BadkoSerut Membangun Kader :

"Rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan Rijalul 'amal (orang yang pandai bekerja) dan Rijalul 'amal tidak sama dengan Rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Kemudian Rijalul jihad pun tidaklah sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yakni orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil"

Kader dakwah menyeru masyarakat dengan seruan pujangga Ar Rofi'i:

"Jangan kacau--------> di sini ketertiban" "Jangan menyimpang--------> di sini jalan yang lurus" "Jangan mundur-----> di sini saya menyeru" Tak ada sesuatupun yang dapat memperbudak kalian selama teriakanmu: Allahu Akbar...!!!

Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi Iman

Konsisten di atas al-Haq sampai mati adalah sesuatu yang sangat berat, sehingga Rasul sering berdo'a dengan do'a ini: "Ya Allah yang memutar balikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di jalan agamaMu."

Tanda Cinta Kepada Allah :

"Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka selalu bertawakkal (berserah diri) kepada Rabb mereka." (QS. 8:2).

QS. At Taubah ayat 11,

"Sesungguhnya Allah telal membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar."

Tuesday, September 3, 2013

INDAHNYA SYAWALAN BADKOSERUT 2013


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Bagaimana kabar sahabat semua, semoga masih dalam lindungan Allah SWT tentunya. Gimana Ramadhan kemarin sukses kan puasanya??? Pasti dong yaaa, masak sahabat Badkoserut tidak sukses, bila ada berarti belum ikut Badko hehe Sebelumnya marilah kita selalu menggetarkan dunia ini dengan mengucapkan pujian pada Allah SWT, Alhamdulillah hirobbil alamin …. Atas semua yang telah diberikan NYA kepada kita, sehingga kita bisa beraktivitas apapun didunia ini dan masih memeluk agama Islam yang diridhoi NYA. Salam juga sholawat semoga tetap tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW kepada para keluarga, sahabat, tabiin,tabiun dan kepada umatnya hingga akhir zaman nanti termasuk kita yang berada di bumi Indonesia tercinta ini. Sahabatku dibulan Syawal ini tentunya ada agenda yang telah menjadi rutinitas kita yakni Syawalan dan Halal bi Halal, untuk itulah Badkoserut juga membuat agenda serupa. Dimana dengan adanya Syawalan ini diharapkan nantinya aka nada sinergi antar semua elemen di Serut ini. Karena kita memahami dakwah ini tidak bisa berjalan bila hanya dilakukan pada sebagian masyarakat saja atau dilakukan oleh segelintir saja. Tapi semua kita rangkul untuk bisa duduk bersama memikirkan nasib dari Serut ini yang akan datang 10 tahun ke depan. Agenda Syawalan 2013 ini benar benar berbeda dari tahun ke tahun, diadakan di Balai Desa termewah se Gunung KIdul yakni Balai desa Serut. Melihat letaknya yang strategis maka dari undangan yang kita sebarkan Alhamdulillah bisa datang semua, dari kecamatan,polsek,koramil,kua dan perangkat perangkat yang ada. Seluruh sekolah dari PAUD, TK, SD dan MTs kita undang semua. Untuk pengajian diisi oleh Ustad Dinar Apriyanto dari MBC Klaten. Pakar anak anak yang luar biasa hebatnya, sehingga anak anak yang hadir sangat terhibur. Acara ini digelar pada Ahad 25 Agustus 2013 jam 08.00 – selesai, dengan dimeriahkan penampilan penampilan dari TPA yang ada di Serut yakni dari Rebana Al hidayah Duren dan Gerak Lagu dari Nurul Huda Serut. Selain itu kita menghadirkan pengisi tamu yakni dari rebana al ikhlas jetak mutihan gantiwarno. Awalnya kita konsep ada atraksi sulapnya dari panitia, tapi ternyata karena waktu yang tidak memungkinkan maka atraksi ini tidak jadi diadakan. Sambutan sambutan yang luar biasa tampak dari yang hadir, dimana mereka mengikuti dari awal hingga akhir. Kali ini seluruh panitia memakai dress code yakni atasan putih berdasi dan bawahan hitam gelap, diharapkan dengan dresscode ini memberikan arti tersendiri diseluruh keluarga besar Badko yang akan datang maupun dari masyarakat pada umumnya. Terakhir dengan momentum syawalan ini, seluruh kelurga besar Badkoserut mengucapakan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh sahabat Badko semua, yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu termasuk para pembaca sekalian. Dan semoga Allah memberikan limpahan rahmatnya sehingga masih bisa berjumpa dibulan Syawal yang akan datang. Aaamiiin Wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh INI BEBERAPA DOKUMENTASI KEGIATAN SYAWALAN KEMARIN

DOKUMENTASI JAMABORE ANAK SHOLEH 6


MERIAHNYA JAMBORE ANAK SHOLEH 6 BADKOSERUT


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Alhamdulillah sahabat Badko yang dirohmati Allah, kita pada kesempatan ini masih bias berjumpa lagi diblog dakwah kita yakni Badkoserut. Puji dan syukur tidak akan pernah kita lupakan selalu terucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan umur yang panjang, kesehatan dan kesempatan juga yang tidak kalah yakni nikmat Iman dan Islam. Sahabat Badko yang dimuliakan Allah, salam dan sholawat semoga tetap tercurahkan kepada idola kita yakni Nabi Muhammad SAW, nabi yang menuntun kita memperjuangkan risalah Islam ini, semoga kita bias beristoqomah hingga akhir hayat kita. Amiin Sahabatku tdak terasa Ramadhan kemarin udah berlalu meninggalkan kita semua, semoga dibulan yang penuh dengan berkah kita bias menjadi pribadi pribadi yang mampu berubah dan menjadi lebih baik dari tahun tahun sebelumnya. Begitu juga dengan gerakan dakwah khususnya di Serut ini yang kita namakan Badkoserut. BadkoSerut tercinta adalah wadah gerakan islam,organisasi dakwah yang membawa misi meneruskan risalah yang dibawa nabi agung sepanjang masa yakni Muhammad SAW. Gerakan dakwah ini harus selalu berjalan dan terus berjalan, biarkan orang orang yang ada didalamnya harus kelelahan disepanjang jalan dakwah yang tidak pernah akan ada ujungnya ini. Biarkan berlalu orang orang yang telah lelah dengan dakwah ini, tapi yakinlah sahabat mereka tetpa berada dalam jalan dakwah walau dijalan yang berbeda dengan jalan kita. Walau rapat rapat kita, hanya dihadiri oleh beberapa mujahid tapi bukan pada banyaknya peluru yang kita punya,tapi pada berapa buah peluru yang tepat pada sasarannya. Begitulah seharusnya pola piker kita,bersama kita bisa. Rawe rawe rantas malang malang putung,MAN JADA WA JADDA!!! Sahabatku,… Alhamdulillah pada bulan Juli 2013, kemarin kita telah melaksanakan JAMBORE ANAK SHOLEH VI yang bertempat di Lapangan Nurul Huda desa Serut. Jambore tahun ini diikuti oleh 13 kabilah dari beberapa TPA yang ada di Seluruh Serut. Kegiatan JAMAS VI ini mengambil konsep yang berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, yang menonjol adalah dalam beberapa lomba yang ada. Lomba lomba tahun ini kita buat dengan konsep lebih sederhana dan mengurangi adanya persaingan persaingan tidak sehat diantara para peserta. Adapun yang dilombakan diantaranya Lomba Pentas Seni, Lomba Tenda Terbaik, Lomba Masak, lomba Dongeng antar Ustad/zah, dan Lomba Kreasi Barang Bekas. Untuk Juara juaranya adalah Lomba pentas seni juara 1 sampai 3 yakni kabilah Nurul Huda Putri, Al Hidayah Duren dan Al Furqon Sumber. Untuk lomba kreasi tenda terbaik yakni Juara 1 kabilah Al Arsy Ngepek, juara 2 Al hidayah Duren, dan juara 3 Nurul Huda Putri. Untuk lomba memasak yang kali ini sebagai bahan pokok tahu, untuk juara 1 yakni al arsy ngepek, juara 2 nurul huda putri dan juara 3 al ikhlas puntuk. Untuk juara dongeng antar ustad/zah juara 1 diraih oleh ustazah afrikawati dari al arsy ngepek, juara 2 ustad arif budiman dari al ikhlas puntuk dan untuk juara 3 ustazah triutami dari al hidayah duren. Untuk lomba terakhir yakni lomba kreasi barang bekas, dimana lomba ini termasuk lomba baru yang kita adakan di jamboree tahun ini. Dengan adanya lomba ini diharapkan ada ide ide kreatif dari para santri untuk mengembangkan apa yang ada disekelilingnya. Dan kali ini sebagai bahan utama adalah kertas bekas yang ada disekeliling kita. Untuk juara 1 diraih oleh kabilah Nurul Huda Putri, juara 2 diraih oleh Nurul huda Putra dan juara ke 3 diraih oleh Al barokah Rejosari. Dengan melihat hasil dari beberapa lomba lomba yang dilaksanakan maka untuk Juara Umum Jambore kali ini harus berada di Nurul Huda Serut. Mudah mudahan ini menjadikan semangat bagi nurul huda serut untuk lebih maju lagi dan mempertahankan gelar juara umum untuk tahun yang akan datang. Karena bila tidak bisa mempertahankan juara umum bukan tidak mungkin akan diraih kabilah kabilah yang lain. Untuk kabilah yang belum bisa meraih hasil maksimal pada jamboree tahun ini, kita tunggu ditahun yang akan datang, dengan segudang harapan semoga bisa meraih gelar juara tertinggi dalam prestasi dakwah ini. Demikian sekilas kabar dari kegelintir kegiatan Badkoserut ditahun 2013 ini, mudah mudahan seluruh pengurus dan anggota Badkoserut selalu bersemangat dalam organisasi ini. Dan pastinya Allah tidak akan pernah ingkar janji, apabila kita menolong agama Allah ini, maka kita PASTI AKAN DITOLONG OLEH ALLAH SWT. SEMOGA KITA DIBERIKAN KEMUDAHAN DALAM MENJALANI JALAN DAKWAH YANG TERJAL INI, SEMOGA APA YANG KITA TOREHKAN DIDUNIA INI DIGANTI ALLAH DENGAN YANG LEBIH INDAH LEBIH MANIS DAN LEBIH BERHARGA DARI SEMUA YANG ADA DI DUNIA INI. KEEP SMILE,SPIRIT AND ISTIQOMAH FRIENDS ….^_^ MAN JADA WA JADDA !!! ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR Wabillahi taufik wal hidayah Wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Monday, June 17, 2013

Amalan Khusus dan Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban


Bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit. Hal tersebut didasarkan kepada hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam: Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban?” Rasul Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah) Di samping itu Bulan Sya’ban yang letaknya persis sebelum Ramadhan seolah menjadi starting point untuk menyambut Ramadhan. Sehingga isyaratnya adalah kita perlu menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan Ramadhan. Dalam hal mempersiapkan hati atau ruhiyah, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anh: “Saya tidak melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR Muslim). Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al Quran di malam yang berkah, dan sesungguhnya Kami yang memberi peringatan. Di malam itu diturunkan setiap takdir dari Yang Maha Bijaksana.” (QS. Ad Dukkhan: 3-4). Diriwayatkan dari Ikrimah bahwa yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah Malam Nishfu Sya’ban. Ikrimah mengatakan: “Sesungguhnya malam tersebut adalah malam Nishfu Sya’ban. Di malam ini Allah menetapkan takdir setahun.” (Tafsir Al Qurtubi, 16/126). Sementara itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang disebutkan pada ayat di atas adalah Lailatul Qadar dan bukan Nishfu Sya’ban. Sebagaimana keterangan Ibnu Katsir, setelah menyebutkan ayat di atas, beliau mengatakan: “Allah berfirman menceritakan tentang Al-Quran bahwa Dia menurunkan kitab itu pada malam yang berkah, yaitu Lailatul Qadar. Sebagaimana yang Allah tegaskan di ayat yang lain, (yang artinya);“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran di lailatul qadar.” Dan itu terjadi di Bulan Ramadhan, sebagaimana yang Allah tegaskan, (yang artinya); “Bulan ramadhan, yang mana di bulan ini diturunkan Al Quran.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/245). Selanjutnya Ibnu Katsir menegaskan lebih jauh: “Karena itu, siapa yang mengatakan, yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah malam Nishfu Syaban – sebagaimana riwayat dari Ikrimah – maka itu pendapat yang terlalu jauh, karena nash Al Quran dengan tegas bahwa malam itu terjadi di Bulan Ramadhan.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/246). Dengan demikian, pendapat yang kuat tentang malam yang berkah, yang disebutkan pada surat Ad Dukhan di atas adalah Lailatul Qadar di bulan Ramadhan dan bukan malam Nishfu Syaban. Karena itu, ayat dalam surat Ad Dukhan di atas, tidak bisa dijadikan dalil untuk menunjukkan keutamaan malam Nishfu Syaban. Hadits-hadits tentang Malam Nishfu Sya’ban Pertama “Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?’ (Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378) Hadits dengan redaksi di atas adalah hadits maudhu’ (palsu), karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah statusnya muttaham bil kadzib (tertuduh berdusta), sebagaimana keterangan Ibnu Hajar dalam At Taqrib. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkomentar tentang Ibnu Abi Sabrah, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.” (Lihat Silsilah Dha’ifah, no. 2132) Kedua Riwayat dari A’isyah, bahwa beliau menuturkan: “Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya; “Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?” (maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: “Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka Anda mendatangi istri yang lain.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nishfu Syaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba Bani Kalb.” Hadits ini diriwayatkan At Turmudzi, Ibn Majah dari jalur Hajjaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah bin Zubair dari Aisyah. At Turmudzi menegaskan: “Saya pernah mendengar Imam Bukhari mendhaifkan hadits ini.” Lebih lanjut, imam Bukhari menerangkan: “Yahya tidak mendengar dari Urwah, sementara Hajaj tidak mendengar dari Yahya.” (Asna Al Mathalib, 1/84). Ibnul Jauzi mengutip perkataan Ad Daruquthni tentang hadits ini: “Diriwayatkan dari berbagai jalur, dan sanadnya goncang, tidak kuat.” (Al Ilal Al Mutanahiyah, 3/556). Akan tetapi hadits ini dishahihkan Al Albani, karena kelemahan dalam hadits ini bukanlah kelemahan yang parah, sementara hadits ini memiliki banyak jalur, sehingga bisa terangkat menjadi shahih dan diterima. (lihat Silsilah Ahadits Dhaifah, 3/138). Ketiga Hadits dari Abu Musa Al Asy’ari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” Hadits ini memiliki banyak jalur, diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya Abu Musa, Muadz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al Khusyani, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhum. Hadits dishahihkan oleh Imam Al Albani dan dimasukkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah, no. 1144. Beliau menilai hadits ini sebagai hadits shahih, karena memiliki banyak jalur dan satu sama saling menguatkan. Meskipun ada juga ulama yang menilai hadits ini sebagai hadits lemah, dan bahkan mereka menyimpulkan semua hadits yang menyebutkan tentang keutamaan Nishfu Syaban sebagai hadits dhaif. Sikap Ulama Mengenai Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban Pendapat pertama Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah hadis lemah. Al-Hafizh Abu Syamah mengatakan, “Al-Hafizh Abul Khithab bin Dihyah, dalam kitabnya tentang bulan Sya’ban, mengatakan, ‘Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, ‘Tidak terdapat satu pun hadits shahih yang menyebutkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban.’” (Al Ba’its ‘ala Inkaril Bida’, hlm. 33) Pendapat kedua Para ulama yang menilai shahih beberapa dalil tentang keutamaan Nishfu Sya’ban, mereka mengimaninya dan menegaskan adanya keutamaan malam tersebut. Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syekhul Islam mengatakan, “… Pendapat yang dipegang mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Mazhab Hanbali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya’ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para shahabat dan tabi’in ….” (Majmu’ Fatawa, 23/123) Ibnu Rajab mengatakan, “Terkait malam nishfu Sya’ban, dahulu para tabi’in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma’dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi’in lainnya memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu ….” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 247) Diantara jajaran ulama yang memegang pendapat ini adalah Syaikh Muhammad Nasiruddin Al Albani. Bahkan beliau menganggap sikap sebagian orang yang menolak semua hadits tentang malam Nishfu Sya’ban termasuk tindakan yang gegabah. Syaikh ‘Athiyah Saqr (Mufti Mesir), pernah ditanya apakah ada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengadakan acara khusus pada malam Nishfu Sya’ban? Beliau menjawab (dikutip secara ringkas): “Telah pasti dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau melakukan kegiatan pada bulan Sya’ban yakni berpuasa. Sedangkan qiyamul lail-nya banyak beliau lakukan pada setiap bulan, dan qiyamul lail-nya pada malam Nisfhu Sya’ban sama halnya dengan qiyamul lail pada malam lain. Hal ini didukung oleh hadits-hadits yang telah saya sampaikan sebelumnya, jika hadits tersebut dhaif maka berdalil dengannya boleh untuk tema fadhailul ‘amal (keutamaan amal shalih), dan qiyamul lail-nya beliau sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah yang telah saya sebutkan. Aktifitas yang dilakukannya adalah aktifitas perorangan, bukan berjamaah. Sedangkan aktifitas yang dilakukan manusia saat ini, tidak pernah ada pada masa Rasulullah, tidak pernah ada pada masa sahabat, tetapi terjadi pada masa tabi’in. Al Qasthalani menceritakan dalam kitabnya Al Mawahib Al Laduniyah (Juz 2, Hal. 259), bahwa tabi’in dari negeri Syam seperti Khalid bin Mi’dan, dan Mak-hul, mereka berijtihad untuk beribadah pada malam Nishfu Sya’ban. Dari merekalah manusia beralasan untuk memuliakan malam Nishfu Sya’ban. Diceritakan bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (baca: kisah berasal dari Bani Israel) tentang hal ini. Ketika hal tersebut tersiarkan, maka manusia pun berselisih pendapat, maka di antara mereka ada yang mengikutinya. Namun perbuatan ini diingkari oleh mayoritas ulama di Hijaz seperti Atha’, Ibnu Abi Malikah, dan dikutip dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam bahwa fuqaha Madinah juga menolaknya, yakni para sahabat Imam Malik dan selain mereka, lalu mereka mengatakan: “Semua itu bid’ah!” Kemudian Al Qasthalani berkata: “Ulama penduduk Syam berbeda pendapat tentang hukum menghidupkan malam Nishfu Sya’ban menjadi dua pendapat: Pertama, dianjurkan menghidupkan malam tersebut dengan berjamaah di masjid. Khalid bin Mi’dan dan Luqman bin ‘Amir, dan selainnya, mereka mengenakan pakain bagus, memakai wewangian, bercelak, dan mereka menghidupkan malamnya dengan shalat. Hal ini disepakati oleh Ishaq bin Rahawaih, dia berkata tentang shalat berjamaah pada malam tersebut: “Itu bukan bid’ah!” Hal ini dikutip oleh Harb Al Karmani ketika dia bertanya kepadanya tentang ini. Kedua, bahwa dibenci (makruh) berjamaah di masjid untuk shalat, berkisah, dan berdoa pada malam itu, namun tidak mengapa jika seseorang shalatnya sendiri saja. Inilah pendapat Al Auza’i, imam penduduk Syam dan faqih (ahli fiqih)-nya mereka dan ulamanya mereka.” Syaikh Yusuf Al Qardhawi berpendapat tentang ritual di malam Nishfu Sya’ban bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Nabi dan para sahabat bahwa mereka berkumpul di masjid untuk menghidupkan malam Nishfu Sya’ban, membaca doa tertentu dan shalat tertentu seperti yang kita lihat pada sebagian negeri orang Islam. Juga tidak ada riwayat untuk membaca surah Yasin, shalat dua rakaat dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi`in dan tabi’ tabi`in). Keyakinan Masyarakat Awam dan Ibadah di Malam Harinya Syaikh Hasan Al Banna dalam risalahnya mengenai hadits-hadits malam Nishfu Sya’ban menyebutkan beberapa keyakinan masyarakat awam mengenai ibadah dan keyakinan seputar Nishfu Sya’ban: Ada yang berkayakinan bahwa malam ini adalah malam diangkatnya amalan. Sebelumnya sudah kita bahas, bahwa malam tersebut bukan malam Nishfu Sya’ban, tapi malam Lailatul Qadar sebagaimana pendapat yang rajih Keyakinan bahwa barangsiapa yang hadir pada saat berdoa di masjid selepas shalat magrib dan melaksanakan shalat sebagaimana yang disebutkan, maka ia tidak akan mati pada tahun tersebut. Padahal sudah jelas, bahwa Allah lah yang menentukan ajal. Mereka akan merasa menyesal apabila tidak bisa berkumpul malam ini. Hal-hal yang seperti ini adalah keyakinan yang batil dan tidak ada landasannya Membaca Surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban. Mereka berkumpul dan membaca doa dengan cara tertentu. Mengenai hal ini saya belum pernah menemukan dalilnya. Karena sesungguhnya membaca Al Quran sangat disukai pada setiap waktu. Namun bila mengkhususkan hanya pada malam tersebut untuk membaca surat yang khusus, maka hal itu tidak pernah disebutkan dalam dalil apapun. Saya belum mendapatkan dalilnya tentang bolehnya hal tersebut, bila Anda memilikinya, silahkan sampaikan ke saya. Mereka mengatakan bahwa ada shalat khusus pada malam tersebut, yaitu 100 rakaat. Setiap rakaat setelah Al Fatihah membaca “Qul huwallahu ahad” sebanyak 11 kali. Jika tidak sanggup, maka shalat 10 rakaat, setiap rakaat membaca 100 kali “Qul huwallahu ahad” setelah Al Fatihah. Hal tersebut disebutkan oleh Imam Al Ghazali dalam kita Ihya’ Ulumuddin. Al Ghazali berkata, “Dahulu para salaf melaksanakan shalat ini dan mereka menyebutnya dengan sebutan Shalat Khair. Mereka melaksanakannya secara berjamaah. Diriwayatkan dari Al Hasan bahwasanya ia berkata, “Telah mengabari kepadaku 30 sahabat Nabi, bahwasanya barangsiapa yang melaksanakan shalat ini di malam ini, maka Allah akan memandang dengan 70 kali pandangan. Dan setiap pandangan akan dikabulkan 70 permintaan. Yang paling sedikit adalah mendapatkan ampunan.”” Demikian Imam Al Gazali di kitab Ihya’ Ulumuddin. Al Hafiz Al Iraqi telah membantah itu semua dengan mengatakan bahwa hadits tentang shalat pada malam Nishfu Sya’ban adalah hadits yang bathil. Pendapat tersebut adalah pendapat mayoritas ulama. Dalilnya adalah, hadits-hadits yang disebutkan tidak tercantum dalam kitab para huffaz yang terpercaya. Kalaupun ada, tidak ada periwayat dari kalangan sahabat yang dikenal, sanadnya tidak ada yang sampai kepada rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa pengkhususan suatu ibadah butuh kepada dalil syar’i yang kuat. Sedangkan pada persoalan terkait tidak ada dalil yang menjelaskan tentang shalat tersebut. Berkeyakinan dengan doa yang susunan tertentu, untuk hal ini pembahasan khusus, karena banyak perbedaan di kalangan masyarakat. Misalnya doa yang terjemahannya, “Ya Allah, jika engkau mencatat aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang celaka (sengsara), terhalang, terusir, atau sempit rizkiku, maka hapuskanlah Ya Allah dengan dengan karunia-Mu atas kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku dan kesempitan rizkiku. Dan tetapkanlah aku di sisimu di dalam Ummil Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rizki, dan diberi pertolongan kepada kebaikan seluruhnya. Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar, di dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan nabi-Mu yang Engkau utus : Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan , dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauhil Mahfuz).” Kesimpulan Jika disimpulkan, maka: Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang memiliki fadhilah (keutamaan), berdasarkan hadits dari Abu Musa Al Asy’ari yang dishahihkan Syaikh Al Albani di atas. Ulama berselisih pendapat tentang apakah dianjurkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan banyak beribadah? Sebagian ulama menganjurkan, seperti sikap beberapa ulama tabi’in yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Sebagian yang lain menganggap bahwa mengkhususkan malam nishfu Sya’ban untuk beribadah adalah bid’ah. Kami berpendapat bahwa beribadah secara mutlak adalah disukai. Mengkhususkan dengan ibadah tertentu seperti membaca Yasin, Shalat Khair, dan doa-doa khusus adalah sesuatu yang tidak ada dalilnya dan tidak memiliki tuntutan dari syariat. Redaktur: Shabra Syatila

Kalibrasi Dakwah


“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’.” (Fushilat: 33) Dakwah, sebuah kata yang sangat luas maknanya. Dakwah menjadi jalan yang harus ditempuh oleh setiap muslim. Tidak terkecuali, semua muslim pasti bersinggungan dengan dakwah. Bahkan, Rasul pernah bersabda “Nahnu Du’aatun Qabla Kulli Syai’in”, kami adalah dai sebelum jadi apapun. Begitu erat kaitannya antara dakwah dan Islam itu sendiri. Seiring bertambahnya usia dunia, mad’u yang ada pun beraneka ragam. Keanekaragaman mad’u itupun menuntut keanekaragaman metode dakwah yang digunakan. Perkembangan mazhab, ilmu pengetahuan, hingga kondisi geografis menuntut dakwah juga harus berkembang. Rasul pun mengisyaratkan kita untuk berdakwah dengan bahasa target dakwah kita. Bahasa disini tidak sekedar komunikasi verbal juga, namun juga tata krama yang berlaku dalam lingkungan. Sebagaimana iman, dalam lika-liku perjalanan dakwahnya, seorang da’i juga pernah mengalami turunnya semangat dakwah mereka. Karena memang, dakwah itu tidaklah mudah. Jika tidak ikhlas, kita pasti akan kesulitan mau membagi ilmu kita untuk saudara kita. Oleh karena itu, seorang da’i juga butuh kalibrasi dakwah mereka. Ya dakwah butuh kalibrasi. Layaknya sebuah alat ukur yang harus senantiasa dikalibrasi sebelum melakukan sebuah pengukuran. Dalam ilmu pengukuran, kalibrasi memiliki tujuan menentukan deviasi kebenaran nilai konvensional penunjukan suatu instrumen ukur dan menjamin hasil-hsil pengukuran sesuai dengan standar. Selain itu kalibrasi juga sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesefikasinya. Begitu pula untuk para da’i. Para da’i juga butuh kalibrasi. Tujuannya sama, agar para da’i mampu bertahan lama dalam perjalanan dakwah ini. Perlu muhasabah untuk melanjutkan kembali perjuangan dakwah ini. Mulai dari diri sendiri, sudahkah kita kembali memperbarui niatan kita. Masihkah Allah menjadi alasan utama dakwah kita. Ataukah hanya karena senang ketika mendapat gelar aktivis dakwah. Dakwah tidak laku, kajian sepi, jangan salahkan mad’u kita. Justru kita lah yang harus mengkoreksi kembali metode dakwah kita. Perlu kita kalibrasi kembali metode dakwah kita agar klop dengan target dakwah kita. Dakwah itu berat. Bahkan Imam Ahmad bin Hambal pernah berkata, “Istirahatnya kaum muslimin adalah saat kaki kanannya menginjak surga”. Selama kita masih hidup di dunia, tak akan pernah kita istirahat dari godaannya. Maka selalu ingatlah Allah dalam setiap aktivitas dakwah kita. Jangan pernah sedikit pun lalai, karena iblis teramat pintar memanfaatkan peluang sekecil apapun. Wallahu ‘alam Oleh: Pramudya Arif D, Yogyakarta

Wednesday, May 1, 2013

Bencana Alam Bukan Karena Maksiat?


Bencana alam merupakan fenomena alam yang terjadi karena adanya aktifitas fisik dari berbagai benda-benda di alam. Lalu bagaimana mungkin terjadinya bencana alam dikaitkan dengan moralitas, kemaksiatan, kesyirikan, hal-hal yang bukan aktifitas fisik, bahkan abstrak? Bagi sebagian orang ini adalah hal yang mudah, namun bagi sebagian lagi ini menjadi hal yang sulit dicerna akal. Islam bukan agama yang mengajarkan mistisme, supranatural, tahayul dan sejenisnya. Dimana dalam dunia semacam itu, keterputusan hubungan antara sebab dan akibat adalah hal biasa. Kena musibah karena mata berkedut, sulit mendapat jodoh karena berdiri di pintu, sakit bisul gara-gara duduk di meja, dan semacamnya. Ini bukan ajaran Islam bahkan Islam melarang mempercayai hal-hal tersebut. Bahkan Islam sangat memperhitungkan nalar dan ilmu pasti. Itu sangat jelas sehingga rasanya tidak perlu membawakan contoh untuk hal ini. Namun bukan berarti percaya kepada hal yang tidak kasat mata, abstrak, gaib, itu tidak ada dalam Islam. Bahkan esensi dari iman adalah percara kepada yang gaib. Allah Ta’ala berfirman: الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ “Alif Laam Miim. Al Qur’an adalah kitab yang tidak terdapat keraguan. Ia adalah petunjuk bagi orang yang bertaqwa, yaitu orang yang percaya kepada yang gaib..” (QS. Al Baqarah: 183) Mulai dari dzat Allah, tidak kasat mata. Kita shalat sehari lima kali, melakukan gerakan-gerakan berdiri, menunduk, sujud, berdiri lagi apakah dalam rangka berolah raga atau apa? Tidak lain itu kita lakukan dalam rangka mengharap sesuatu yang tidak kasat mata, yaitu pahala. Kita pergi haji mengeluarkan uang puluhan juta rupiah dengan segala tatacaranya yang ‘rumit’, semua itu rela dilakukan untuk mengharap sesuatu yang masih kasat mata, yaitu surga. Dan hampir dalam semua ajaran Islam, keyakinan kita terhadap sesuatu yang gaib dan kasat mata sangat esensial perannya. Andai kita tidak percaya Allah itu ada, tidak percaya adanya pahala, tidak percaya adanya surga, karena tidak bisa dinalar dan tidak kasat mata, lalu apa gunanya anda shalat? Apa gunanya anda bersyahadat? Apa gunanya berpuasa? Apa gunanya? Semuanya akan terasa hampa. Dan kita pun melepas semua sendi keislaman kita. Jika demikian perkara gaib ada yang diingkari oleh Islam, ada pula yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Lalu apa pembedanya? Bagi yang merenungkan ayat yang kami sitir di atas, tentu sudah mendapat jawabannya. Ya, perkara gaib yang dikabarkan Al Qur’an dan juga tentunya dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang telah divalidasi oleh Allah sebagai penjelas Al Qur’an. Kabar gaib dari mereka berdua adalah harga mati untuk diyakini. Karena Al Qur’an memilki nilai ‘tanpa keraguan’ atau dengan kata lain ‘pasti benar’, 100% mutlak benar. Tentu lain masalahnya jika anda, pembaca, adalah orang yang tidak mempercayai bahwa Al Qur’an adalah kalam ilahi dan menilai Al Qur’an itu belum tentu benar. Jika anda demikian, silakan tutup halaman ini dan tidak ada yang perlu kita bahas lagi. Inilah yang menjadi modal berpikir kita untuk menilai perkara yang kita bahas. Karena Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an: وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Qs. Asy-Syuura: 30) Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala menceritakan keadaan umat-umat terdahulu: فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ “Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs. Al-Ankabut: 40) Keterkaitan antara bencana dengan maksiat adalah abstrak. Namun tinggal bagaimana sikap kita dengan ayat-ayat ini, percaya atau tidak? Renungkanlah, semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua. Andai tidak maksiat, bencana tetap terjadi? Orang-orang yang bermodalkan dengan nalarnya, mengatakan: “Fenomena alam ini tetap terjadi walau tanpa atau dengan adanya maksiat”. Lalu mereka pun mempertanyakan bukti ilmiah, hasil penelitian, data statistik yang menunjukkan adanya keterkaitan antara bencana alam dengan maksiat. Anggap saja belum pernah ada orang yang meneliti secara statistik, atau penelitian ilmiah bahwa bencana alam memiliki hubungan dengan adanya maksiat. Namun pernyataan “bencana alam tidak memiliki hubungan dengan adanya maksiat” pun merupakan sebuah hipotesa yang perlu pembuktian ilmiah. Dan untuk membuktikan hipotesa ini sendiri pun hampir tidak mungkin. Karena maksiat, kecilnya maupun besarnya, tersebar di seluruh dunia, di setiap waktu dan tempat. Hari ini saja, sudah berapa maksiat yang anda lakukan? Jawablah dengan jujur. Hampir tidak ada waktu dan tempat di dunia ini yang kosong dari maksiat. Saya, anda dan seluruh manusia tidak bisa lepas dari salah dan dosa. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون “Setiap manusia itu banyak berbuat salah, dan orang terbaik di antara mereka adalah yang bertaubat” (HR. At Tirmidzi no.2687. Dihasankan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi) Jadi ternyata, orang yang mengatakan: “bencana alam tidak memiliki hubungan dengan adanya maksiat” hanya berlandaskan pada hipotesa yang lemah. Jika ada hubungannya, mengapa kaum terbejat masih aman saja? Mereka memiliki alasan lain: “andai bencana dengan maksiat ada hubungannya, mengapa tempat yang banyak maksiat, bahkan negeri kafir, banyak yang jarang terkena bencana”. Jika anda menginginkan setiap orang yang ketika berbuat maksiat tiba-tiba disambar petir dari langit lalu mati, tentulah semua orang serta-merta akan menjadi shalih semua. Tidak akan ada lagi maksiat, tidak ada ujian keimanan, tidak ada lagi taubat, tidak ada lagi amar ma’ruf nahi mungkar, tidak akan ada lagi istilah ‘maksiat’ di dalam kamus, dan mungkin bumi ini sudah bisa disebut surga.

Monday, April 8, 2013

PELATIHAN KADER MUDA


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Puji dan Syukur senantiasa kita haturkan kehadirat Allah SWT atas berkah rahmat hidayah dan inayah kepada kita semua, semoga iman dan islam kita benar benar dijadikan Allah sebagai penambah amal kita di hadapan NYA. Salam dan Sholawat tentunya senantiasa tercurahkan kepada Nabi Akhirul Zaman Muhammad SAW, yang telah memberikan teladan kita untuk hidup bahagia di dunia dan bahagia di akherat. Badko kegiatannya apa lagi yaa? Kuk jarang update e sekarang? Pada kemana teman teman yang dulu aktif di badko? Begitu beberapa SMS dari teman teman yang rindu dengan dakwah jamaah Badko Serut, begitu ku baca” wah ternyata teman teman masih pada semangat untuk berdakwah bareng bareng ini” Trus Gimana yaaa??? Akhirnya rapat Badko memutuskan di adakan Agenda PELATIHAN KADER MUDA 2013 Wah kedengarannya keren tuh, sooo pastiiii, Tujuan dari PKM ini adalah untuk mempersiapkan generasi muda Serut untuk meneruskan estafet kepemimpinan Badko Serut kedepan. Karena tanpa regenerasi yang baik, maka organisasi apapun tidak akan bertahan lama. PKM ini dilaksanakan pada Sabtu Ahad 29/30 Desember 2012 bertempat di SD Serut Baru. Alhamdulillah untuk peserta luar biasa, walaupun sedikit tapi mereka tetap merupakan asset asset berharga bagi Serut. Acara dimulai sore hari dengan seremonial seperti biasa pembukaan tilawah dan sambutan sambutan inti dsb. Materi yang diangkat dalam PKM kali ini cukup beragam, mualai dari manajemen diri,Ke TPA an dan seputar remaja bgtu. Pematei dari orang orang yang berpengalaman di bidangnya tentunya yakni dari Pecinta Anak Sholeh (PAS) Jogonalan,Mbak Ari Purwanti dari MBC Klaten. Biar tidak bosen peserta diberikan ice breaking disetiap sesi nya, dan juga doorprize untuk meningkatkan semangat peserta. Yang special tentu makan malam nya dari wedi gantiwarnoo lhoo, jauh tow jawa tengah ke gunung kidul hanya untuk beli makanan. Tidur peserta walau terbatas, tapi nyenyak juga eee,pada ndak bangun bangun, sholat subuhnya tentu tidak ketinggalan. Kita berjamaah subuh di Masjid Nurul Huda Serut, dingin, ngantuk bercampur tapi keagungan Allah benar benar luar biasa, Semua rasa itu hilang sudah. Selesai sholat subuh,tibalah sarapan pagi yaknii dengan surfifal. Wah apa itu yaa? Yakni metode bertahan diri dengan seminim mungkin alat dan bahan makanan yang ada. Para peserta hanya dibekali dengan korek api,kaleng susu,lilin dan kapur, untuk bahan makanan yakni 2 buah bungkus sarimi. Dokumentasi PKM 2012 Walau Cuma itu tapiii subhanallah para peserta cukup antusias luar biasa lhooo. Bisa dicek untuk foto fotonya hehe. Acara selanjutnya Out Bond, acara ini juga seru karena permainannya benar benar baru dan luar biasa keren. Setelah ber out bond ria, tinggal nih acara di indoor yakni penutupan PKM dlanjut goo home, sayonara Harapannya suatu saat yang ikut PKM ini bisa menjadi kader kader militan Badko yang menggerakan dakwah Islam di bumi Serut dan Sekitarnya.

SERUT MENDONGENG


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Gimana kabar sahabat Badko Serut semuanya, semoga tetap sehat semangat dan ceria tentunnya. Sebelum kesana kemari, tidak akan lupa kita selalu memanjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT atas berkah karunia hidayah dan inayahnya sehingga kita bisa senantiasa beristiqomah di dunia dakwah ini. Salam dan sholawat semoga tetap tercurahkan kepada uswatun khasanah kita Nabi Muhammad SAW atas bimbingan beliau kita semua masih bisa menikmati indahnya Islam. Sahabat ku,begitu lama yaa kita tidak jumpa di blog ini, kangen tentunya dengan acara acara Badko hehe, ^_^ Untuk mengobati kangen kalian dengan agenda dakwah Badko Serut, ini dia salah satu report agenda Badko yang sudah terlaksana. Acara ituuu adalahhhhhh ……………. …………… …………….. ………………………. SERUT MENDONGENG Acara yang dari awal kita konsep untuk lomba mewarnai dan menggambar bagi santri TPA se Desa Serut plus anak PAUD TK dan SD, tapi untuk memeriahkan acara tersebut maka diadakan acara dongeng santri. Serut Mendongeng terlaksana pada AHAD 24 Februari 2013, bertempat di Balai Desa Serut dan dimulai pada pukul 09.00- selesai. Lomba mewarnai untuk adik adik PAUD dan TK, sedangkan Lomba Menggambar untuk adik adik SD. Lomba ini memperebutkan Piala dan Uang Pembinaan. Setelah selesai untuk mewarnai dan menggambarnya, adik adik istirahat dan dibagikan snack dari panitia. Walaupun hanya sebungkus roti dan seteguk air minum ternyata adik adik sangat antusias sekali. Sampai panitia mencari tambahan snack dan minum untuk itu karena peserta diluar target yang direncanakan. Habis makan dan minum maka tibalah sang Ustad Badman beraksiiiii, dengan gaya yang luar biasa, bisa menarik adik adik untuk ikut cerita yang dibawakan. Dengan tema menyangkut kehidupan sehari hari, maka adik adik bisa ketawa ketiwi sendiri. Sebenarnya mau saya ceritakan disini, tapiii ntar dikira Ustad Badman beneran jadi susah nanti aku,diundang kemana mana haha ^_^ Acara terakhir tentunya pembagian hadiah bagi juara 1 – 3 untuk lomba mewarnai dan menggambar tersebut. Untuk siapa siapa yang juara, kash tau ndak yaaa???? Ndak usah ajalah,karena udah lupa eee,tapi pokoknya serut sangat luar biasa, banyak potensi yang belum tergali dari sumber daya manusia di Serut ini Subhanallah acara benar benar terlaksana dengan sukses luar biasa, Berikut sedikit Dokumentasinya :

Wednesday, March 27, 2013

7 Info Kuliah Kedinasan Gratis + Langsung Kerja


Ada 7 Info Perguruan Tinggi Kedinasan yang mungkin bermanfaat buat Keluarga, sahabat & kenalan anda yang ingin kuliah tapi tidak ingin membebani biaya kuliah kepada Orang Tua.
Selain itu, begitu tamat kuliah, langsung ditempatkan di Kementerian/Lembaga RI yang terkait..

1. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online (4 april s.d. 20 Mei 2013 di www.stis.ac.id). Lokasi kuliah Jakarta

2. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Energi dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

3. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo).
Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id. Lokasi kuliah di Yogyakarta

4. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di
www.stsn-nci.ac.id
Lokasi kuliah di Bogor

5. STKS – Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di bawah Kementerian Sosial RI. Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Palu.
Info diwww.stks.ac.id

6. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI.
Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

7. IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI.
Pendaftaran offline di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Bisa disebarkan ke Anak atau Saudara Kita yg baru lulus SLTA
Semoga Bermanfaat.. dHeek Abdullah

Wednesday, January 2, 2013

iLustrasi membentuk kepribadian Anak


Suatu hari seorang anak laki-laki sedang memperhatikan sebuah kepompong, eh ternyata di dalamnya ada kupu-kupu yang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari dalam kepompong. Kelihatannya begitu sulitnya, kemudian si anak laki-laki tersebut merasa kasihan pada kupu-kupu itu dan berpikir cara untuk membantu si kupu-kupu agar bisa keluar dengan mudah. Akhirnya si anak laki-laki tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu memotong kepompong agar kupu-kupu bisa segera keluar dari sana. Alangkah senang dan leganya si anak laki laki tersebut.Tetapi apa yang terjadi? Si kupu-kupu memang bisa keluar dari sana. Tetapi kupu-kupu tersebut tidak dapat terbang, hanya dapat merayap. Apa sebabnya?

Ternyata bagi seekor kupu-kupu yang sedang berjuang dari kepompongnya tersebut, yang mana pada saat dia mengerahkan seluruh tenaganya, ada suatu cairan didalam tubuhnya yang mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya yang membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi karena tidak ada lagi perjuangan tersebut maka sayapnya tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu-kupu yang hanya dapat merayap.

Itulah potret singkat tentang pembentukan karakter anak, akan terasa jelas dengan memahami contoh kupu-kupu tersebut. Seringkali orangtua dan guru, lupa akan hal ini. Bisa saja mereka tidak mau repot, atau kasihan pada anak. Kadangkala Good Intention atau niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik. Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering membantu mereka karena kasihan atau rasa sayang, tapi sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri. Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang. Memandulkan kreativitasnya, karena kita tidak tega melihat mereka mengalami kesulitan, yang sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya justru menjadi kuat dan berkarakter.

Kisah Teladan si Buta, si Botak, dan si Kusta


Dari Abu Huroyroh rodhiyallohu ‘anhu, ia mendengar Nabi shollallohu ‘alayhi wasallama bersabda: “Ada tiga orang bani Isroil: satu berpenyakit kusta, satu botak kepalanya, dan satu buta. Alloh Ta’ala hendak menguji mereka maka Alloh Ta’ala mengutus malaikat (dalam bentuk manusia) kepada mereka. Malaikat itu datang kepada Si Kusta dan bertanya, “Apakah yang paling kamu inginkan?”, Si Kusta menjawab, “Saya menginginkan kulit yang bagus serta hilang penyakitku yang menjadikan orang-orang jijik melihatku”. Kemudian dia mengusap Si Kusta maka hilanglah penyakitnya lalu mendapatkan kulit yang bagus. Malaikat itu bertanya lagi, “harta apakah yang paling kamu sukai?” Si Kusta menjawab, “unta – atau ia mengatakan: “sapi” (perawi ragu) –. Ia pun diberi unta bunting, dan malaikat tadi berkata, “semoga Alloh Ta’ala memberkahi bagimu”.
Kemudian malaikat mendatangi Si Botak dan bertanya, “apa yang paling kamu inginkan?” Si Botak menjawab, “rambut yang indah dan hilangnya penyakitku yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku”. Malaikat itu mengusap Si Botak dan hilanglah penyakitnya lalu tumbuhlah rambut yang indah. “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Si Botak menjawab, “sapi.” Malaikat pun memberinya sapi yang sedang bunting dan ia berkata, “semoga Alloh Ta’ala memberkahi bagimu”.
Selanjutnya malaikat itu mendatangi Si Buta dan bertanya, “apakah yang paling kamu inginkan?” Si Buta menjawab, “Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang”. Dia lantas mengusap Si Buta dan Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatannya. “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Si Buta menjawab, “kambing”. Lalu ia diberi kambing yang sedang bunting. Selang berapa lama, unta, sapi, dan kambing tersebut berkembang biak dengan pesat dan akhirnya unta milik orang yang dahulu menderita kusta memenuhi satu lembah, sapi milik orang yang dahulu botak memenuhi satu lembah dan kambing milik orang yang dahulu buta memenuhi satu lembah.
Kemudian malaikat itu datang kembali kepada orang yang dulu berpenyakit kusta dalam bentuknya yang dahulu (berpenyakit kusta) dan berkata, “saya adalah seorang miskin yang kehabisan bekal ditengah perjalanan. Hari ini tidak ada yang bisa memberikan pertolongan kepada saya kecuali Alloh ta’ala lalu engkau. Saya meminta pertolongan kepadamu atas nama Dzat Yang telah memberi engkau kulit yang bagus dan harta kekayaan, seekor unta sebagai sarana bagi saya melanjutkan perjalanan”. Orang itu menjawab, “tanggungan saya terlalu banyak”. Malaikat itu berkata, “kalau tidak salah saya pernah mengenalmu. Bukankah kamu dulu orang yang berpenyakit kusta sehingga orang-orang merasa jijik kepadamu. Bukankah kamu dahulu orang yang miskin lalu Alloh Ta’ala memberi kekayaan untukmu?” ia menjawab, “harta kekayaanku ini adalah warisan turun temurunku”. Malaikat itu berkata,”jika kamu berdusta semoga Alloh Ta’ala mengembalikanmu seperti keadaanmu semula”.
Kemudian malaikat itu datang kepada orang yang dahulu botak seperti keadaannya yang dulu dan berkata seperti yang dikatakannya kepada Si Kusta. Maka orang itupun memberikan jawaban yang sama seperti jawaban Si Kusta. Kemudian malaikat itu berkata, “jika kamu berdusta, semoga Alloh Ta’ala mengembalikanmu seperti keadaan semula.
Sang malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk orang yang buta, dan berkata, “saya adalah seorang miskin yang tengah bermusafir lalu kehabisan bekal di tengah perjalanan. Hari ini tidak ada yang bisa memberikan pertolongan kepada saya kecuali Alloh Ta’ala lalu engkau. Saya meminta pertolongan kepadamu atas nama Dzat Yang telah mengembalikan penglihatanmu, seekor kambing sebagai sarana bagi saya melanjutkan perjalanan”. Orang itu berkata, “saya dahulu adalah orang buta kemudian Alloh Ta’ala mengembalikan penglihatan saya, maka ambillah sesukamu dan tinggalkanlah sesukamu.
Demi Alloh, saya tidak akan memberatkanmu untuk mengembalikan apa yang kamu ambil karena Alloh Ta’ala”. Malaikat itu berkata “peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kalian hanya diuji, lalu Alloh Ta’ala benar-benar telah ridho kepadamu dan Alloh Ta’ala memurkai kedua orang itu.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim)
[Dikutip dari “Terjemah Riyadhush Shalihin, Al-Imam An Nawawi terbitan Hikmah Ahlus Sunnah – Hadits ke 65 BAB Muroqobah hal 148-150]