BadkoSerut Membangun Kader :

"Rijalul qaul (orang yang pandai berbicara) tidak sama dengan Rijalul 'amal (orang yang pandai bekerja) dan Rijalul 'amal tidak sama dengan Rijalul jihad (orang yang optimal dalam bekerja). Kemudian Rijalul jihad pun tidaklah sama dengan Rijalul jihad yang muntij (produktif) wal hakim (bijaksana) yakni orang yang mampu memberikan hasil yang optimal dengan pengorbanan yang paling kecil"

Kader dakwah menyeru masyarakat dengan seruan pujangga Ar Rofi'i:

"Jangan kacau--------> di sini ketertiban" "Jangan menyimpang--------> di sini jalan yang lurus" "Jangan mundur-----> di sini saya menyeru" Tak ada sesuatupun yang dapat memperbudak kalian selama teriakanmu: Allahu Akbar...!!!

Konsisten di jalan dakwah merupakan salah satu konsekuensi Iman

Konsisten di atas al-Haq sampai mati adalah sesuatu yang sangat berat, sehingga Rasul sering berdo'a dengan do'a ini: "Ya Allah yang memutar balikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di jalan agamaMu."

Tanda Cinta Kepada Allah :

"Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah-tambahlah iman mereka dan mereka selalu bertawakkal (berserah diri) kepada Rabb mereka." (QS. 8:2).

QS. At Taubah ayat 11,

"Sesungguhnya Allah telal membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan balasan surga untuk mereka. Mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar."

Thursday, October 26, 2017

Harta Gono-Gini* Oleh: Arsan Nurrokhman

*Harta Gono-Gini*

Oleh: Arsan Nurrokhman

Kalau tidak melakukan perjanjian pemisahan harta, maka harta yang didapat (oleh siapapun) sesudah menikah itu adalah milik bersama. Jika bercerai, maka jadi gono-gini. Jika salah satu pailit, maka harta keduanya pun ikut disita pula.

Banyak yang ternyata belum tahu hal ini..

Makanya ada yang ingin sertipikatnya atas nama istri (sebagai bukti cinta) atau atas nama suami (untuk menunjukan kepemilikan) atau bahkan ada yang ingin dua nama sekaligus  (sebagai lambang kesetiaan).. :D

Padahal  sertipikat (tanah) mau atas nama istri atau suami itu tidak penting. Kalau menjual ya harus sepersetujuan istri atau suami. Kalau salah satu pailit ya semua hartanya disita. Kecuali harta yang jelas dari hadiah atau warisan.

Sebetulnya itu (perjanjian pemisahan harta) sudah populer dan lazim bagi para pengusaha. Untuk antisipasi risiko. Tapi yg melakukan masih kebanyakan keturunan Tionghoa.

Masih ada persepsi negatif bagi orang pribumi yang berjanji sehidup semati dan siap hidup di bawah kolong jembatan kalau mengalami kerugian.

Nah, perjanjian pemisahan harta itu disebut juga perjanjian pra-nikah (prenuptial agreement), sehingga mestinya dilakukan sebelum menikah. Namun ternyata sudah ada pembaharuan aturan berdasar putusan MK tahun 2015; bahwa perjanjian itu bisa dilakukan sebelum atau sesudah pernikahan.

Aturan yang bisa dirujuk:
* Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
* Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 Tahun 2015

Diskusi di wall *Taufiq Dwi Tresnanto* yang dipindahkan ke sini. Semoga bermanfaat..

Ohya, perjanjian itu dibuat notaris ya.. Bukan di hadapan mertua.. :D

Tuesday, May 30, 2017

Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, MA; Beliau nyampein tadabbur QS Al Anfal ayat 60

_Bismillah..._
Notulis : jerry www.sekolahumroh.com

Mau sedikit sharing isi kajian bada isya/ sebelum tarawih di Maskam UGM tadi. Yg menu buka nya sate, ehh,  yg pembicaranya Bpk Prof.  Dr. Yunahar Ilyas,  Lc,  MA *monggo dikoreksi jika ada yg keliru...

Beliau nyampein tadabbur QS Al Anfal ayat 60. Insyaa Allah sdh familiar nggih dg bunyi ayatnya...

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
بِسْمِ اللّهِ الرَّالرَّحْمنِ الرَّحِيْم

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

_"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)."_

QS Al Anfal ini banyak bercerita ttg Perang Badar,  dimana saat itu kaum muslimin adl kaum minoritas dan kafirin musyrikin mayoritas. Pasukan kaum muslimin yg jmlhnya cuma 307 atau 309 melawan 1000 pasukan musuh yg lengkap persenjataannya. Tp Allah menangkan mrka.  Sgt jarang sekali trjdi kemenangan kaum minoritas sprti ini atas izin Allah.

Kita (umat islam) saat ini sdh mayoritas.  Dan ini adl kekuatan jika kita mau *"bersatu".*

Prof Yunahar td menyoroti kata _mastatho'tum minquwwati..._ Mempersiapkan kekuatan (dr apa saja yg km sanggupi). Dg sebaik2nya smpai batas kesanggupan.  Artinya sampai kemampuan maksimal (bkn batas minimal kyk kita2 kita?  Sy aja kali, hehe..) Misalnya infaq acara kajian semampunya dianggap seadanya atau lebih sdkit lagi 'seikhlasnya'. Begitulah fenomenanya...

*Kekuatan yg mesti kita miliki kata Prof Yun tadi ada 7:*

*1.) Quwwatul Aqidah:* kemenangan di masa Rasulullah dan sahabat dulu trjdi krn aqidah mrka kuat. Krn mrka tinggalkan itu yg namanya takhayul khurafat dan sejenisnya.

*2.) Quwwatul Ibadah:* pak JK prnah blg,  dari dftar 100 org miskin,  mesti 90 nya org Islam.  Tp dr dftar 100 org kaya,  90 nya non muslim. Para cendekiawan muslim melakukan penelitian knp mayoritas umat Islam miskin.  Hasilnya? Jreng jreng....  Kurang ibadah!  Liat aja masjid2 pd sepi,  kecuali pas ramadhan gini, banyak mahasiswa, hehe.. Bpk2 ada aja alasan ga sholat ke masjid. Apa hubungannya?  Ada... Jika ibadahnya kuat, insyaa Allah rezekinya jg kenceng, sekalian silaturrahmi dan banyak jaringan.

*3.) Quwwatul Akhlak:* degradasi moral dimana2.  Pergaulan bebas merajalela,  liat aja hasil survey dr pelajar SMP sampe yg kuliahan,  wanita karir dsb. Yg relatif aman dr pemerkosaan cuma nenek2 *maaf ya nek Kalo kuat aqidah dan ibadah,  insyaa Allah akhlaknya jg baik dan kita hidup lebih maju...

*4.) Quwwatul 'Ilmi:* perkuat ilmu. Dulu kmpulan ilmu2 (perpustakaan) dr para sahabat dan ulama terdahulu pernah terkubur di Alexandria (masa kejayaan Yunani),  kemudian digali dan dibawa kembali ke timur dan dipelajari lg, lalu dibawa pergi lg ke Andalusia (Spanyol) maka mulai dr situlah org barat mempelajari ilmu2 tsb dan yg mgkn smpe ke kita skrg.  Smga bisa kembali ke timur, aamiin. Pokoknya kuatin ilmu kita...

*5.) Quwwatul Maal:* harta tentunya menunjang kebutuhan ibadah kita.  Misal biar bisa brgkt haji atau umroh kan butuh harta.  Zakat infaq sodaqoh dst.  Maka bercita2lah jd muzakki.  Boleh jd pegawai tp kalo bisa banyakin saudagarnya.  Muhammadiyah mencanangkan program 1000 saudagar. Masyaa Allah...  Saudagar beneran loh

*6.) Quwwatul Jama'ah:* ukhuwah atau kebersamaan.  Ini jg modal besar bagi kita utk bangkit.  Ada cerita dua org yg ketemu dan berkenalan di masjidil haram pas umroh.  Stlh ngobrol2..  Ehh ternyata mereka sekampung dan rumahnya sebelahan.  Sekampung tp tetanggaannya di masjidil haram kan lucu... Setidaknya dg shalat berjamaah di masjid sehari2 mbuat kita saling mengenal,  ga hapal nama tp stdknya hapal wajah.  Makanya Rasulullah SAW ajarkan tiap abis ngimam sholat duduknya menghadap jamaah atau seenggaknya miring keliatan pipi kanannya.  Beliau jd hapal jamaahnya dan akan menanyakan jika tdk hadir sekali dua kali...

*7.) Quwwatul Persenjataan* (bahasa arabnya apa ya tadi ): dsni mksdnya bkn 'teroris' loh ya,  tp menyiapkan perlengkapan perang dlm rangka menggetarkan musuh2 Allah.  Prnh di suatu konferensi internasional,  istilah persenjataan dlm bhs arab td diartikan sbg teroris, lalu Prof Yun mengcounter,  itu istilah dr ayat suci Al Qur'an lho... Apakah ada yg namanya teroris syar'i?  Semua jawab ga ada! Nah itu dia..  Jgn samakan...

Demikian begitu saja yg bs sy sampaikan. Mohon maaf jika ada redaksi yg kurang tepat,  krn td ga nyatat seingatnya aja... Monggo jika ustadz/ah di sini ingin mengoreksi atau menambahkan...

Kesimpulannya mari penuhi kekuatan2 tadi agar umat Islam semakin bersatu dan bangkit menuju kejayaan dalam keridhoan Allah SWT... Allahuakbar☝

_Wallahu'alam bisshowab..._

Friday, May 19, 2017

Perampok berteriak kepada semua orang di bank

PERAMPOK CERDAS

Perampok berteriak kepada semua orang di bank :

” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”

Semua orang di bank kemudian tiarap.

Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.

Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.

Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”

Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.

Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”

Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.

Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.

Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”

Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.

Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.

Selamat mencermati kisah diatas. Meski  mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas...

Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?

Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.

Saturday, May 13, 2017

KETIKA SI MISKIN MEMBIAYAI ORANG KAYA

*KETIKA SI MISKIN MEMBIAYAI ORANG KAYA*

Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya.

Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah *konsinyasi*; tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang laku. Laporan bisa diambil sekaligus sisa barang. Lalu pembayaran tunai baru akan diterima secepat-cepatnya sebulan kemudian.

*Total empat bulan.*

Tapi kalau si pemilik usaha amat kecil ubi ini pada saat menyetorkan dagangannya hendak beli beras atau gula di supermarket itu, bisakah ia minta dihitung nanti dari hasil dagangannya? *Tidak*!. Dia harus membayar tunai. Saat itu juga.

*Inilah tata ekonomi, di mana orang miskin membiayai orang kaya*.
_*Pemilik usaha kecil itulah yang menopang bisnis para pemodal besar supermarket.*_

*Maka kita selalu bahagia pergi ke pasar tradisional, karena kita akan menemukan nilai-nilai yang amat mahal*.
Saking mahalnya, 500 orang terkaya di dunia versi Forbes bersekutupun takkan sanggup membelinya.

Tempo hari, terlihat di Pasar Prawirotaman Yogyakarta, seorang ibu penjual bawang merah dan putih yang asyik mengupasi sebagian dagangan yang sudah keriput kulitnya. Tak banyak yang disandingnya, hanya setampah kecil sahaja.

Lalu seorang lelaki yang lebih muda, sambil tersenyum ke sana kemari menjajakan pisang satu lirang saja, yang dilihat keadaannya memang hanya akan bagus kalau dimakan hari ini segera. Besok tidak.

Dan tetap asyik dengan pisaunya, sang ibu mendongak, lalu berkata dengan tawa ringan yang memamerkan giginya, "Tolong pisangnya gantungkan di cantelan motorku itu ya Dik, ini uangnya ambil ke sini."

"Ya Mbak, lima ribu saja buat Njenengan."

Maka ketika si Mas usai menaruh pisang itu, sang ibu menyumpalkan tiga uang lima ribuan ke tas plastik si Mas yang berisi jajanan ketika dia mendekat.

Semula lelaki itu tak menyadarinya, tapi setelah berjalan beberapa langkah dia kembali. "Weh, kebanyakan Mbak", katanya.

"Tidak apa-apa, buat jajan anakmu lho Dik. Lagipula pisang segini banyak ya ndak mungkin 5000 to."

"Ndak. Memang segitu harganya Mbak. Jajannya juga sudah ada kok ini." Lalu uang itu dikembalikannya. Tak mau kalah, Si Ibu segera menyusul Si Mas yang berlari. Memasukkan lagi uang lebihan 10.000 itu ke tas plastiknya. Si Mas tersenyum geleng-geleng kepala. Lalu dengan penuh kesopanan, dia pamit pergi.

Siang hari ketika si Ibu hendak pulang, seorang pedagang bakso menghampirinya. "Ini mbak, baksonya."

"Lho saya tidak pesan itu?"

"Lha tadi Mase penjual pisang yang memesankan itu. Terus dia bilang diracik sama ngasihkannya nanti saja kalau Njenengan mau pulang."

"O Allah... Rejeki. Sembah nuwun Gustiiii..."

*Adakah engkau temukan di tempat belanjamu orang saling berebut untuk membahagiakan sesamanya seperti ini?*
Ah, mungkin sesekali kau perlu pergi ke pasar yang kaulihat becek dan sumpek itu. *Sebab di sana ada yang tak dapat kaubeli dengan harta, tapi dapat kaurasakan mengaliri hatimu dengan sejuta haru dan makna.*

*Mari beralih ke pasar tradisional, dan menjadi kaya bersama-sama, bukan memperkaya yang sudah super kaya.

Sumber: Salim A. Fillah SELAMAT BERAKTIFITAS

Thursday, May 4, 2017

*Inilah Prioritas Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat 2017*

*Inilah Prioritas Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat 2017*

Prioritas penggunaan dana desa 2017 selain digunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan Desa. Dana Desa juga digunakan untuk membiayai program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa.
Inilah Prioritas Dana Desa untuk Kegiatan Pemberdayaan

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa, PDTT) telah menerbitkan Permendes Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017.

Permendes ini sebagai pedoman umum tentang arah kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang dibiayai dengan Dana Desa, dan juga sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Desa untuk penetapan prioritas penggunaan Dana Desa pada tahun 2017.

*Prioritas Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat*

Dalam Pasal 7 Permendes No 22 tahun 2016 disebutkan, Dana Desa digunakan untuk membiayai program dan kegiatan bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat Desa dengan mendayagunakan potensi dan sumberdayanya sendiri sehingga Desa dapat menghidupi dirinya secara mandiri.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa yang diprioritaskan meliputi antara lain:

1. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan Desa;

2. Pengembangan kapasitas masyarakat Desa;

3. Pengembangan ketahanan masyarakat Desa;

4. Pengembangan sistem informasi Desa;

5. Dukungan pengelolaan kegiatan pelayanan sosial dasar di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak, serta pemberdayaan masyarakat marginal dan anggota masyarakat Desa penyandang disabilitas;

6. Dukungan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, penanganan bencana alam serta penanganan kejadian luar biasa lainnya;

7. Dukungan permodalan dan pengelolaan usaha ekonomi produktif yang dikelola oleh BUMDesa dan/atau BUMDesa Bersama;

8. Dukungan pengelolaan usaha ekonomi oleh kelompok masyarakat, koperasi dan/atau lembaga ekonomi masyarakat Desa lainnya;

9. Pengembangan kerjasama antar Desa dan kerjasama Desa dengan pihak ketiga; dan

10. Bidang kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa lainnya yang sesuai dengan analisa kebutuhan Desa dan ditetapkan dalam Musyawarah Desa.

UU Desa juga memandatkan bahwa terkait hal-hal strategis di Desa harus dibahas dan disepakati dalam musyawarah Desa yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kemudian, hasil musyawarah Desa wajib dipedomani oleh Kepala Desa untuk merumuskan kebijakan Pemerintah Desa.[]