernya kloset duduk standar Amerika, semakin banyak Muslim yang mengikuti cara orang-orang Barat dalam buang hajat. Padahal, fakta ilmiah membuktikan, posisi terbaik dalam buang air besar adalah dengan jongkok. Medical Observer pada pekan lalu merilis fakta ilmiah bahwa buang hajat sambil jongkok adalah posisi yang lebih sehat dibandingkan buang hajat sambil duduk. Dalam sebuah studi tahun 2003, 28 orang sehat menjadi relawan untuk buang hajat dengan duduk di toilet standar, duduk di toilet rendah, dan jongkok . Penelitian ini tidak hanya mencatat berapa lama waktu mereka, tetapi juga berapa banyak usaha yang dibutuhkan. Jongkok, studi ini menyimpulkan, memerlukan paling sedikit waktu dan usaha. "Ini menunjukkan posisi jongkok lebih tepat secara fisiologis,” kata pakar pencernaan Anish Sheth, “Sederhananya, itu membuka jalur usus besar." Ketika kita berdiri, usus besar (di mana kotoran disimpan) akan mendorong melawan otot puborecatlis. Duduk hanya sebagian melemaskan otot itu. Sedangkan jongkok sepenuhnya melemaskan, meluruskan usus besar. Itu, pada gilirannya, memudahkan proses buang kotoran. Para ahli berpendapat bahwa penyakit pencernaan seperti radang usus, sembelit, dan wasir berasal dari duduk tegang saat berada di toilet. Beberapa dokter bahkan menyarankan pasien mencoba berjongkok untuk menangani masalah usus mereka. Namun, ada pula yang merekomendasikan menambahkan pijakan khusus agar bisa jongkok tanpa harus mengganti toilet duduknya. Penelitian yang lebih baru yang dilakukan Stanford University juga menyimpulkan bahwa jongkok adalah cara yang tepat dan disarankan untuk buang hajat. [IK/bersamadakwah] SUMBER : http://www.bersamadakwah.com