BadkoSerut Membangun Kader :

"Rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan Rijalul 'amal (orang yang pandai bekerja) dan Rijalul 'amal tidak sama dengan Rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Kemudian Rijalul jihad pun tidaklah sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yakni orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil"

Kader dakwah menyeru masyarakat dengan seruan pujangga Ar Rofi'i:

"Jangan kacau--------> di sini ketertiban" "Jangan menyimpang--------> di sini jalan yang lurus" "Jangan mundur-----> di sini saya menyeru" Tak ada sesuatupun yang dapat memperbudak kalian selama teriakanmu: Allahu Akbar...!!!

Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi Iman

Konsisten di atas al-Haq sampai mati adalah sesuatu yang sangat berat, sehingga Rasul sering berdo'a dengan do'a ini: "Ya Allah yang memutar balikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di jalan agamaMu."

Tanda Cinta Kepada Allah :

"Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka selalu bertawakkal (berserah diri) kepada Rabb mereka." (QS. 8:2).

QS. At Taubah ayat 11,

"Sesungguhnya Allah telal membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar."

Sunday, December 25, 2011

Aktivis Dakwah Memimpin Negara

Aktivis Dakwah Memimpin Negara
Artikel Islami - 18 Maret 2004

Aktivis Dakwah Memimpin Negara

Dalam situasi apa pun, orang kafir, Yahudi, Nasrani dan mereka yang tak mau menerima syariat Islam, tak boleh dijadikan pemimpin. Umat Islam harus berusaha mencegahnya.

Sepuluh hari berlalu dari Ramadhan 8 H. Sepuluh ribu pasukan kaum Muslimin bergerak meninggalkan Madinah. Langkah mereka pasti, menuju Makkah. Di Marru Zhahran, Rasulullah saw dan pasukannya berhenti untuk melaksanakan shalat Isya. Rasulullah saw memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyalakan obor. Dalam sekejap lembah itu terang benderang.

Ini salah satu taktik Rasulullah saw untuk menggetarkan hati musuh. Ketika Abu Sufyan bin Harb, Hakim bin Hizam dan Budail bin Warqa’ sedang berkeliling di sekitar Makkah mencari berita, mereka langsung terkejut melihat banyaknya nyala obor. Dalam keterkejutan itu, mereka tidak bisa memperkirakan berapa jumlah kaum Muslimin. Yang ada dalam pikiran mereka hanya satu: kekuatan musuh sangat besar!

Ketika ketiganya sedang diselimuti ketakutan, Abbas bin Abdul Muthalib datang memergoki mereka. Setelah terjadi perbincangan, akhirnya Abu Sufyan bertanya dengan suara bergetar. “Sebaiknya apa yang saya lakukan?”

“Naiklah ke punggung hewan tungganganku ini. Aku akan membawamu ke hadapan Rasulullah saw dan meminta jaminan untukmu,” jawab Abbas.

Abu Sufyan segera menuruti perintah Abbas. Sedangkan kedua temannya kembali ke Makkah. Abbas tidak sulit membawa Abu Sufyan ke hadapan Rasulullah saw. Sebab, setiap kali melewati pasukan kaum Muslimin, mereka dibiarkan berlalu. Pasukan itu mengenal siapa Abbas. Apalagi ia mengendarai hewan tunggangan Rasulullah saw.

Hanya saja ketika melewati Umar bin Khathab, Abbas dan Abu Sufyan sempat berhenti. Begitu melihat Abu Sufyan, Umar buru-buru mendatangi Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, ini adalah Abu Sufyan. Biarkan saya memenggal kepalanya,” ujar Umar.

“Saya telah memberikan perlindungan atasnya, wahai Rasulullah,” ujar Abbas buru-buru sambil menggandeng Abu Sufyan.

Sempat terjadi perdebatan kecil antara Umar dan Abbas. Rasulullah saw segera melerai dan memerintahkan Abbas untuk membawa Abu Sufyan pergi. Beliau meminta untuk membawanya menghadap kembali besok pagi.

Keesokan harinya, Abu Sufyan dihadapkan lagi kepada Rasulullah saw. “Wahai Abu Sufyan, bukankah sudah tiba saatnya bagimu untuk menyatakan tiada Tuhan selain Allah?” tanya Rasulullah saw.

“Engkau begitu santun dan selalu menjaga hubungan kekeluargaan. Kalau memang ada Tuhan selain Allah, tentu aku akan dibelanya,” jawab Abu Sufyan.

“Bukankah tiba saatnya engkau mengakui, aku adalah Rasulullah?” tanya Nabi lagi.

“Sungguh engkau begitu santun dan selalu menjaga hubungan kekeluargaan. Namun, masih ada yang mengganjal di hatiku,” jawab Abu Sufyan.

Melihat Abu Sufyan belum juga menyatakan keislamannya, Abbas membentak, “Celakalah engkau! Bersaksilah, tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan-Nya sebelum kepalamu dipenggal!”

Abu Sufyan pun mengucapkan syahadat. Abbas segera mendekati Rasulullah saw seraya berkata, “ Ya Rasulullah, Abu Sufyan menyukai kebanggaan. Berilah sesuatu kebanggaan baginya.”

“Ya, siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman. Siapa yang masuk ke Masjidil Haram, ia selamat,” ujar Rasulullah saw.

Selanjutnya, Rasulullah saw menyuruh pasukannya untuk bergerak menuju Makkah. Abu Sufyan diperintahkan berangkat lebih dahulu untuk menemui keluarga dan orang-orang kafir Quraisy. Tanpa perlawanan berarti, Makkah berhasil dikuasai. Sekitar 2000 orang menyatakan masuk Islam dan tunduk di bawah bendera Islam.

Sosok seperti Abu Sufyan dalam kisah di atas tak sedikit jumlahnya. Merekalah para tokoh yang sebenarnya mengetahui kebenaran Islam, tapi tak mau mengakuinya. Bisa jadi karena gengsi, tak mau dirinya dipimpin orang lain atau menjaga wibawanya. Sosok seperti ini sangat sulit ditaklukkan dengan metode “dakwah biasa”. Ia hanya bisa ditundukkan dengan kekuasaan, dengan kekuatan. Di sinilah peranan jabatan dan kekuasaan sangat menentukan.

Bukti lainnya tentang pentingnya kekuasaan untuk dakwah ini nampak pada perjalanan sejarah Islam sendiri. Jika kita telusuri sejarah, kuantitas mereka yang masuk Islam pada periode awal dakwah Rasulullah saw, jauh lebih kecil. Dakwah periode Makkah yang berlangsung sekitar 13 tahun hanya menghasilkan sekitar 200 orang. Sedangkan dakwah periode Madinah yang diwarnai dengan “penampakkan kekuasaan” mampu merekrut jumlah yang cukup besar. Hanya dalam tempo 10 tahun berada di Madinah, Rasulullah saw berhasil membawa 10 ribu pasukannya untuk membebaskan Makkah kembali. Dan, ketika kota itu berhasil dikuasai, seketika itu juga sekitar 2000 orang langsung serentak menyatakan diri masuk Islam.

Kekuasaan itu penting. Sama pentingnya dengan kepemimpinan. Bahkan, kadang kekuasaan adalah nama lain dari kepemimpinan. Dengan kekuasaan orang memimpin. Dan kepemimpinan, tak bisa berjalan maksimal tanpa adanya wewenang berkuasa. Jadi, kekuasaan dan kepemimpinan adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan. Jika dakwah memerlukan kekuasaan, berarti juga memerlukan kepemimpinan.

Seorang pemimpin memegang peran penting dalam menentukan kebijakan. Karenanya, di antara strategi penting yang dijalankan Rasulullah saw dalam berdakwah adalah mengirimkan surat kepada para raja agar mereka masuk Islam. Rasulullah saw juga sering memfokuskan dakwahnya kepada para pimpinan kabilah. Sebut saja sahabat beliau Thufail bin Amr. Ia adalah pemimpin suku Daus. Di tangannyalah seluruh penduduk Daus masuk Islam.

Pemimpin memegang peranan penting. Di tangannya beragam ketentuan ditelurkan. Hitam putih sebuah keputusan lahir dari tangannya. Karena begitu besar peranan pemimpin, al-Qur’an merasa harus “turut campur” memberikan arah kepada kaum Muslimin untuk menentukan pemimpin. Ini tak hanya menunjukkan universalitas kandungan al-Qur’an, tapi juga betapa pentingnya memilih pemimpin.

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu,” (QS an-Nisa’: 59).

Dalam ayat tersebut kata ulil amri digandeng dengan kata minkum (di antara kamu). Ini mengisyaratkan bahwa pemimpin umat Islam harus dari kalangan mereka sendiri. Lebih tegas lagi Allah SWT nyatakan dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukmin…,”(QS an-Nisa’: 144).

Larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin ini dilandasi oleh sifat mereka yang tak hentinya memusuhi umat Islam. Allah SWT sendiri menegaskan bahwa orang kafir adalah musuh-Nya dan musuh kaum Muslimin yang tak boleh dijadikan pemimpin. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang. Padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu,” (QS al-Mumtahanah: 1).

Termasuk mereka yang tak boleh dijadikan pemimpin adalah orang Yahudi dan Nasrani. Sebab, merekalah yang paling besar permusuhannya terhadap Islam. Permusuhan mereka tak kan pernah padam, sampai kiamat menjelang. Sebagian mereka adalah penolong bagi yang lain. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). Sebagian mereka adalah pemimpin (penolong) sebagian yang lain,” (QS al-Maidah: 51).

Selain Yahudi dan Nasrani, kaum Muslimin dilarang juga menjadikan pemimpin orang yang mengingkari sebagian atau seluruh syariat Islam. Orang-orang ini tak boleh dijadikan pemimpin lantaran mereka sering melecehkan ajaran Islam. Bentuk pelecehan ini bisa beragam. Di antaranya, tak mau menjadikan syariat Islam sebagai landasan hidup bernegara atau mengingkari sebagian konsep syariat Islam. Sesuatu yang sifatnya final dan tak membuka ruang ijtihad mereka kutak-katik. Mereka tak pernah mau kalau gerakan Islam marak dan menyentuh kekuasaan. Karena itu, Allah melarang dengan tegas orang-orang ini untuk dijadikan pemimpin.

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang yang kafir (musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman,” (QS al-Maidah: 57).

Ketentuan memilih pemimpin ini bersifat umum. Bukan hanya dalam memimpin negara, tapi juga provinsi, kabupaten bahkan lingkup yang sangat kecil bernama keluarga. Yang menjadi pemimpin harus umat Islam dan mengerti syariat Islam serta mau mengamalkannya.
wassalam

Source : majalah Sabili

5 WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W

5 WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W
Kisah - 22 April 2004

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :
1. Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
2. Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
3. Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
4. Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.
5. Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T.
Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :
1. Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya.
2. Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya.
3. Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.
4. Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya.
5. Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.
6. Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya.
7. Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya."

Sunday, November 27, 2011

7 Prinsip Sukses Menjadi Pemimpin

Menjadi pemimpin memang tak mudah. Karena itu, hanya sedikit orang yang mencapai puncak dan bisa terus dikenang hingga kini. Sebenarnya, faktor apa saja yang dimiliki para pemimpin puncak hingga bisa jadi "legenda"? Kita semua sebenarnya tercipta sebagai pemimpin. Minimal, memimpin diri kita masing-masing. Namun sayangnya, memimpin diri sendiri pun, masih sering mengalami kendala. Mulai dari membiarkan pikiran negatif muncul, memelihara sikap miskin mental, dan berbagai hal kurang baik lainnya. Padahal, dengan mengubah cara pandang saja, berpikiran selalu positif, mengembangkan kekayaan mental, akan mampu menjadikan kita sebagai pemimpin yang mumpuni. Jika memimpin diri sendiri berhasil kita lampaui, maka menjadi pemimpin dalam arti sebenarnya juga mengandung tantangan yang tak kalah hebatnya. Hanya mereka yang mampu, mau, dan bersedia terus maju, yang akan jadi pemimpin hebat di bidangnya. Dan, sebenarnya, kita pun bisa mencapainya. Bagaimana caranya? Berikut tujuh kriteria penting yang harus dimiliki seseorang agar jadi pemimpin unggulan, yang disarikan dari Paul B. Thornton yang menulis buku Leadership: Best Advice I Ever Got. 1. Pemimpin mampu menjadikan segalanya nyata. Seorang pemimpin haruslah memiliki semangat dan kemauan keras untuk mewujudkan keinginannya menjadi nyata. Untuk itu, pemimpin pasti memiliki sikap seorang do-ers alias mengutamakan action. John Baldoni, pendiri Baldoni Consulting LLC, mendapat nasihat agar menjadi orang yang tekun dari ayahnya. Sementara, sang ibu mengajarkan untuk tidak melupakan kasih sayang. Karena itu, pemimpin yang baik selain berusaha mewujudkan ambisi, juga tidak melupakan para pendukungnya. 2. Pemimpin mendengarkan dulu, baru memimpin. Steven Covey pernah menyebut, Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut. Ini berarti, kita sebenarnya diperintahkan untuk lebih banyak mendengar daripada berkata-kata. Cordia Harrington, Presiden dan CEO dari Tennessee Bun Company menyebutkan, sebagai pemimpin agar mengutamakan untuk memahami lebih dulu, dibanding keinginan untuk dipahami. 3. Pemimpin menjawab pertanyaan dengan jelas dan terarah. Ada tiga pertanyaan mendasar yang biasanya ditanyakan anak buah: Ke mana kita akan mengarah? Bagaimana kita mencapainya? Apa peran saya? Menurut Kevin Nolan, President & Chief Executive Officer dari Affinity Health Systems, Inc, kemampuan menjawab dengan jelas dan terarah dari ketiga pertanyaan tersebut akan jadi indikator sukses tidaknya seorang pemimpin. 4. Pemimpin menguasai visinya sehingga mampu bekerja di mana dan kapan saja di segala kondisi. Debbe Kennedy, President, CEO dan pendiri Global Dialogue Center and Leadership Solutions Companies, menyebutkan bahwa dunia terus berubah. Maka, seorang pemimpin harus menguasai perubahan dengan mengetahui secara pasti tujuannya. Untuk itu, seorang pemimpin harus membekali diri dengan beberapa hal, yakni: kemampuan mewujudkan ide-ide, membangun rencana yang terarah, pandai mengeksekusi, berorientasi hasil terbaik di setiap waktu. 5. Pemimpin selalu penuh keingintahuan. Hal ini akan mendorong dirinya menjadi orang yang selalu haus akan informasi terbaru dan terus melakukan pengembangan berkelanjutan. Menurut Mary Jean Thornton, mantan CIO (Chief Information Officer) dari The Travelers, semua perkembangan didasari oleh kemajuan berpikir. Karena itu, di perusahaannya, ia selalu membiasakan diri dan anak buahnya untuk selalu berpikir kreatif dan menantang untuk membangun masa depan. 6. Pemimpin selalu mendengar dari dua sisi. Seperti yang sudah disebutkan, kemampuan mendengar dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Namun, tak cukup hanya jadi pendengar. Informasi yang didapat harus meliputi semua sisi. Karena itu, seorang pemimpin andal tak lantas percaya begitu saja dengan penuturan satu sisi. Ia harus mampu menggali dan "mendengar" dari sisi lain sehingga bisa melakukan tindakan yang objektif. Brian P. Lees, senator dari negara bagian Massachusetts, AS menyebutkan pentingnya untuk bergaul dengan semua kalangan. Mulai dari profesor sampai anak-anak sekolah, dari pemimpin lain hingga rakyat biasa. 7. Pemimpin pasti selalu memiliki persiapan, persiapan, dan persiapan. Ada satu pepatah mengatakan, jika Anda gagal membuat rencana, maka Anda sedang merencanakan untuk gagal. Ini mengandung makna, bahwa persiapan menyeluruh, dimulai dari rencana yang matang dan tindakan yang terarah, akan jadi indikator pertama tentang sukses tidaknya kepemimpinan kita. Tak heran, jika ada idiom, persiapan adalah ilmu untuk meraih kemenangan. Untuk itu, mutlak kiranya seseorang pemimpin menyiapkan segala hal-termasuk dengan rencana cadangan-agar mampu mencapai sukses yang didambakannya.

Friday, November 25, 2011

KELUARGA BESAR BADKO TKATPA DESA SERUT

SELURUH KELUARGA BESAR BADKO TKATPA DESA SERUT MENGUCAPKAN

Tuesday, November 22, 2011

TPA ku SAYANG TPA ku TIDAK MALANG

Ustad-ustadzah yang dirahmati Allah, fenomena yang sering kita temui dalam kegiatan perTPA-an adalah semakin sedikitnya jumlah santri atau semakin sedikitnya SDM yang mengelola TPA atau bahkan dua duanya, sehingga membuat TPA seperti lampu yang kehabisan minyak. Jika kita mau sebentar menengok sebab apakah yang membuat hal ini terjadi maka kita akan kembali kepada kaidah kebaikan yang tidak tertata akan dikalahkan oleh keburukan yang tertata, ya fakta itulah yang sekarang ini terjadi pada TPA kita, mari sejenak kita coba analisis beberapa hal yang menjadi penyebabnya. Dua sisi dakwah Ustad-ustadzah yang dimuliakan Allah, telah kita ketahui makna dari adda’wah adalah mengajak, menyeru atau secara istilah adalah menyeru kepada manusia sampai mereka terpengaruh dengan apa yang kita bawa. Jadi dalam makna adda’wah ternyata penjelasan berupa kalimat terbuka, yaitu pada kalimat apa yang kita bawa, kalimat itu menunjukkan bahwa menyeru kepada manusia tidak hanya kebaikan saja yang melakukan tetapi kemaksiatan juga menyeru kepada manusia agar mereka menjauhi Islam dan mengikuti kemaksiatan. Na’udzubillahi min dzaalika, ini yang sering kita terlena dan lupa bahwa musuh kita adalah orang-orang yang menghalangi manusia kepada Islam dengan berbagai cara. Ikhwah fillah… Seruan terhadap kemaksiatan yang dilancarkan oleh para da’inya ternyata lebih dahsyat dan tertata sangat rapi sehingga sampai detik ini kema’siatan masih saja lebih menarik dari pada kebajikan, club malam masih lebih menarik dari pada masjid dan konser musik lebih dahsyat dan menarik dari pada pengajian pengajian dan halaqoh. Bahkan seruan yang dilancarkan oleh kema’siatan mempengaruhi bukan hanya pada obyek (baca = anak anak dan remaja) tetapi juga orang disekitarnya (baca = orang tua), islamophobia mulai menyerang mereka, ketakutan jika anak anak mereka mulai menunjukan penampilan yang islami, bahkan sebagian institusi (baca = sekolah) belum juga mengijinkan pendampingan agama islam (PAI) yang diselenggarakan oleh Alumni untuk masuk ke sekolah, dengan alasan kekhawatiran terjebak dalam aliran sesat, tetapi sayangnya mereka (sekolah) tidak pernah mengkhawatirkan siswa mereka ikut dalam konser konser musik, foya foya, dan sebagainya. Sehingga islam seolah oilah menjadi musuh yang pantas dicurigai. Standar baik buruk yang tidak paten Ikhwah fillah… Yang kedua selain keterlambatan kita mengetahui serangan pemikiran seperti disebut di atas, ternyata dalam masyarakat kita mempunyai standar baik buruk yang tidak paten. Seorang pemudi akan dianggap bermasalah jika sudah cukup umur tetapi belum ada pemuda yang main ke rumah, anak dikatakan hebat jika bias juara 1 disekolah walaupun tidak sholat, seorang ustad dikatakan bagus dalam mengisi pengajian asalkan lucu walaupun isi pengajiannya tidak ada hujjahnya, seorang pemuda akan dianggap bagus jika pendidikan formalnya tinggi walaupun tidak bisa membaca Al Qur’an. Ustad-ustadzah pernah mencoba bersandar pada kursi kemudian tiba tiba kursi itu ditarik? Apa yang terjadi?... betul kita akan tersentak dan akhirnya terjatuh. Persis seperti itu jika kita menyandarkan sesuatu kepada yang tidak paten, standar yang paten hanyalah Al qur’an dan Assunnah yang sampai hari kiamat tidak akan pernah berubah. Harusnya standar baik buruk yang ada dalam masyarakat sesuai dengan Al Qur’an dan Assunnah sehingga tidak akan ada lagi ungkapan “sik penting anakku juara, arepo ra melu TPA” Mereka juga membelanjakan harta untuk menghalagi manusia dalam Islam Muhammad Ibnu Ishaq melalul AI Zuhri berkata: "Setelah orang-orang kafir quraish kalah dalam peperangan Badr, mereka pulang dan terus merancang untuk menyerang kembali orang-orang Islam. Mereka berjumpa dengan Abu Sufyan yang telah dapat melepaskan dirinya dan harta dagangannya dari serangan tentera-tentera Islam. Mereka lalu menceritakan pada Abu Sufyan bahawa banyak di antara mereka kehilangan anak, ayah dan saudara dalam peperangan Badr. Mereka berkata pada hartawan dan pedagang quraish itu: "Sesungguhnya Muhammad telah ganjilkan kita. Jadi bantulah kami dengan harta kamu, mungkin kali ini kita akan dapat menebus kekalahan (di Badr). Lalu merekapun menyerahkan harta mereka untuk tujuan mereka itu ... " Peristiwa di atas adalah asbabunuzul surat al anfal ayat 36 Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan, Sikap seperti ini adalah satu cara tradisi bagi setiap musuh-musuh Islam, semasa dahulu maupun sekarang ini, malah sampailah pada hari akhirat. Inilah satu sunnatullah yang mesti difahami oleh setiap orang yang beriman dan yang berusaha untuk melaksanakan Islam dalam masyarakatnya. Sebagaimana seperti yang berlaku dahulu, mereka orang-orang kafir ini, akan berusaha secara tolong menolong dengan harta dan tenaga mereka untuk menyekat kebenaran dakwah Islamiah, bahkan kebenaran Islam, Deen Allah SWT yang syumul dan lengkap. Sejak awal dakwah, orang-orang kafir selalu menghalang-halangi dakwah secara bergotong royong, bekerja sama satu sama lain, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq: "..dan merekapun berkata pada Rasulullah SAW, "Sekiranya kamu mau harta, maka kami akan kumpulkan harta-harta itu, dan menjadikan kamu orang yang paling kaya di antara kami, dan sekiranya kamu inginkan kemuliaan, maka karni akan melantik kamu menjadi ketua dan penguasa ke atas kami, dan kami tidak akan mengambil sebarang keputusan tanpa keizinanmu...... Solusi yang solutif Membuat TPA lebih menarik dari pada acara TV Menunjukan kepada masyarakat bahwa santri TPA bagus dalam prestasi akademik Jadilah da’I yang kaya Dengan menjadi da’I yang kaya maka kita tidak akan lagi merasa berat untuk menafkahkan harta kita dan lebih membawa kita untuk mudah dalam menjalanmkan amanah dakwah karena kita bias menyingkirkan 1 masalah dakwah yaitu alas an tidak terlibat dalam aktifitas dakwah kjarena pekerjaan atau mengejar maisyah. Bersungguh sungguh dalam menegakkan Islam Orang-orang yang beriman, yang melalui proses didikan di bawah Madrasah Rasulullah SAW mereka faham yang halangan-halangan in adalah satu sunnatullah, yang sudah semestinya mereka hadapi dengan penuh kesabaran. Orang-orang yang beriman, mereka faham yang mereka juga mesti berada bersama-sama dalam satu Jamaah, dan berjihad dengan segala apa yang ada pada diri mereka, sama ada dengan harta, tenaga dan jiwa raga mereka. Bagi mereka tidak ada hudnah dalam menyebarkan Fikrah Islamiyah, yaitu dalam erti kata tetap melaksanakan Islam dan beriman dengan Allah SWT dalam setiap suasana yang mereka hadapi. Sabda Rasulullah SAW yyang bermaksud; "Jihad tidak akan berhenti sehingga ke hari kiamat. " Orang-orang kafir, mereka tidak akan berhenti daripada usaha mereka itu, dan tidak akan membiarkan orang-orang beriman bersenang-senang. Oleh itu kita mestilah menyusun dan merancang kerja-kerja kita untuk menentang jahiliyah. Adalah satu sunnatullah, sekiranya kita ingin menentang jahiliyah maka mestilah dalam satu usaha yang tersusun rapi. Berada dalam satu Harakah Islam yang mempunyai satu sistem tarbiyah yang benar, dan berkembang dengan cara yang benar juga. Bukan berkembang dengan cara yang tidak masyruk. Orang-orang beriman sadar bahwa jahiliyah itu lemah, karena ia tidak ada kekuatan mutlak. la hanya bergantung pada ketua-ketua dan kekuatan kebendaan saja. Namun bagi orang-orang beriman senjata mereka adalah di tangan Allah SWT. Kata as-Syahid Syed Qutb: "Kamu adalah lebih tinggi, oleh itu jangan kamu merasa lemah dan rendah lantas meminta damai (dengan jahiliyah). Kamu adalah lebih tinggi dari segi aqidah dan konsepsi hidup. Kamu adalah lebih tinggi dari segi ikatan penghubung dengan Tuhan yang Maha Tinggi dan Agung... kamu adalah lebih tinggi dari segi kekuatan, keteguhan dan kemenangan kerana kekuatan Yang Teragung adalah bersama-sama kamu. Kamu tidak bersendirian, tetapi kamu adalah didampingi oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa.....".

Sunday, November 13, 2011

Ahad,13 Nopember 2011/16 Dhulhijah 1432 H

Seluruh Keluarga Besar BAdko TKA TPA Desa Serut mengucapkan : Barokallahu laka wabaroka wajamanga baina kuma fikhoir ... Kepada kang Wawan dan mbakTriyanti, hanya doa yang bisa kami panjatkan kepada ALLAH SWT,... Mengiring kebahagiaan memulai babak baru dalam dakwah ini,semoga menjadi keluarga baru yang sakinah mawadah warohmah dan dakwah,... Semoga menjadi inspirasi bagi rekan se-perjuangan yang lain, ALLAHU AKBAR !!!

Monday, November 7, 2011

Baksos Badko Serut Jilid 2 "Dahsyatnya Berbagi dan Silaturahmi"

Allahu Akbar.. Allahu Akbar ... Allahu Akbar ..... Laa ila ha illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Albar walillah hilham Subhanallah gema takbir dan tahmid berseru saling bersahut sahutan antar masjid/mushola satu dengan lainya. Gema itu berkumandang diseluruh penjuru dunia ini, tak terkecuali Desa Serut Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul. Gema takbir dan tahmid yang menandakan adanya hari raya Idul Adha pada esok harinya terdengar semarak. Umat Islam Desa Serut amat menanti datangnya bulan gizi ini, dengan datangnya bulan ini, masyarakat bisa merasakan memakan daging walau itu hanya setahun sekali. Dusun Wangon Dawung adalah sebuah dusun di Kelurahan serut yang berbatasan dengan desa Sampang, di dusun tersebut memiliki sebuah keunikan yang luar biasa. Knapa dikatakan unik??? Unik karena memang lain daripada yang lain,sudah pasti nek itu hehe .... Sebuah dusun dimana Islam menjadi agama minoritas, lingkungan masyarakat kebanyakan adalah umat Kristen. Yang mana seharusna Islam menjadi agama mayoritas tapi disana benar benar lain daripada yang lain. Selain itu faktor geografis yang luar biasa bergunung gunung berbukit bukit menjadi sebuah seni yang indah untuk disaksikan pandangan mata kita. Dusun yang terletak diperbatasan antar desa menjadi daerah yang rawan untuk dimasuki adanya misi misi yang tidak Islami tentunya. Dimana hubungan dengan dusun lain menjadi hal yang amat sulit walaupun itu bisa dilakukan. Pemuda yang seharusnya menjadi tulang punggung agama di dusun itu mau tak mau haru skeluar daerah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, sehingga yang tertinggal dan tersisa hanyalah beliau beliau yang masih muda semangatnya tapi usia tentu sudah uzur.
Di dusun itulah Badko Desa Serut mengadakan acara tahunan nya kali ini yakni Baksos Badko, sebuah kegiatan sebagai bentuk kepedulian teman teman badko pada masyarakat disekitarnya. Alhamdulilah tahun ini kita berhasil menyalurkan sebuah hewan kurban untuk masyarakat di dusun Wangon Dawung. Dusun dengan segala keunikannya tadi yang tertulis diatas. Selain sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat, baksos ini juga bertujuan untuk membentengi Umat Islam di dusun tersebut dari upaya rongrongan berbagai pihak yang memusuhi Islam. Umat yang senantiasa membenci Islam, sehingga menghalalkan segala cara agar Umat islam khususnya di dusun Wangon Dawung mau menanggalkan aqidah mereka, berganti keimanan dengan selain Islam. Subhanaallah ternyata perjuangan dakwah kita, masihhhh amattttt panjaanggggggggggg. Semoga Allah masih memberikan kita semua lesempatan hidup untuk menempuh jalan dakwah ini. ALLAHU AKBAR !!!
Masih dalam rangkaian kegiatan Baksos Badko Serut, pada malam harinya yakni malam Senin tgl 6 November 2011 pukul 19.45 diadakan Pengajian Akbar. Dalam pengajian ini Badko membawa ustad dari desa Sampang beliau berjuluk Ustad Sriyanta SPd. Seorang ustad muda yang berpengalaman rendah hati dan suka menolong, menjadi ustad ispirasi bagi teman teman di badko. Kapan yaa bisa menjadi seperti beliau ??? Subhanallah ... Tema yang beliau sampaikan pada malam itu adalah pentingnya menjaga akidah dan tauhid. tauhid yang merupakan pokok ajaran Islam menjadi sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar tawar dengan berapa rupiahpun. Tauhid kata beliau ada 3 macam yakni tauhid uluhiyah, tauhid mulkiyah dan tauhid asma wa shifat. Pembawaan beliau yang komunikatif menjadikan pengajian malam itu menjadi berwarna dan penuh hikamah yang bisa diambil. Acara selanjutnya yakni penyerahan kenang kenangan sebagai tanda dimulainya silaturahmi antara Badko Desa Serut dengan seluruh warga dusun Wangon Dawung.
Penyerahan bingkisan diwakilkan pad ketua Badko Serut Sigit Purnomo calon SPd dan diterima langsung oleh takmir mushola Al Jannah Wangon bapak Cipto Miarjo, disaksikan oleh jamaah yang hadir dan para malaikat malaikat yang hadir pada malam tersebut. Walaupun bingkisan hanya seadanya semoga menjadi sebuah nilai yang mulia dimata Allah SWT. Sampai pada penghujung acara adalah penutup, dengan mengucap syukur pada Allah SWT atas terlaksananya Baksos tahun ini. Semoga menjadi tambahan pahala bagi teman teman semua dan menjadi cambuk untuk lebih baik di tahun berikutnya. Allahu Akbar.. Allahu Akbar ... Allahu Akbar ..... Laa ila ha illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Albar walillah hilham

Sunday, September 25, 2011

Report Foto Silaturahmi Akbar Generasi Muda Se Kecamatan Gedangsari

Alhamdulillah telah terlaksana dengan sukses agenda Badko Desa Serut bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Gedangsari yakni Silaturahmi Akbar Generasi Muda Se Kecamatan Gedangsari. Acara ini berlangsung hari Ahad tanggal 18 September di masjid Al Barokah Rejosari Serut. Hadir sebagai pembicara yakni Ustad Eka Pranyana dari PWPM Yogyakarta. Adapun report dukumentasi kegiatan sebagai berikut :
Sekian report dokumen agenda badko, KEEP SPIRIT SMILE AND ISTIQOMAH !!! NEVER ENDING DAKWAH, ALLAHU AKBAR

Friday, September 16, 2011

Sambut Silaturahmi Akbar Generasi Muda Se Kecamatan Gedangsari

Besok pagi tepatnya hari Ahad 18 September 2011, Serut menjadi tuan rumah adanya Silaturahmi Akbar Generasi Muda Se Kecamatan Gedangsari. Agenda yang merupakan kerjasama antar Badko TPA Desa Serut dengan PCPM Gedangsari. Adapun acara akan diselenggarakan di Masjid Al Barokah Rejosari Serut, pukul 08.00 - selesai. Pembicara pada pengajian ini adalah belaiu Ustad Eka Pranyana dari PWPM Jogjakarta. Mudah mudahan agenda ini bisa terselenggara dengan sukses dan memberikan manfaat bagi generasi muda Se Kecamatan Gedangsari untuk bangkit memimpin bangsa. ALLAHU AKBAR ... ALLAHU AKBAR ... ALLAHU AKBAR !!!

Saturday, September 10, 2011

Karakteristik Pemuda Pejuang

Eksistensi dan perana pemuda sangat urgen. Dalam al-Quran ataupun hadits, banyak diucapkan karakteristik/jati diri sosok pemuda ideal yang harus dijadikan teladan oleh pemuda yang bercita-cita sebagai orang atau pemimpin sukses. Pertama, memiliki keberanian (syaja’ah) dalam menyatakan yang hak (benar) itu hak (benar) dan yang batil (salah) itu batil (salah). Katakanlah kebenaran walaupun rasanya pahit (al Hadits). Jihad yang paling tinggi adalah kalimat haq di depan pemimpin yang zalim (al Hadits). Lalu, siap bertanggung jawab serta menangung resiko ketika mempertahankan keyakinannya. Contohnya adalah pemuda Ibrahim yang menghancurkan “berhala-berhala” kecil, lalu dan menggantung kapaknya ke “berhala” yang paling besar untuk memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa menyembah berhala itu (tuhan selain Allah SWT) sama sekali tidak bisa mendatang manfaat dan menolak bahaya. Kisah keberaniannya dikisahkan dalam surat al-Anbiya’[21] ayat 56-70. Kedua, ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity) untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan. Artinya, tidak pernah berhenti dari belajar dan menuntut ilmu pengetahuan (QS al-Baqarah [2]: 260). Semakin banyak ilmu yang dimilikinya, ia menyadari betapa banyak ilmu yang belum diketahui. Semakin berilmu, semakin tunduk tauhidnya pada wahyu. Ketiga, selalu berusaha dan berupaya untuk berkelompok dalam binkai keyakinan dan kekuatan akidah yang lurus, seperti pemuda-pemuda Ashabul Kahfi yang dikisahkan Allah SWT pada surah al-Kahfi [18] ayat 25. Bukan berkelompok untuk mengadakan konspirasi jahat (makar). Atau berpikir yang aneh-aneh hanya untuk cari sensasi. Para pemuda pejuang yang berkarakter ala Ibrahim, ia ingin berkelompok bukan untuk huru-hara atau tujuan yang tidak ada manfaatnya. Tetapi berkelompok dalam kerangka ta’awun ‘alal birri wat taqwa (bersinergi dalam kebaikan dan ketakwaan). Bukan berkerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Keempat, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusilasi. Hal ini seperti kisah nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Pemuda dengan tipe ini, bisa digambarkan pada sosok Nabiullah Yusuf yang tak tergoda nafsu,meski kesempatan ada. Yusuf tak mau meladeni wanita (Zulaikha) yang terus menggodanya. Ketika Yusuf digoda, ia justru berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Kelima, memiliki etos kerja dan etos usaha yang tinggi serta tidak pernah menyerah pada rintanga dan hambatan. Ia memandang berbagai kesulitan adalah sebagai peluang untuk mengukir prestasi dan sarana kematangan jiwa. Seandainya menjadi manusia besar itu mudah, betapa banyak manusia yang terlahir sebagai pahlawan, meminjam ungkapan ahli sastra Arab. Hal itu diperagakan oleh sosok pemuda Muhammad yang menjadikan tantangan sebagai peluang untuk sukses hingga ia menjadi pemuda yang bergelar al-Amin (terpercaya) dari masyarakat. Wahai pemuda, marilah kita ikuti perjalan sosok-sosok yang mengagumkan itu. Wahai para orantua, tak ada salahnya, kita persiapkan anak-anak kita dalam tipe pemuda yang berkarakter itu. Merekalah sosok pemuda ideal yang dicontohkan dalam al-Quran dan Hadits. Mudah-mudahan mereka bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemuda Indonesia masa kini dan masa depan. Wallahu a’lam bishshowab.*

Wednesday, September 7, 2011

Pelatihan Kader Muda Badko

Alhamdulillah telah terlaksana dengan sukses agenda dahsyat Badko TKA TPA Desa Serut yakni Pelatihan Kader Muda. Pelatihan kali ini merupakan kali ke 2 dilaksanakan, adapun pelaksanan pada hari Jumat-Sabtu tanggal 26-27 Agustus 2011 bertempat di Masjid Taubatan Nasukha Dungmanglu. Kegiatan ini dikuti oleh semua kader dari perwakilan tiap tiap TPA se Desa Serut, adapun total peserta putra dan putri 63 orang. Pelatihan Kader MUda ini merupakan agenda tahunan Badko Desa Serut, sebagai upaya untuk pembekalan para kader kader muda Badko. Sehingga diharapkan setelah pelatihan ini kader punya ilmu yang akan digunakan untuk memajukan Badko kedepan. Sebagai pembuka acara ini adalah beliau Bapak Paijo sebagai perwakilan dari Badko Kecamatan sekaligus Kepala Desa Sampang. Beliau memberikan arahan kedapan bagimana sebuah organisasi dijlankan, dan betapa pentingnya kehadiran orang orang yang berjuang dijalan dakwah Alllah SWT. Adapun materi materi yang disampaikan banyak sekali diantaranya Problematika Remaja dan Kristologi yang dbawakan oleh Ustad Sriyanta dari Gedangsari. Beliau menyampaikan materi dengan sangat apik dan menarik, sehingga banyak peserta yang bertanya dan antusias sekali. Terutama seputar Kristologi yang merupakan hal baru dalam dakwah Badko,dmana ternyata masalah misionaris ini merupakan masalah yang tidak bisa kita anggap enteng untuk dakwah di Serut dan sekitarnya. Acara hari pertama disi dengan materi materi tersebut sampai sore dan akhirnya berbuka bersama. Acara berbuka bersama ini merupakan anugrah terindah sesama rekan rekan seperjungan Badko. Walaupun hanya seteguk air putih dan segelas kolak semua itu lebih dari cukup untuk menggambarkan kebersarsamaan kami. ALANGKAH INDAHNYA JALAN DAKWAH INI .... Akhir malam kita isi dengan Muhasabah, dimana muhasabah ini diisi seorang trainer handal dari Solo, walaupun seorang putri tapi luar biasa semangat beliau.Dikaruniai nama Ari Purwanti kami memanggil beliau, kecil tapi luarrr biasaaa. Seluruh pserta dibuatnya larut dalam muhasabah beliau, sampai semua air mata tumpah ruah dalam masjid itu. Saya sendiri sebagai pembawa acara ehhh ikut terbawa acara nya hehe ^_^ Paginya kita senam pagi, seblumnya sahur berjamaah tentunya hehe ... senam pagi trus OUTBOND ke Sendang,sambil tadabur alam diSerut ternyata indah juga kalau pagii ... Udara yang sejuk belum tekena polusi,kicau burung pagi yang asrriii ahhh nemanbah indah suasananya. Asyik bergembiara luar biasaaaa Akhirnya sampai dipenghujung acara penutupan, sebelum itu disi oleh ummi kita UMMI SALAMAH yang juga LUARR BIASAAA ... sebagai follow up adanya PKM tahun ini. Maka diagendakan adanya pembinaan rutin tiap tiap tempat,agar semangat dakwah yang kita punyai senantiasa terjaga. AKHIRNYA SAMPAI JUMPA DIPKM TAHUN DEPAN KEEP SPIRIT SMILE AN ISTIQOMAH DI JALAN DAKWAH ALLLAHU AKBAR !!!!

Saturday, July 23, 2011

Badko Sambut Ramadhan 1432 H

Nanti malam Ahad 24 Juli 2011 pukul 19.30, akan diadakan Pengajian Menyambut Ramadhan 1432 H bertempat di Masjid Taubatan Nasukha Dungmanglu Serut Gedangsari Gunung Kidul. Hadir sebagai pemateri nanti malam yakni ustad Solihin SPd I MA dari KUA Kecamatan Gedangsari. Pengajian ini berlangsung berkat kerjasama Forum Silaturahmi Takmir Masjid Desa Serut dan seluruh panitia, termasuk dari Badko TKA TPA Desa Serut. Pengajian umum ini diharapkan dapat menjadikan bekal bagi seluruh umat Islam dalam menyambut kedatangan bulam Ramadhan 1432 H.

Serunya Jambore Anak Sholeh IV

Setelah sukses Badko TPA TKA Desa Serut dalam menggelar agenda rutinnya, Jambore Anak Sholeh IV. Dimana Jambore untuk tahun ini merupakan Jamas yang paling luar biasa dibandingkan dengan Jamas sebelumnya. Hal ini dilihat dari jumlah peserta, materi materi kegiatan juga tak ketinggalan hadiah hadiah lombanya tentu. Pagelaran akbar tahunan ini digelar di kompleks SD Ngalang alang Ombo, pada tanggal 2-3 Juli 2011. Diikuti seluruh santri TKA TPA Se Desa Serut, total santri dan pembimbing mencapai 120 orang.
Acara kali ini selain lomba-lomba juga diisi materi kajian tentang remaja. Ada 3 sesi materi kajian ini, dimana sasarannya adalah santri SMP ke atas, yang kebanyakan adalah remaja potensial sebgai generasi penerus perjuangan Badko selanjutnya. Adapun pemateri adalah Bapak Sariyanta dari PCM Gedangsari, beliau menyampaikan materi tentang problematika ramaja muslim saat ini. Materi yang beliau sampaikan sangat menarik perhatian para santri. Sehingga masih saja membekas walaupun sudah usai kajiannya.
Materi yang kedua tidak kalah menariknya, disampaikan oleh bapak Alip Widodo dari KUA Kec Gedangsari. Beliau juga adalah Ketua Badko Kecamatan Gedangsari. Materi yang beliau sampaikan adalah Bangganya menjadi remaja muslim. Beliau contohkan dakwah remaja muslim haruslah lebih baik, lebih gigih daripada dakwahnya para pengunggu kretel maupun buk atau bahasa englishnya "jembatan".
Sesi terakhir diisi oleh ustad muda dari Bayanan, mas Arif Safrudin Yudistira, seorang mahasiswa UMS. Aktivis dipergerakan kampus dan juga penulis artikel dikoran koran. Kedatangan beliau memberikan warna tersendiri bagi para peserta kajian. Selain cerdas pinter menyampaikan materi beliau juga dianugrahi ketampanan oleh Allah SWT. Sehingga waktu sudah hampir habispun, masih juga rasanya kurang,dan perlu nambah nambah lagi.
Perlombaan perlombaan pun tidak kalah serunya. Ada banyak lomba digelar pada Jamas kali ini. Diantaranya Lomba CCA, lomba adhan, pildacil, tilawah, masak, mading, dan pensi. Hampir semua kabilah mendapatkan juara tersebut, walaupun cuma diambil juara 1 dan 2 saja. Pensi pada malamnya cukup manarik juga, kreativitas para santri benar benar luar biasa, patut diacungi jempol. Ada yang baca puisi, ada yang menyanyi ada yang drama dan lain sebagainya. Pokoknya SERU deh. Sambil pensi diisi dengan pengajian disampaikan oleh UJ lho. Bukan UJ ustad Jefri Albukhori, tapi UJ ustad Juli dari Karangdowo Klaten. Jauuuuuuhhhhhhhh banget tapi demi teman teman di Serut, beliau merelakan waktunya. Bahkan datangnya lebih awal dari pagi, sudah datang. Syukron yaa ustad atas waktu dan pengorbanannya buat kami.
Diakhir acara penutupan disampaikan juara juara tiap lomba dan juara umum. Untuk juara umum masih dipegang oleh kabilah dari mushola Al Hidayah Duren. Untuk penutupan disampaikan oleh bapak Sunardi selaku pembina dari Badko TKA TPA Desa Serut. Selesai sudah pagelaran Jambore Anak Sholeh IV, sudah banyak kenangan dan kenalan bagi semua panitia dan santi. Juara bukan segala galanya, tapi semangat dalam dakwah semangat mengaji jangan sampai berhenti. Tetep semangat adik adikku, kawan seperjuangan. ALLAHU AKBAR ... ALLAHU AKBAR ...ALLAHU AKBAR !!!

Wednesday, June 29, 2011

Sambut Jambore Anak Sholeh IV

Pergerakan tanpa adanya kegiatan adalah kosong tanpa isi. Badko Desa Serut sebagai sebuah pergerakan dakwah yang ada di Desa Serut, mencoba memberikan warna baru dakwah diSerut dan sekitarnya. Walau dengan segala keterbatasan yang ada, tapi dengan harapan yang tinggi semoga acara Jambore yang akan dilaksanakn Sabtu- Ahad, 2-3 Juli 2011,di SD Ngalang alang ombo. Acara dapat berjalan dengan lancar tidak ada halangan yang berarti.

Friday, June 10, 2011

Benarkah Kita Kader Dakwah?

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kepahaman yang utuh. Paham akan falsafah dasar perjuangan, paham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, paham akan cita-cita yang hendak dicapai, paham akan jalan yang harus dilalui. Kader dakwah memiliki pemahaman yang komprehensif. Paham akan tahapan-tahapan untuk merealisasikan tujuan, paham akan konsekuensi setiap tahapan, paham akan logika tantangan yang menyertai setiap tahapan, paham bahwa di setiap tahapan dakwah memiliki tingkat resiko yang berlainan. Kepahaman kader dakwah terus berkembang.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki keikhlasan yang tinggi. Ikhlas artinya bekerja hanya untuk Allah semata, bukan untuk kesenangan diri sendiri. Sangat banyak godaan di sepanjang perjalanan dakwah, baik berupa harta, kekuasaan dan godaan syahwat terhadap pasangan jenis. Hanya keikhlasan yang akan membuat para kader bisa bersikap dengan tepat menghadapi segala bentuk godaan dan dinamika dakwah. Sangat banyak peristiwa di sepanjang perjalanan dakwah yang menggoda para kader untuk meninggalkan jalan perjuangan. Ikhlas adalah penjaga keberlanjutan dakwah.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki amal yang berkesinambungan. Amal dalam dakwah bukanlah jenis amal yang setengah-setengah, bukan jenis amal sporadis, spontan dan tanpa perencanaan. Sejak dari perbaikan diri dan keluarga, hingga upaya perbaikan masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Amal dalam dakwah memiliki tahapan yang jelas, memiliki tujuan yang pasti, memiliki orientasi yang hakiki. Kader dakwah tidak hanya beramal di satu marhalah dan meninggalkan marhalah lainnya. Kader dakwah selalu mengikuti perkembangan mihwar dalam dakwah, karena itulah amal yang harus dilalui untuk meretas peradaban.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki etos jihad yang abadi. Jihad dalam bentuk kesungguhan, keseriusan, dan kedisiplinan dalam menggapai visi dakwah yang hakiki. Kesungguhan membela hak-hak umat, kesungguhan mendidik masyarakat, keseriusan mengusahakan kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan membersamai dan menyelesaikan persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Kader dakwah harus memberikan kesungguhan dalam menjalankan semua agenda dakwah, hingga menghasilkan produktivitas yang paripurna, di lahan apapun mereka bekerja. Itulah makna jihad dalam konteks perjalanan aktivitas dakwah.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki pengorbanan yang tak terhingga nilainya. Dakwah tidak mungkin akan bisa dijalankan tanpa pengorbanan. Sejak dari pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran, fasilitas, hingga pengorbanan jiwa. Rasa lelah, rasa jenuh, rasa letih selalu mendera jiwa raga, kesenangan diri telah dikorbankan demi tetap berjalannya roda dakwah. Aktivitas dijalani sejak berpagi-pagi hingga malam hari. Kadang harus bermalam hingga beberapa lamanya, kadang harus berjalan pada jarak yang tak terukur jauhnya, kadang harus memberikan kontribusi harta pada kondisi diri yang belum mapan dari segi ekonomi. Pengorbanan tanpa jeda, itulah ciri kader dakwah yang setia.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki ketaatan kepada prinsip, keputusan organisasi, dan kepada pemimpin. Prinsip-prinsip dalam dakwah harus dilaksanakan dengan sepenuh ketaatan. Taat kepada pondasi manhaj adalah bagian penting yang akan menghantarkan dakwah pada tujuannya yang mulia. Taat kepada keputusan organisasi merupakan syarat agar kegiatan dakwah selalu terbingkai dalam sistem amal jama’i. Taat kepada pemimpin merupakan tuntutan agar pergerakan dakwah berjalan secara efektif pada upaya pencapaian tujuan. Ketaatan bukan hanya terjadi dalam hal-hal yang sesuai dengan pendapat pribadi, namun tetap taat terhadap keputusan walaupun bertentangan dengan pendapatnya sendiri.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki keteguhan tiada henti. Kader dakwah harus selalu tegar di jalan dakwah, karena perjalanan amatlah panjang dengan berbagai gangguan dan tantangan yang menyertainya. Teramat banyak aktivis dakwah semasa, dimana mereka memiliki semangat yang menyala pada suatu ketika, namun padam seiring berjalannya usia. Ada yang tahan tatkala mendapat ujian kekurangan harta, namun menjadi gugur saat berada dalam keberlimpahan harta dunia. Ada yang tegar saat dakwah dilakukan di jalanan, namun tidak tahan saat berada di pucuk kekuasaan. Kader dakwah harus berada di puncak kemampuan untuk selalu bertahan.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki kemurnian dan kebersihan dalam orientasi aktivitasnya. Sangat banyak faktor yang mengotori kebersihan orientasi dakwah. Ada kekotoran cara mencapai tujuan. Ada kekotoran dalam usaha mendapatkan harta. Ada kekotoran dalam langkah menggapai kemenangan. Kader dakwah harus selalu menjaga kemurnian orientasinya, tidak berpaling dari kebenaran, tidak terjebak dalam kekotoran. Karena dakwah memiliki visi yang bersih, sehingga harus dicapai dengan langkah dan usaha yang bersih pula.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki solidaritas, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Ukhuwah adalah sebuah tuntutan dalam menjalankan agenda-agenda dakwah. Semakin besar tantangan yang dihadapi dalam perjalanan dakwah, harus semakin kuat pula ikatan ukhuwah di antara pelakunya. Kader dakwah saling mencintai satu dengan lainnya, saling mendukung, saling menguatkan, saling meringankan beban, saling membantu keperluan, saling berbagi dan saling mencukupi. Kader dakwah tidak mengobarkan dendam, iri dan benci. Kader dakwah selalu membawa cinta, dan menyuburkan dakwah dengan sentuhan cinta.

Benarkah kita kader dakwah ? Kader dakwah itu memiliki tingkat kepercayaan yang tak tertandingi. Berjalan pada rentang waktu yang sangat panjang, dengan tantangan yang semakin kuat menghadang, menghajatkan tingkat kepercayaan prima antara satu dengan yang lainnya. Berbagai isu, berbagai fitnah, berbagai tuduhan tak akan menggoyahkan kepercayaan kader dakwah kepada para pemimpin dan kepada sesama kader dakwah. Berbagai caci maki, berbagai lontaran benci, berbagai pelampiasan kesumat, tak akan mengkerdilkan kepercayaan kader terhadap langkah dakwah yang telah dijalaninya.

Jadi, benarkah kita kader dakwah ?

Sumber: Web Cahyadi Takariawan

Tuesday, February 22, 2011

Yesus VS Nabi Muhammad, Dunia Islam Tercengang!.......

KAIRO (SuaraMedia) – Organisasi Konferensi Islam (OIC) merasa prihatin dengan beredarnya videogame yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad, Nabi Isa, dan Buddha sedang bertarung dalam suatu arena. Dalam game bertajuk "Faith Fighter" (Petarung Agama) tersebut, dewa Hindu Ganesha juga turut dilibatkan menjadi salah seorang petarung, sebagai latar belakang pertarungan, dipergunakan gambar bangunan-bangunan yang luluh lantak dan terbakar.
Dewa menyerang dengan sambaran petir dan semburan api, dan Nabi Muhammad yang digambarkan mengenakan surban mampu mendatangkan meteor hitam yang terbakar.
Organisasi Konferensi Islam yang mewakili negara-negara Muslim mengatakan bahwa game tersebut harus segera dihapus dan dihentikan peredarannya dari internet.
"Game komputer tersebut mengandung isi yang sangat menyinggung umat Muslim dan Kristen, game tersebut hanya bertujuan untuk memicu keributan," demikian bunyi pernyataan dari OIC.
OIC meminta pengelola situs yang menyediakan game tersebut secara online untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan menghapuskan game tersebut dari situs internet.
Perancang game tersebut, Molleindustria, berkilah bahwa game tersebut sebenarnya telah beredar selama setahun lebih dan sudah dimainkan hingga jutaan kali, mereka beranggapan bahwa permasalahan yang mencuat berkenaan dengan game tersebut hanya salah paham belaka, namun mereka juga menambahkan bahwa game tersebut telah dihapus dari dunia maya.
"Game ini dibuat dengan tujuan untuk menentang kekerasan dan sikap tanpa toleransi, juga untuk menentang kartun satir Nabi Muhammad yang dibuat di Denmark," tulis Molleindustria dalam sebuah e-mail. "Jadi jika sampai sebuah organisasi terkemuka tidak dapat menangkap ironi dan pesan yang ada di dalamnya, maka kami telah gagal."
Dalam Islam, segala upaya penggambaran Nabi tidak diperkenankan.
Ketika sebuah surat kabar Denmark mencetak 12 kartun yang secara negatif menggambarkan Nabi Muhammad, hal tersebut membuat geram seluruh umat Muslim di dunia.
Serangkaian protes dan kecaman keras bermunculan dari Maroko hingga Indonesia, dimana para pengunjuk rasa membakar bendera Denmark dan mengutuk Denmark dan sejumlah kepentingan dunia Barat. Beberapa negara Muslim memboikot produk-produk buatan Denmark.
Dalam game tersebut, para karakter dapat melompat, menendang dan menghajar satu sama lain, mirip dengan game pertarungan di mesin arcade yang populer pada dekade 1980 dan 1990an.
Organisasi Konferensi Islam memberikan respon terhadap sebuah artikel yang dimuat di sebuah situs berita Inggris, Metro UK, dan menyatakan bahwa game tersebut menyinggung kelompok-kelompok keagamaan.
Namun Molleindustria kembali mengeluarkan bantahan dengan mengatakan, "Kami menduga orang-orang di OIC tidak benar-benar memainkan dan memperhatikan game tersebut dengan seksama dan hanya menjadikan artikel di Metro UK sebagai referensi yang menimbulkan kontroversi."
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir di situsnya, dimana game tersebut tersedia untuk dimainkan, Molleindustria mengatakan bahwa game tersebut tidak dibuat dengan tujuan untuk menyinggung ajaran agama manapun.
"Game tersebut dibuat dengan tujuan untuk membuat orang-orang yang memainkannya menyadari betapa simbol-simbol sakral keagamaan seringkali dipergunakan untuk memicu atau membenarkan konflik antar kelompok dan antar bangsa," kata Molleindustria.
Dalam situs tersebut juga disebutkan bahwa game tersebut merupakan "sarana pelampiasan kebencian terhadap agama lain dengan cara yang menyenangkan."
Pihak pembuat game juga menawarkan sebuah versi "sensor" dimana wajah Nabi Muhammad tidak diperlihatkan.
Dalam situsnya, Molleindustria menyebut diri sebagai "sebuah kelompok seniman, perancang, dan programmer asal Italia yang bertujuan untuk menguak akibat-akibat sosial dan politik yang bisa ditimbulkan oleh videogame."
Game-game lain buatan Molleindustria yaitu: Pedopriest, Queer Power dan Oiligarchy, juga dianggap berisi ejekan terhadap Gereja Katolik, orientasi seksual, dan industri perminyakan.
Ini bukan pertama kalinya videogame online memicu kecaman keras dari organisasi-organisasi Muslim. Pada tahun 2008, sebuah kelompok Islam di London memprotes beredarnya sebuah game yang bertemakan pembantaian kaum Muslim. Masyarakat Islam Ramadan yang berpusat di London mendesak pemerintah Inggris untuk melakukan investigasi dan mencekal situs internet yang mempromosikan game tersebut di dunia maya.
Pembuat videogame berjudul "Muslims Massacre" merancang sebuah situs internet khusus, dimana situs Video game tersebut kemudian diblokir oleh sejumlah negara Arab. Dalam situs tersebut, sang pembuat game mengatakan bahwa dirinya "terpikir untuk membuat game tersebut setelah pemerintah AS secara resmi mendeklarasikan perang terhadap Islam." (dn/fox/arb) Dikutip oleh SuaraMedia.com

Tuesday, February 15, 2011

Valentine Menurut Islam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

“BARANG siapa meniru suatu kaum, dia termasuk kelompok mereka,” Hadits di atas menjadi peringatan bagi umat Islam untuk tidak meniru prilaku kaum non muslim.

Valentine dihubungkan dengan hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis. Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep … dalam agama Kristen yang umum.

Dari kutipan sejarah di atas dapat diketahui bahwa hari Valentine yang dirayakan pada tanggal 14 Februari merupakan budaya dari agama Kristen. Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

Selain budaya tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Perayaan valentin juga mendorong seseorang untuk bersikap boros. Dan pemborosan merupakan hal yang dilarang dalam Agama, seperti yang tertera dalam QS Al-Isra 26-27.

‘’Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang terlantar dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros, sesungguhnya orang yang hidup berlebihan (boros) adalah saudara-saudara syaitan. Dan Syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya’’. (QS. Al-Isra 26-27).

Jadi sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang benar. Dan sepatutnya seorang muslim tidak meniru prilaku umat non muslim. Keyakinan bahwa ajaran Islam adalah benar dan sempurna tertuang dalam surat Al Maidah ayat ke tiga.

“Hari inilah Kusempurnakan agamamu ini untuk kamu sekalian dengan Kucukupkan NikmatKu kepada kamu, dan yang Kusukai Islam inilah menjadi agama kamu.” (Qur’an, 5: 3). (***)

Friday, January 14, 2011

Bersandar Hanya kepada Allah

Tiada keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.
Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, "Faalhamaha fujuraha wataqwaaha", "Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan". Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.
Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya, bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya, bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.
Padahal, semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah (mengatakan ‘sangat mudah’ juga ini terlalu kurang etis), atau akan ‘sangat mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun, andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap kejadian, "laa khaufun alaihim walahum yahjanun’, kita tidak pernah akan panik, Insya Allah.
Jabatan diambil, tak masalah, karena jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita jadi jauh dari kearifan.
Tapi bagi orang yang bersandar kepada Allah dengan ikhlas, ‘ya silahkan ... Buat apa bagi saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak membuat saya terhormat dalam pandangan Allah?’ tidak apa-apa jabatan kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12 juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi oleh Allah diberi penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.
Oleh karena itu, jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita. Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja. Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun, sehingga jabatannya harus segera digantikan.
Punya suami gagah perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun ia seorang jago beladiri karate.
Otak cerdas, tidak layak membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati.
Semakin kita bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kanotr, maka hendaknya istri menitipkannya kepada Allah.
"Wahai Allah, Engkaulah penguasa suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah, tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya menjadi amal shaleh."
Insya Allah suami pergei bekerja di back up oleh do’a sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. "Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu", (QS. At Thalaq [65] : 3). Yang hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah. "Innallaaha ala kulli sai in kadir".
Oleh karena itu, harus bagi kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita gantungi, "Lahaula wala quwata illa billaah" (tiada daya dan kekuatan yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, Insya Allah.

Friday, January 7, 2011

Agenda : Ahad 09 Januari 2011

Agenda : Ahad 09 Januari 2011

07.00 - 09.00 : Lounching BimBel BadkoSerut ( Daftarkan Diri Antum Yuk's belajar Bareng BadkoSerut...CP.085228046388 akh.Anton)

09.00 - 11.00 : Go to Baron Beach (Righlah BadkoSerut Ikutan Boleh.. CP. Akhwat: 085229714603, Ikhwan : 081567744321)

11.00 - 15.00 : Aktifitas on Baron Beach

11.00 - 12.30 : ISHOMA (Istirahat, Shalat Dulu, Maem.)

12.30 - 13.00 : Free (Tak'aruf/ mengenal Diri, Saudara dan Lingkungan).. Sesuai Kelompok masing - masing Yach..!!

13.00 - 14.00 : Bermain BerSama (SKAK Yuks Antar Kelompok nech) Tunjukan Bahwa Diri kamu 100% Keren.

14.00 - 15.00 : ChurHat Yuks Memotivasi Diri dan Organisasi seklaian Evaluasi dulu yach..!!

15.00 - : Go Home......( Zz.......t)



"Sesungguhnya Allah tidak membuat sesuatu itu sia-sia, seperti dinyatakan dalam firman-Nya, Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan semua ini sia-sia, Maha suci Engkau (QS Ah 'Imran [3]: 191

Berlombalah dalam Meraih Pahala

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Berlomba dalam menggapai dunia bukan hal yang asing lagi di tengah kita. Untuk masuk perguruan tinggi terkemuka, kita dapat menyaksikan sendiri bagaimana setiap orang ingin dapat yang terdepan. Cita-citanya bagaimana bisa mendapat penghidupan yang bahagia kelak. Namun amat jarang kita perhatikan orang-orang berlomba dalam hal akhirat. Sedikit orang yang mendapat rahmat Allah yang mungkin sadar akan hal ini. Cobalah saja perhatikan bagaimana orang-orang lebih senang menghafal berbagai tembangan ‘nyanyian’ daripada menghafalkan Al Qur’an Al Karim. Bahkan lebih senang menjadi nomor satu dalam hal tembangan, lagu apa saja yang dihafal, daripada menjadi nomor satu dalam menghafalkan Kalamullah. Di dalam shalat jama’ah pun, kita dapat saksikan sendiri bagaimana ada yang sampai menyerahkan shaf terdepan pada orang lain. “Monggo, Bapak saja yang di depan”, ujar seseorang. Akhirat diberikan pada orang lain(?). Padahal shaf terdepan adalah shaf utama dibanding yang di belakangnya bagi kaum pria. Demikianlah karena tidak paham dalam hal menjadi nomor satu dalam kebaikan akhirat sehingga rela jadi yang terbelakang.

Ayat yang patut direnungkan bersama pada kesempatan kali ini adalah firman Allah Ta’ala,

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)

Ada beberapa faedah yang bisa kita petik dari ayat di atas.

Faedah pertama

Dalam ayat ini begitu jelas bahwa Allah memerintahkan berlomba-lomba untuk meraih ampunan dan surga-Nya.

Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Berlombalah menjadi yang terdepan dalam beramal sholih yang menyebabkan datangnya ampunan dari Rabb kalian, serta bertaubatlah atas maksiat yang kalian perbuat.”[1]

Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan, “Allah memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam meraih ampunan Allah, ridho-Nya, dan surga-Nya. Ini semua bisa diraih jika seseorang melakukan sebab untuk mendapatkan ampunan dengan melakukan taubat yang tulus, istighfar yang manfaat, menjauh dari dosa dan jalan-jalannya. Sedangkan berlomba untuk meraih ridho Allah dilakukan dengan melakukan amalan sholih dan semangat menggapai ridho Allah selamanya (bukan sesaat). Bentuh dari menggapai ridho Allah tadi adalah dengan berbuat ihsan (berbuat baik) dalam beribadah kepada Sang Khaliq dan berbuat ihsan dalam bermuamalah dengan sesama makhluk dari segala segi.”[2]

Faedah kedua

Dalam masalah akhirat seharusnya seseorang berlomba untuk menjadi yang terdepan. Inilah yang diisyaratkan dalam ayat lainnya,

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al Muthoffifin: 26). Artinya, untuk meraih berbagai nikmat di surga, seharusnya setiap berlomba-lomba.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menerangkan, “Para sahabat memahami bahwa mereka harus saling berlomba untuk meraih kemuliaan di surga. Mereka berusaha menjadi terdepan untuk menggapai derajat yang mulia tersebut. Oleh karena itu, jika di antara mereka melihat orang lain mendahului mereka dalam beramal, mereka pun bersedih karena telah kalah dalam hal itu. Inilah bukti bahwa mereka untuk menjadi yang terdepan.”[3]

Kita dapat melihat pula dalam kalam ulama salaf lainnya.

Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Jika engkau melihat orang lain mengunggulimu dalam hal dunia, maka kalahkanlah ia dalam hal akhirat.”

Wuhaib bin Al Ward rahimahullah mengatakan, “Jika engkau mampu tidak ada yang bisa mengalahkanmu dalam hal akhirat, maka lakukanlah.”

Sebagian salaf mengatakan, “Jika engkau mendengar ada yang lebih taat pada Allah darimu, seharusnya engkau bersedih karena telah kalah dalam hal ini.”[4]

Coba kita bayangkan keadaan kita saat ini. Tidak ada rasa sedih. Tidak ada rasa dikalahkan. Perasaan hanya biasa-biasa saja jika ada yang mengungguli kita dalam hal akhirat. Akhirnya, untuk menggapai surga pun menjadi lemah. Kemanakah hati yang lemah? Yang Allah tunjukilah kami ke jalan-Mu!

Faedah ketiga

Bagaimanakah luasnya surga? Lihatlah keterangan dalam ayat selanjutnya,

وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السماء والأرض

“Dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi”. Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Jika lebar surga saja selebar langit dan bumi. Lantas bagaimanakah lagi dengan panjangnya.”[5] Demikianlah luasnya surga. Namun sedikit yang mengetahui hal ini, sehingga lihatlah sendiri bagaimana dunia begitu dikejar dibanding akhirat. Padahal jauh sekali antara kenikmatan surga dibanding dunia. Disebutkan dalam sebuah hadits, dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَوْضِعُ سَوْطٍ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Satu bagian kecil nikmat di surga lebih baik dari dunia dan seisinya.”[6] Seharusnya kenikmatan di surga lebih semangat kita raih.

Faedah keempat

Modal surga adalah dengan beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Iman yang dimaksud di sini mencakup iman yang pokok (ushulud diin) dan iman yang di luar pokok agama (furu’).[7] Dari sini, berarti bukan hanya ushulud diin saja yang wajib diimani. Namun pada perkara yang di luar pokok agama jika telah sampai ilmunya pada kita, wajib pula diimani. Contohnya, kita punya kewajiban pada hari akhir secara umum. Namun jika datang ilmu mengenai perinciannya seperti di antara tanda datangnya kiamat adalah munculnya Dajjal, maka ini juga patut diimani.

Faedah kelima

Seseorang tidaklah memasuki surga melainkan dengan rahmat Allah.[8] Sebagaimana pula disebutkan dalam hadits,

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.”[9]

Sedangkan firman Allah Ta’ala,

وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ

“Surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya”. Mungkin ayat ini dapat dipahami bahwa seseorang memasuki surga karena amalannya yaitu beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Bagaimana mengkompromikannya?

Ada beberapa penjelasan para ulama mengenai hal ini:

1. Yang dimaksud seseorang tidak masuk surga dengan amalnya adalah peniadaan masuk surga karena amalan.
2. Amalan itu sendiri tidak bisa memasukkan orang ke dalam surga. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, tentu tidak akan bisa memasukinya. Bahkan adanya amalan juga karena sebab rahmat Allah bagi hamba-Nya.
3. Amalan hanyalah sebab tingginya derajat seseorang di surga, namun bukan sebab seseorang masuk ke dalam surga.
4. Amalan yang dilakukan hamba sama sekali tidak bisa mengganti surga yang Allah beri. Itulah yang dimaksud, seseorang tidak memasuki surga dengan amalannya. Maksudnya ia tidak bisa ganti surga dengan amalannya. Sedangkan yang memasukkan seseorang ke dalam surga hanyalah rahmat dan karunia Allah.[10]

selengkapnya:
www.muslim.or.id